Tagihan Listrik Sampai Rp 17 Juta! Raffi Ahmad Kini Pasang Panel Surya

Cari tahu manfaat penggunaan panel surya sebagai sumber energi listrik yuk, Ma!

28 April 2021

Tagihan Listrik Sampai Rp 17 Juta Raffi Ahmad Kini Pasang Panel Surya
Instagram.com/revanosatria

Beberapa waktu lalu, pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sempat bikin heboh publik lantaran tagihan listrik di rumah mereka mencapai Rp17 juta.

Kapok bayar listrik mahal, akhirnya Raffi memutuskan untuk beralih ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan pemasangan panel surya yang memanfaatkan sinar matahari.

Melalui unggahan Instagram pribadinya, Raffi menuturkan bahwa pemasangan panel surya dapat menghemat pemakaian listrik di rumahnya.

"Buat teman-teman, ini bagus banget panel surya untuk menghemat semuanya. Ditaruh di atap kita," ujar Raffi.

Nah Ma, kira-kira apa saja manfaat penggunaan panel surya sebagai sumber listrik di rumah? Kali ini Popmama.com sudah merangkumnya dari berbagai sumber.

Disimak ya!

1. Menghemat tagihan listrik

1. Menghemat tagihan listrik
Pixabay/skeeze

Panel surya yang memanfaatkan energi matahari dapat membantu Mama meminimalkan tagihan listrik yang terus naik.

Dengan memakai panel surya, tagihan listrik akan berkurang sampai 50 persen lebih bahkan bisa saja Mama tak perlu membayar tagihan listrik. Hal ini karena kebutuhan listrik di rumah bisa terpenuhi sendiri.

2. Ramah lingkungan

2. Ramah lingkungan
Freepik/Tbaodatui

Sistem pembangkit listrik tenaga surya adalah sumber energi yang ramah lingkungan. Dengan begitu kita pun turut berperan dalam menjaga kelestarian alam.

Semakin banyak rumah-rumah yang memasang panel surya, maka negara kita tidak akan terus mengimpor pasokan batu bara dari negara lain. Akibatnya ketersediaan batu bara di bumi ini semakin menipis.

Sementara itu panel surya adalah sumber energi terbarukan, karena dapat digunakan untuk menghasilkan listrik selama matahari ada.

Editors' Picks

3. Mengurangi risiko kerusakan lingkungan

3. Mengurangi risiko kerusakan lingkungan
pexels/pixabay

Matahari merupakan sumber energi yang tidak berpolusi, bersih, dan terbarukan. Energi ini tidak akan mencemari udara dengan melepaskan gas berbahaya seperti karbon dioksida, nitrogen oksida atau sulfur oksida. Oleh karenanya, risiko kerusakan lingkungan pun akan berkurang.

4. Mudah diterapkan di Indonesia

4. Mudah diterapkan Indonesia
Pixabay/blazejosh

Indonesia merupakan negara tropis dengan sinar matahari sepanjang tahun. Hal ini membuat negara kita cocok dalam penerapan energi surya sebagai pembangkit listrik. 

Oleh karenanya, panel surya dapat diterapkan di setiap rumah di Indonesia untuk menjadi pembangkit listrik mandiri.

5. Membutuhkan sedikit perawatan 

5. Membutuhkan sedikit perawatan 
Pixabay/maddibris

Pemasangan panel surya memang membutuhkan biaya yang tak sedikit. Namun, Mama dan keluarga bisa menikmati manfaatnya selama bertahun-tahun.

Apalagi untuk pemeliharaannya pun hanya membutuhkan sedikit perawatan dengan dana yang kecil. Pemeliharaan yang perlu dilakukan cukup hanya menjaga panel surya tetap bersih dan memanggil jasa profesional untuk pemantauan secara berkala.

6. Bebas polusi udara dan tahan lama

6. Bebas polusi udara tahan lama
Pixabat/PhotoMIX-Company

Karena tidak ada bagian yang begerak selama proses menghasilkan energi listrik, panel surya bebas dari polusi udara. Dengan kata lain ia tidak mengeluarkan suara sama sekali dan tidak akan menimbulkan kebisingan yang mungkin akan mengganggu.

Selain itu panel surya juga tahan lama karena tidak ada bagian seperti kabel-kabel yang kemungkinan fungsinya bisa terganggu dan rusak.

7. Pemasangannya mudah

7. Pemasangan mudah
Pixabay/MariaGodfrida

Panel surya mudah dipasang, tidak seperti pembangkit listrik tenaga angin dan panas bumi yang harus diikat dengan mesin bor.

Panel surya hanya perlu dapat dipasang di atap. Artinya tidak diperlukan ruang baru. Selain itu, mereka dapat dipasang dengan cara terdistribusi yang berarti tidak diperlukan instalasi skala besar.

Baca Juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.