Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Noda di Baju Susah Dibersihkan, Jangan Sampai Salah Cuci
Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI
  • Noda berpigmen seperti jus buah, kunyit, dan anggur dapat terserap ke serat kain, sehingga bekas warna sulit hilang bila terlambat ditangani.

  • Keringat, minyak tubuh, darah, makanan berminyak, dan jamur dapat melekat kuat pada kain; reaksi dengan residu detergen atau pemutih juga bisa memicu noda menguning.

  • Noda yang dibiarkan mengering serta cara mencuci keliru, seperti menggosok terlalu keras atau memakai detergen berlebihan, membuat kotoran makin menetap dan serat berisiko rusak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Noda yang menempel di baju terkadang tidak langsung hilang meski pakaian sudah dicuci. Beberapa jenis noda bahkan bisa meninggalkan bekas warna atau membuat bagian tertentu pada kain tampak kusam dan menguning.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika zat pewarna, minyak, protein, atau kotoran sudah terserap ke dalam serat kain. Jika tidak ditangani dengan tepat, noda bisa semakin melekat dan lebih sulit diangkat dibandingkan saat pertama kali menempel.

Cara mencuci yang kurang tepat juga dapat membuat noda semakin menetap atau bahkan merusak serat pakaian. Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab noda di baju susah dibersihkan.

Yuk, disimak!

Deretan Penyebab Noda di Baju Susah Dibersihkan

1. Beberapa noda bisa menyerap seperti pewarna

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Noda dari bahan tertentu seperti jus buah, kunyit, atau anggur dapat menempel kuat pada serat pakaian. Kandungan warna alaminya bisa membuat kain berubah warna, terutama jika noda dibiarkan terlalu lama.

Ketika sudah terserap ke dalam serat, noda tersebut tidak lagi hanya berada di permukaan kain. Inilah yang membuat bekasnya lebih sulit dihilangkan hanya dengan proses pencucian biasa.

Oleh karena itu, noda jenis ini sebaiknya segera ditangani sebelum semakin melekat. Semakin cepat dibersihkan, semakin kecil kemungkinan warna dari bahan tersebut menetap pada kain.

2. Keringat dan minyak tubuh dapat mengalami reaksi kimia

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Noda kuning yang sering terlihat pada pakaian, terutama di bagian tertentu, dapat berkaitan dengan keringat dan minyak tubuh. Zat tersebut dapat berinteraksi dengan detergen atau pemutih yang tertinggal pada serat pakaian.

Reaksi tersebut dapat membuat noda berubah warna dan semakin terlihat setelah pakaian dicuci berulang kali. Bekasnya pun bisa menjadi lebih sulit dihilangkan jika sudah lama menempel pada kain.

Untuk menghindarinya, penggunaan detergen dan produk pemutih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Pastikan juga pakaian dibilas dengan baik agar tidak meninggalkan residu pada serat kain.

3. Noda dengan kandungan protein dan minyak lebih sulit diangkat

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Beberapa noda memiliki kandungan yang membuatnya lebih mudah menempel pada serat pakaian. Contohnya adalah noda darah, makanan berminyak, dan jamur yang dapat masuk ke pori-pori kain.

Air biasa sering kali tidak cukup untuk mengangkat jenis noda tersebut karena kotorannya sudah melekat pada serat. Jika langsung dicuci tanpa penanganan yang sesuai, bekas noda bahkan bisa tetap terlihat setelah pakaian mengering.

Dikarenakan karakter setiap noda berbeda, bahan dan cara membersihkannya juga perlu disesuaikan. Penanganan sejak awal dapat membantu mencegah noda semakin mengikat kuat pada kain.

4. Noda yang dibiarkan akan semakin sulit dibersihkan

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Noda yang tidak segera dibersihkan memiliki lebih banyak waktu untuk mengering dan masuk lebih dalam ke serat pakaian. Ketika sudah mengeras, kotoran menjadi lebih sulit diangkat dibandingkan saat masih baru.

Kondisi ini juga bisa terjadi ketika pakaian bernoda langsung dimasukkan ke keranjang cucian dan baru dicuci beberapa hari kemudian. Selama menunggu, noda dapat semakin melekat pada bagian kain yang terkena.

Oleh karena itu, sebaiknya noda segera ditangani setelah pakaian terkena kotoran. Setidaknya, bersihkan bagian tersebut terlebih dahulu sebelum pakaian dicuci secara menyeluruh.

5. Cara mencuci yang keliru justru membuat noda menetap

Popmama.com/Muhammad Haqqi/AI

Menggosok bagian yang terkena noda terlalu keras tidak selalu membuat pakaian menjadi lebih bersih. Tekanan yang berlebihan justru dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam sekaligus berisiko merusak serat kain.

Penggunaan detergen secara berlebihan juga tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik. Sisa detergen yang tidak terbilas sempurna dapat meninggalkan lapisan pada serat kain dan membuat kotoran lebih mudah terperangkap.

Sebaiknya gunakan detergen secukupnya dan tangani noda dengan cara yang sesuai dengan jenis kain. Hindari menggosok terlalu keras agar noda tidak semakin menyebar atau serat pakaian mengalami kerusakan.

Itu dia beberapa penyebab noda di baju susah dibersihkan. Mulai dari karakter noda yang mudah menyerap hingga kesalahan saat mencuci, berbagai faktor tersebut dapat membuat kotoran semakin melekat pada serat kain. Dengan menangani noda sesegera mungkin dan menggunakan cara pencucian yang tepat, pakaian dapat tetap bersih tanpa membuat bahan cepat rusak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article