Yuk, Ma Coba Menanam Selada di Rumah Biar Nggak Perlu Beli!

Lumayan kan, Ma!

10 Agustus 2020

Yuk, Ma Coba Menanam Selada Rumah Biar Nggak Perlu Beli
Instagram.com/weekofmenus

Selada atau yang juga disebut dengan nama lettuce merupakan tanaman yang mampu tumbuh di daerah dengan iklim sedang hingga tropis. Selada sangat sering digunakan sebagai lalapan dan juga bahan utama salad pelengkap yang bisa kamu temui pada makanan berjenis hotdog atau hamburger. 

Selada biasanya dikonsumsi langsung tanpa adanya proses rebusan ataupun digoreng. Cukup dengan dicuci hingga bersih, kemudian langsung dimakan. 

Selada mempunyai kandungan mineral, termasuk iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium, sehingga selada mempunyai khasiat terbaik dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit merupakan obat penderita insomnia.

Nah, bagi Mama suka banget makan sayuran yang berasal dari lembah di bagian timur, Laut Tengah ini, Popmama.com akan sajikan rangkuman cara menanam selada di rumah. Agar Mama sekalian bisa berhemat dan tidak perlu membelinya ke pasar. Simak ya!

1. Siapkan benih yang berkualitas

1. Siapkan benih berkualitas
Pexels/Jatuphon Buraphon

Pertama, kamu harus tahu selada jenis apakah yang ingin ditanam?

Sebelum menanam selada, pastikan Mama sudah menentukan jenis selada yang akan kamu inginkan untuk dipanen.

Beberapa jenis selada tersebut adalah lollo verde, lollo rosso, iceberg lettuce (head lettuce), cos/romaine lettuce, boston lettuce, radicchio, dan butterhead. Masing-masing jenis selada tersebut memiliki tekstur dan cita rasa yang sedikit berbeda satu sama lainnya lho. 

Untuk mendapatkan benih selada, kamu bisa mendapatkannya di toko bibit atau bisa ke petani lokal terdekat. Pastikan bibit yang kamu pilih adalah bibit yang berkualitas. 

Karena mulai dari bibit yang berkualitaslah, maka harapanmu untuk mendapatkan selada yang sehat dan berkualitas juga semakin tinggi Ma. 

2. Persiapkan media tanam

2. Persiapkan media tanam
Pixabay/Free-Photos

Jika bibit selada sudah disiapkan, maka langkah kedua dari enam cara menanam selada dan perawatannya adalah persiapan media tanam. Media tanam yang diperlukan tentunya harus memenuhi syarat tumbuh dari selada guna menunjang pertumbuhan tanaman tersebut. 

Berikut ini adalah daftar media tanam yang perlu disediakan untuk menanam benih selada.

  1. Tanah gembur dan kaya nutrisi. 
  2. Pupuk kandang atau pupuk kompos. 
  3. Sekam padi. 
  4. Pot atau polybag yang sudah diberi lubang di bagian bawahnya. 
  5. Cetok atau sejenis alat untuk mencampurkan tanah dan pupuk.
  6. Alat siram dengan air secukupnya 

Setelah semua alat dan bahan tersedia, maka proses menanam selada sudah dapat kita lakukan Ma.

3. Proses penyemaian dengan 8 langkah

3. Proses penyemaian 8 langkah
Freepik

Lakukanlah penyemaian dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini Ma.

  1. Campurkan tanah, sekam padi, dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1:1.
  2. Aduk rata campuran tersebut dengan menggunakan cetok atau alat sejenisnya.
  3. Penuhi tiga per empat pot atau polybag yang digunakan dengan campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kandang yang tadi telah diaduk. 
  4. Buatlah lubang di bagian tengahnya sedalam 3 cm.
  5. Letakkan dua biji selada di lubang yang telah dibuat pada masing-masing pot atau polybag.
  6. Timbun biji atau benih selada dengan campuran tanah dan pupuk.
  7. Padatkan tanah dengan menepuk-nepuknya secara perlahan.
  8. Siram dengan air secukupnya. Lakukanlah dengan lembut. Pastikan agar media semai tetap lembab.

Benih selada yang telah ditanam, biasanya tumbuh atau mulai berkecambah setelah berumur 3 sampai 4 hari. Tetaplah siram benih yang disemai dengan teratur. 

Biarkan bibit tumbuh di persemaian hingga berumur 17 hari. Pada usia ini bibit biasanya sudah memiliki daun sebanyak 4 sampai 5 helai. Hal itu menandakan bahwa bibit sudah siap untuk dipindahkan ke media atau lahan yang lebih permanen.

4. Pengolahan lahan tanam bibit selada

4. Pengolahan lahan tanam bibit selada
Pexels/Michael

Sebelum memindahkan ke lahan yang lebih permanen, hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan pengolahan lahan tanam permanen yang akan digunakan.

