Film Esok Tanpa Ibu tidak hanya menyajikan visual futuristik tentang rumah masa depan, tetapi juga menampar kita dengan realitas emosional yang pedih. Di balik kemegahan rumah yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI), terselip pesan mendalam tentang bahaya teknologi jika dijadikan sandaran emosional bagi seorang anak yang sedang berduka.
Kisah Rama (Ali Fikry) menjadi teguran keras bahwa kekosongan hati akibat kehilangan sosok ibu (Dian Sastrowardoyo) ternyata tidak bisa sekadar ditambal oleh mesin canggih.
Nah, berikut Popmama.com tela merangkum tiga alasan mengapa teknologi rumah canggih tak bisa gantikan peran lewat film Esok Tanpa Ibu.
Yuk, disimak!
