Jangan Taruh di Kulkas, Begini 5 Tips Menyimpan Roti Agar Tahan Lama

Yuk, mulai menjaga kualitas roti dengan baik agar enak saat dikonsumsi!

28 Juli 2021

Jangan Taruh Kulkas, Begini 5 Tips Menyimpan Roti Agar Tahan Lama
Freepik/azerbaijan_stockers

Jenis roti memang beragam dan dapat diolah sesuka hati. Apakah Mama menyukai roti yang ada isinya atau mungkin sekadar roti tawar polos untuk ditaburi cokelat kental?

Apapun jenisnya, perlu diketahui bahwa kulkas menjadi musuh terbesar roti di rumah. Jika dimasukkan kulkas terlalu lama, maka roti lebih cepat berjamur. Kondisi roti yang berjamur pun akan lebih cepat terjadi apabila disimpan di lemari es daripada saat disimpan di suhu ruangan.

Nah, ada beberapa cara yang bisa membuat roti tahan lama ketika disimpan,. Tips ini cocok nih buat Mama sekeluarga yang tiap pagi sarapan roti!

Berikut Popmama.com sudah merangkum detail informasi untuk menyimpan roti agar lebih tahan lama. Dengan cara ini, roti bisa tetap dalam kondisi baik untuk dikonsumsi.

1. Potong roti sebelum disimpan

1. Potong roti sebelum disimpan
Pexels/Cats Coming

Potong seluruh roti dari tengah ke arah tepi. Hal ini berguna untuk menghalangi udara yang dapat masuk ke roti, sehingga mudah berjamur.

Setelah itu, coba untuk bungkus roti dengan plastik atau aluminium foil agar kualitas roti tetap terjaga. Gunakan plastik juga bisa membantu, asalkan ikat dengan kuat dan tidak ada celah udara yang masuk.

Hindari penggunaan paper bag karena akan membuat tekstur roti menjadi keras. Pastikan tidak menggunakan kantong kertas karena memungkinkan udara membuat roti menjadi alot. 

Editors' Picks

2. Bungkus dengan plastik atau aluminium foil

2. Bungkus plastik atau aluminium foil
Pixabay/JillWellington

Aluminium foil akan menyimpan kelembapan alami roti agar tidak kering atau mengeras. Jika roti dilengkapi dengan kertas kado, maka keluarkan dan bungkus dengan plastik atau aluminium foil agar tetap awet.

Jika sudah mengiris roti, Mama bisa membungkusnya dengan plastik kemasan aslinya. Simpan dengan mengikatnya agar tidak ada udara yang masuk.

Perlu diingat ketika roti terkena udara, roti akan basi dalam beberapa jam. 

3. Memahami waktu penyimpanan roti

3. Memahami waktu penyimpanan roti
Pixabay/moreharmony

Roti biasanya dijual di berbagai toko roti atau mini market dengan kadar kedaluwarsa yang lama.

Bahan dasar roti adalah air, tepung terigu serta ragi. Bahan-bahan tersebut membuat roti tidak bisa bertahan lama dan akan menimbulkan jamur, apalagi jika tidak disimpan dengan baik.

Jika Mama membeli roti dari toko roti, harap perhatikan kedaluwarsanya. Biasanya bungkus roti bisa bertahan 5-6 hari di suhu ruangan.

Setelah waktu itu lewat, maka tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Baik itu roti tawar, cokelat atau gandum. Jika membuat roti sendiri, maka roti dapat disimpan hingga 7 hari pada suhu kamar.

4. Masukkan roti ke dalam wadah

4. Masukkan roti ke dalam wadah
Freepik

Mama yang menyimpan roti lebih lama, maka bisa ditempatkan di dalam wadah atau kotak plastik tertutup setelah dibungkus dengan aluminium foil atau plastik.

Jangan lupa simpan di tempat yang sejuk, tetapi tidak lembap. Pastikan hindari terkena sinar matahari secara langsung ya, Ma. 

5. Jauhkan dari tempat lembap

5. Jauhkan dari tempat lembap
Popmama.com/Onic Metheany
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Menjaga roti dari tempat lembap dan berair merupakan salah satu cara untuk menyimpan roti agar awet dan tidak mudah berjamur.

Bahkan roti yang terkena air tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan memicu pertumbuhan jamur lebih cepat.

Roti yang baru dibeli bisa diambil atau dipotong secukupnya untuk dikonsumsi, sedangkan sisanya bisa tinggalkan dalam kemasan untuk disimpan kembali. 

Nah, itu tadi beberapa cara agar roti tetap enak untuk disantap dan seperti baru pertama beli. Asalkan, Mama bisa menyimpannya dengan baik ya!

Hindari menyimpan roti di ruangan terbuka karena akan mempermudah jamur tumbuh, bahkan membuat teksturnya menjadi lebih keras.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.