Lahan tanam perlu diberi suatu penanganan tertentu agar daya produktivitas lahan semakin meningkat. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengolah lahan tanam tumbuhan selada agar semakin subur dan siap ditanami secara permanen.

  1. Sediakanlah lahan tanam bibit selada di area yang terbuka.
  2. Lakukanlah sterilisasi lahan dengan melakukan penyiangan atau pemberantasan gulma.
  3. Lakukanlah penggemburan tanah.
  4. Cangkul tanah dengan kedalaman sekitar 10 cm. Bisa kamu sesuaikan dengan ukuran bibit selada milik Mama.
  5. Berikan dan campurkan pupuk kandang atau pupuk kompos ke lahan yang akan kamu tanam secara permanen.
  6. Diamkan lahan selama kurang lebih 2 hari.
  7. Cangkullah lahan untuk menghaluskan tanah dengan pupuk dan arang sekam.

Setelah lahan disiapkan, maka langkah selanjutnya adalah pemindahan bibit selada ke lahan permanen yang telah disiapkan.

Editors' Picks

5. Pemindahan bibit selada ke tanah permanen

5. Pemindahan bibit selada ke tanah permanen
Freepik

Pemindahan bibit dapat dilakukan jika bibit sudah siap tanam dan lahan sudah siap untuk ditanami. Selanjutnya adalah langkah-langkah dalam melakukan pemindahan bibit selada. Kuncinya adalah hati-hati. Lakukanlah sesuai dengan langkah-langkah ini. 

  1. Robeklah polybag yang Anda gunakan untuk menanam bibit selada.
  2. Jika menggunakan pot, lakukanlah penyangkulan sederhana di sekitar bibit selada.
  3. Pastikan bahwa proses menyangkul tidak mengenai akar bibit selada.
  4. Angkatlah bibit hingga ke akarnya.
  5. Jika ada tanah yang yang terangkat, dibiarkan saja.
  6. Tanam bibit selada ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
  7. Timbun bagian akarnya dengan tanah.
  8. Padatkan tanah.
  9. Posisikan bibit selada tegak lurus.
  10. Siramlah dengan air secukupnya secara berkala.

6. Perawatan berkala tanaman selada

6. Perawatan berkala tanaman selada
Freepik

Rawatlah tanaman selada secara berkala dengan menyiram, melakukan penyiangan, dan memastikan sistem drainasenya sudah sangat baik untuk mencegah tanaman gagal panen! 

Pada proses ini kamu harus rutin melakukannya agar efek dari apa yang kamu perbuat dapat terasa pada pertumbuhan tanaman selada.

7. Intensitas penyiraman

7. Intensitas penyiraman
Pexels/Markus Spiske

Siramlah tanaman selada secara berkala, yaitu dua kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Jika cuaca hujan, kamu bisa mengurangi frekuensi penyiraman. Intinya, jagalah kelembapan kondisi tanahnya. 

8. Proses penyiangan

8. Proses penyiangan
Pexels/Daian Gan

Lakukanlah penyiangan atau pencabutan tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman selada. Mengingat selada merupakan tanaman dengan akar yang dangkal, maka daya saingnya dalam menyerap nutrisi di tanah akan lebih tipis dibandingkan dengan tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya. 

Penyiangan wajib dilakukan secara berkala untuk menghindari adanya kalimat" gagal panen" Ma. 

9. Sistem pengairan yang baik agar tak mudah terserang hama maupun penyakit

9. Sistem pengairan baik agar tak mudah terserang hama maupun penyakit
Freepik/welcomia

Pengairan atau drainase dari tanaman selada perlu untuk dipantau dan diperhatikan untuk menghindari terjadinya genangan air yang dapat merusak tanaman seladamu. 

Dengan memperhatikan sistem drainase, ini berarti kamu sekaligus dapat mencegah atau mengendalikan hama penyakit yang kerap menyerang tanaman selada milikmu Ma. 

10. Perhatikan cara memanen selada yang benar

10. Perhatikan cara memanen selada benar
Pexels/mvdheuvel

Jika selada sudah mencapai usia 40 sampai 60 hari sejak masa penyemaian, maka tanaman selada dianggap sudah siap untuk dipanen. Perhatikan cara yang tepat untuk memanen selada berikut ini. 

Cabutlah selada sampai ke akarnya. Pilahlah selada daun yang masih segar. Jika daun selada sudah layu atau kering, buanglah!

Cuci selada dengan air mengalir hingga bersih. Kelompokkan selada berdasarkan besar daun yang sama.

Kumpulkan dalam satu keranjang bersih.  Panenlah selada dengan gerak yang cepat, mengingat masa selada yang baik berada dalam kurun waktu singkat.

Nah, Ma sudah siap jadi petani selada yang baik belum? Setelah membaca sajian dari redaksi kami, Mama sudah ada bayangan untuk kapan mulai melakukannya ya. 

Semoga berhasil! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.