Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Kesalahan saat Mendekorasi Kamar ala Hotel Bintang Lima, Sering Disepelekan
Pexels/Max Vakhtbovych
  • Banyak orang keliru meniru kamar hotel mewah dengan dekorasi berlebihan, warna ramai, dan furnitur besar yang justru membuat ruangan terasa sempit serta kehilangan kesan elegan.
  • Pencahayaan berlapis dan pemilihan warna netral menjadi kunci menciptakan suasana hangat, tenang, serta tampilan modern khas kamar hotel bintang lima.
  • Kenyamanan kamar bergantung pada kualitas tempat tidur, kerapian penyimpanan, dan aroma lembut yang menghadirkan pengalaman istirahat seperti di hotel premium.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memiliki nuansa hotel bintang lima di kamar tidur memang menjadi impian banyak orang. Kesan mewah, rapi, nyaman, dan menenangkan membuat kamar terasa seperti tempat beristirahat yang memanjakan diri.

Tak heran jika banyak orang mencoba meniru desain kamar hotel premium untuk diterapkan di rumah. Namun, menciptakan kamar ala hotel berbintang bukan hanya soal membeli furnitur mahal atau menambahkan dekorasi yang terlihat mewah.

Ada beberapa kesalahan yang justru dapat membuat kamar terasa sempit, kurang nyaman, bahkan kehilangan kesan elegan yang diinginkan.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa kesalahan saat mendekorasi kamar ala hotel bintang lima yang perlu diperhatikan.

Deretan Kesalahan saat Mendekorasi Kamar ala Hotel Bintang Lima

1. Terlalu banyak menggunakan dekorasi dan aksesori

Pexels/Atlantic Ambience

Salah satu ciri utama kamar hotel bintang lima adalah tampilannya yang bersih, rapi, dan tidak berlebihan. Namun, banyak orang justru menambahkan terlalu banyak pajangan, bantal dekoratif, bingkai foto, hingga ornamen kecil karena menganggap semakin banyak dekorasi akan membuat kamar terlihat mewah.

Padahal, dekorasi yang berlebihan dapat membuat kamar terasa penuh dan sesak. Hotel-hotel premium biasanya menerapkan prinsip 'less is more', yaitu hanya menampilkan elemen yang benar-benar diperlukan dan memiliki fungsi estetika yang jelas.

Dengan jumlah dekorasi yang lebih sedikit, kamar akan terlihat lebih luas, elegan, dan nyaman untuk beristirahat.

2. Salah memilih pencahayaan

Pexels/Polina Semernina

Pencahayaan menjadi salah satu elemen penting yang sering diabaikan saat meniru desain kamar hotel mewah. Banyak orang hanya mengandalkan satu lampu utama di tengah ruangan dengan cahaya yang terlalu terang atau terlalu redup.

Padahal, hotel bintang lima umumnya menggunakan beberapa lapisan pencahayaan, seperti lampu utama, lampu meja, lampu dinding, dan lampu aksen. Kombinasi ini menciptakan suasana hangat dan menenangkan.

Cahaya berwarna warm white juga lebih sering digunakan karena memberikan kesan nyaman sekaligus membuat ruangan terasa lebih eksklusif.

3. Menggunakan terlalu banyak warna dan motif

Unsplash/Sidekix Media

Kesalahan berikutnya, yakni memadukan terlalu banyak warna atau motif dalam satu ruangan. Misalnya, menggunakan sprei bermotif ramai, tirai bercorak besar, karpet penuh warna, serta dekorasi dengan berbagai warna mencolok.

Kamar hotel bintang lima biasanya mengandalkan palet warna yang sederhana dan harmonis. Warna-warna netral seperti putih, krem, abu-abu, cokelat muda, atau beige sering dipilih untuk menciptakan kesan tenang dan mewah.

Dengan warna yang lebih konsisten, kamar juga akan terlihat lebih modern serta tidak cepat membosankan.

4. Mengabaikan kualitas tempat tidur

Pexels/Liliana Drew

Banyak orang fokus membeli dekorasi mahal, tetapi justru mengabaikan kualitas tempat tidur. Padahal, daya tarik utama kamar hotel mewah terletak pada kenyamanan kasur, bantal, seprai, dan selimut yang digunakan.

Kasur yang nyaman dengan linen berkualitas dapat langsung meningkatkan pengalaman beristirahat. Tidak harus membeli produk paling mahal, kamu bisa memilih seprai berbahan lembut, bantal yang menopang leher dengan baik, serta bed cover yang terlihat rapi.

Detail kecil ini sering kali memberikan efek yang jauh lebih besar dibandingkan dekorasi tambahan.

5. Memilih furnitur yang terlalu besar

Pexels/Blue Bird

Keinginan menghadirkan nuansa mewah terkadang membuat seseorang membeli furnitur berukuran besar tanpa mempertimbangkan luas ruangan. Akibatnya, kamar menjadi sempit dan sulit digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Hotel bintang lima sangat memperhatikan proporsi furnitur terhadap ukuran kamar. Setiap meja, kursi, maupun kabinet dipilih agar tetap memberikan ruang gerak yang nyaman. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan ukuran furnitur dengan luas kamar agar ruangan tetap terasa lapang dan seimbang.

6. Kurang memperhatikan kerapian dan penyimpanan

Freepik

Kamar yang dipenuhi barang-barang berserakan akan sulit terlihat seperti hotel berbintang, meskipun dekorasinya sudah mewah. Banyak orang lupa bahwa kerapian merupakan salah satu faktor utama yang membuat kamar hotel terasa nyaman.

Hotel premium biasanya memiliki sistem penyimpanan yang baik, sehingga barang-barang pribadi tidak terlihat memenuhi ruangan.

Kamu bisa memanfaatkan laci, kabinet tertutup, kotak penyimpanan, atau rak multifungsi untuk menjaga kamar tetap terorganisir. Semakin rapi ruangan, semakin mudah menciptakan suasana yang menenangkan.

7. Menyepelekan aroma dan suasana kamar

Pexels/Yan Krukau

Saat membayangkan hotel bintang lima, bukan hanya visual yang teringat, tetapi juga aroma khas yang memberikan kesan bersih dan menenangkan. Sayangnya, banyak orang hanya fokus pada tampilan kamar tanpa memperhatikan suasana yang dirasakan oleh indera lainnya.

Aroma ruangan dapat memberikan pengaruh besar terhadap kenyamanan. Penggunaan diffuser, lilin aromaterapi, atau pengharum ruangan dengan aroma lembut seperti lavender, vanilla, atau white tea dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih mirip hotel premium.

Ketika visual, pencahayaan, dan aroma berpadu dengan baik, kamar akan terasa lebih mewah dan membuat siapa pun betah berlama-lama di dalamnya.

Nah, itu dia beberapa kesalahan saat mendekorasi kamar ala hotel bintang lima. Kira-kira kesalahan mana yang paling sering orang terapkan?

Editorial Team

Related Article