TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Cara Menghilangkan Jamur pada Kucing, Termasuk Penyakit Menular

Tidak hanya menular pada kucing maupun hewan lain, infeksi jamur juga bisa menular pada manusia

4 Oktober 2022

5 Cara Menghilangkan Jamur Kucing, Termasuk Penyakit Menular
Pexels/Muhammad-yasir-ali-3237750

Apakah kucing peliharaan di rumah suka menggaruk-garuk telinga, bulunya rontok, dan kulitnya bersisik? Kondisi itu bisa menandakan kucing mengalami infeksi jamur atau biasa disebut ringworm atau dermatophytosis. 

Kucing memang kerap menderita infeksi jamur, terutama anak kucing dan kucing berbulu panjang. Infeksi jamur tergolong penyakit kulit menular, sehingga perlu segera diobati agar tidak menginfeksi kucing-kucing lainnya. 

Tidak hanya menular pada kucing maupun hewan lain, infeksi jamur juga bisa menular pada manusia, terutama Mama yang sering berinteraksi dengan kucing. 

Tanda-tanda Infeksi Jamur pada Kucing

Tanda-tanda Infeksi Jamur Kucing
Pexels/Pixabay

Jamur pada kucing akan memakan keratin pada bulu, kulit, dan kuku kucing. Jamur akan menciptakan lesi melingkar menyerupai cincin sehingga menyebabkan bulu dan kuku kucing menjadi rontok. 

Jamur juga sering ditemukan di kepala, telinga, sepanjang punggung dan kaki kucing. Ciri-cirinya adalah tekstur kulit bersisik, muncul ketombe pada bulu kucing, serta muncul bercak merah dan berkerak. 

Infeksi jamur pada kucing bisa menular secara cepat pada kucing, hewan lain, maupun manusia yang sering berinteraksi dengannya. Jamur menyebar melalui kontak fisik atau kulit dan bulu kucing yang rontok. 

Pasalnya, terdapat spora jamur pada kulit, bulu, maupun kuku kucing yang rontok. Oleh karena itu, Mama perlu mengetahui cara mengatasi jamur pada kucing sehingga tidak menular pada hewan maupun manusia. 

Di bawah ini Popmama.com telah merangkum beberapa cara mengatasi infeksi jamur pada kucing, sehingga tidak berpotensi menularkan pada hewan lain maupun manusia. 

1. Memisahkan kucing dengan kucing lain

1. Memisahkan kucing kucing lain
Pexels/Francesco-ungaro

Langkah pertama perawatan kucing yang menderita infeksi jamur, yakni memisahkannya di kandang khusus agar tidak berinteraksi dengan kucing lain dan manusia. Jangan biarkan kucing berkeliaran begitu saja karena spora jamur bisa menginfeksi siapa saja. 

Selama mengurung kucing di kandang khusus, Mama bisa memanggil dokter hewan ke rumah atau langsung membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan khusus.

Dokter hewan biasanya akan memberikan resep obat untuk menghilangkan jamur. 

Editors' Picks

2. Mencukur bulu kucing

2. Mencukur bulu kucing
Pexels/Cottonbro

Jika Mama masih menunggu jadwal pemeriksaan di dokter hewan, Mama bisa mencukur bulu kucing terlebih dahulu untuk meminimalkan kerontokan bulu dan penyebaran spora jamur. 

Ketika mencukur bulu kucing, pastikan Mama menggunakan sarung tangan agar spora jamur tidak menempel di kulit. Memotong bulu kucing di sekitar area yang terinfeksi jamur juga bisa mengurangi kontaminasi lingkungan dengan spora amur sekaligus membantu kucing. 

3. Menggunakan sampo khusus

3. Menggunakan sampo khusus
Pexels/Ingewallu

Mama juga bisa memandikan kucing dengan sampo khusus yang telah dicampur dengan obat antijamur. Sampo antijamur umumnya mengandung mikonazol dan klorheksidin yang efektif menghilangkan spora jamur di kulit, kuku, dan bulu kucing. 

Mama sebaiknya memandikan kucing dengan sampo antijamur dua kali dalam seminggu. Gunakan sarung tangan ketika memandikan kucing dan hindari kontak langsung setelah kucing dimandikan.

Biarkan sampo menyerap terlebih dahulu pada bulu dan kulit kucing. 

4. Mengoleskan salep

4. Mengoleskan salep
Pexels/Tranmautritam

Salep topikal juga dapat menghilangkan jamur pada kucing. Sayangnya, salep topikal hanya mampu menghilangkan jamur di area kecil infeksi. Oleh sebab itu, penggunaan salep topikal akan lebih efektif apabila digunakan secara bersamaan dengan sampo antijamur. 

Salep topikal akan meminimalkan penyebaran spora jamur ke area lainnya sekaligus membantu menghilangkan kerak dan kulit bersisik. Penggunaan salep perlu dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu karena kucing bisa saja menjilat salep ketika ia menjilat tubuhnya. 

5. Membersihkan rumah

5. Membersihkan rumah
Pexels/Pixabay

Langkah terakhir untuk menghilangkan jamur, yakni membersihkan rumah secara menyeluruh. Spora jamur bisa saja mencemari lingkungan rumah karena spora bisa hidup selama 18 bulan. Oleh karena itu, Mama perlu membersihkan rumah dari bulu maupun kulit kucing yang rontok. 

Pembersihan bisa dilakukan menggunakan larutan pemutih yang diencerkan. Semprotkan larutan pemutih di lantai atau area rumah yang sering didatangi kucing. 

Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah membersihkan rumah atau memegang kucing yang terinfeksi jamur. 

Infeksi jamur pada kucing termasuk penyakit menular yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, biasakan untuk membersihkan diri setelah bermain dengan kucing dan jangan biarkan kucing bermain-main dengan kucing liar yang berpotensi menularkan jamur. 

Semoga informasi terkait cara menghilangkan jamur pada kucing ini bisa bermanfaat, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk