Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Teknologi Rumah Canggih Tak Bisa Gantikan Ibu di Film Esok Tanpa Ibu COVER
Instagram.com/filmesoktanpaibu

Intinya sih...

  • Kecanggihan teknologi rumah (smart home) di film ini justru memicu ketergantungan emosional yang tidak sehat pada anak.

  • Sosok Rama digambarkan sangat bergantung pada smartwatch yang berisi memori sang mama.

  • Secanggih apa pun AI, sentuhan fisik dan naluri seorang mama tidak bisa ditiru oleh algoritma.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Esok Tanpa Ibu tidak hanya menyajikan visual futuristik tentang rumah masa depan, tetapi juga menampar kita dengan realitas emosional yang pedih. Di balik kemegahan rumah yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), terselip pesan mendalam tentang bahaya teknologi jika dijadikan sandaran emosional bagi seorang anak yang sedang berduka.

Kisah Rama (Ali Fikry) menjadi teguran keras bahwa kekosongan hati akibat kehilangan sosok ibu (Dian Sastrowardoyo) ternyata tidak bisa sekadar ditambal oleh mesin canggih.

Nah, berikut Popmama.com tela merangkum tiga alasan mengapa teknologi rumah canggih tak bisa gantikan peran lewat film Esok Tanpa Ibu.

Yuk, disimak!

1. Jebakan kenyamanan semu lewat smartwatch

Youtube.com/CINEMA 21

Dalam film ini, Rama diceritakan memiliki sebuah smartwatch khusus yang terhubung dengan AI bernama "i-BU".

Perangkat ini bukan sekadar jam pintar, melainkan telah diprogram dengan data perilaku dan memori mendiang sang mama. Akibatnya, Rama menjadi sangat bergantung pada smartwatch tersebut untuk menjalani hari-harinya.

Teknologi ini seolah memberikan obat penenang instan bagi Rama. Ia merasa mamanya masih ada di dekatnya melalui suara dan instruksi dari jam tersebut.

Namun, hal ini justru berbahaya karena menciptakan ketergantungan yang membuatnya sulit memproses rasa duka secara nyata dan menghambatnya untuk mandiri.

2. Rumah pintar tetap terasa dingin tanpa sentuhan fisik

Youtube.com/CINEMA 21

Sistem smart home di rumah Rama memang luar biasa, bisa mengatur suhu, pencahayaan, hingga berinteraksi lewat suara di setiap sudut ruangan. Namun, film ini memperlihatkan bahwa semua kemudahan itu terasa dingin tanpa kehadiran fisik seorang mama.

AI mungkin bisa mengingatkan Rama untuk makan atau belajar, tetapi ia tidak bisa memberikan pelukan hangat saat Rama sedih atau mengusap kepalanya saat ia butuh penenang.

Teknologi hanya mampu meniru fungsi logis seorang mama, namun gagal total dalam menggantikan kehangatan emosional dan sentuhan fisik yang menjadi bahasa cinta utama antara mama dan anak.

3. Ikatan batin yang tidak bisa diprogram algoritma

Esok Tanpa Ibu (dok. Base Entertainment)

Pelajaran terbesar dari Esok Tanpa Ibu adalah bahwa kasih sayang mama memiliki intuisi yang tidak bisa direplikasi oleh coding manapun. i-BU bekerja berdasarkan data masa lalu, sementara seorang mama manusia mendidik anaknya dengan perasaan yang berkembang seiring waktu.

Ketergantungan Rama pada AI menyadarkan kita bahwa teknologi seharusnya hanya menjadi alat bantu (support system), bukan pengganti peran orangtua. Algoritma mungkin tahu apa makanan kesukaan Rama, tapi hanya hati seorang mama yang tahu apa yang benar-benar dirasakan dan dibutuhkan anaknya saat sedang rapuh.

Itulah rangkuman dari tiga alasan mengapa teknologi rumah canggih tak bisa gantikan peran mama lewat film Esok Tanpa Ibu

FAQ Dian Sastro

Siapa Dian Sastro?

Diandra Paramita Sastrowardoyo (lahir 16 Maret 1982 ) adalah pemeran, model, produser, sutradara, pembawa acara, dan penyanyi berkebangsaan Indonesia.

Apakah Dian Sastro dosen tetap?

Menjadi dosen tetap di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, aktris Dian Sastro mengaku tak hanya mengajar, tapi juga banyak belajar dari interaksi dengan mahasiswa yang lebih muda.

Apakah Dian Sastro sudah punya anak?

Ya, Dian Sastro memiliki dua orang anak dengan suaminya, Maulana Indraguna Sutowo, yaitu putra bernama Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo dan putri bernama Ishana Ariandra Nariratana Sutowo.

Editorial Team