Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Tugas Para Mama

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina
Intinya sih...
  • Peran Dian Sastrowardoyo sebagai Laras di film Esok Tanpa Ibu menjadi cermin bagi setiap mama yang punya anak sudah beranjak remaja.
  • Dian Sastrowardoyo menggambarkan sosok mama sebagai "MC Keluarga" yang menjaga stabilitas rumah tangga, kesehatan emosional, dan menjadi penggerak utama yang kehadirannya tak tergantikan.
  • Dian Sastrowardoyo berharap setiap keluarga bisa memperkuat bonding antara orangtua dan anak maupun sebaliknya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam film Esok Tanpa Ibu, sosok Laras yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo bukan sekadar akting biasa, melainkan juga menjadi manifestasi tentang seorang mama sekaligus istri di dalam kehidupan keluarga.

Aktingnya menjadi cermin bagi para perempuan yang telah berkeluarga, di mana mereka setiap harinya berjuang menyeimbangkan peran sebagai pelindung sekaligus jantung dari kehangatan rumah tangga.

Lebih dari sekadar narasi kehilangan, perannya dalam film tersebut mewakili suara hati kebanyakan para mama sekaligus istri di luar sana. Tak lupa Dian Sastrowardoyo juga memberikan pesan kepada seluruh mama dan papa di tanah air.

Seperti apa ungkapan yang diberikan Dian Sastrowardoyo lewat film ini, ya? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi seputar peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu mewakili peran para mama.

Yuk, simak detailnya!

1. Dian Sastro menjadi produser dalam film Esok Tanpa Ibu

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Film Esok Tanpa Ibu menjadi awal kiprah Beacon Film, rumah produksi yang didirikan Dian Sastrowardoyo bersama sepupu dan sahabat dekatnya. Ia mengaku sangat bersyukur dan antusias karena mendapat kesempatan berharga untuk terlibat dalam proyek film besar dengan kolaborasi internasional, sebuah pengalaman yang sangat diapresiasi oleh seluruh tim.

Dian Sastro juga menilai kehadiran film Esok Tanpa Ibu di awal tahun 2026 sebagai langkah yang tepat karena membawa niat baik dan energi positif.

Menurutnya, memulai tahun dengan karya yang sarat makna menjadi harapan tersendiri agar pesan film ini dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat sejak awal tahun.

“Saya rasa akan senang sekali dan baik sekali kalau kita memulai tahun 2026 dengan sesuatu yang sangat baik dan positif yang tentunya dimulai dengan niat yang juga sangat baik. Esok Tanpa Ibu ini adalah awal dari kiprah kami sebagai Beacon Film, perusahaan film yang akhirnya saya dirikan bersama sepupu saya dan sahabat sepupu saya yang ada di sana, dua di ujung sana,” ujar Dian Sastro.

2. Peran Laras sebagai mama yang mewakili kehidupan para mama di tanah air

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Dalam film Esok Tanpa Ibu, Dian Sastrowardoyo bukan hanya berperan sebagai produser, melainkan juga turut andil bermain peran di film ini.

Karakternya sebagai Laras, mama dari Cimot dan suami dari Hendi, berharap perannya dapat mewakili perasaan para mama di Indonesia, khususnya yang memiliki anak remaja. 

Ia menggambarkan hubungan antara mama dan anak remaja, seperti proses pendekatan dengan seseorang yang belum tentu menyukai kita, sehingga membutuhkan kesabaran, ketabahan, dan kegigihan yang terus-menerus.

“Aku cuma berharap bahwa ibu-ibu Indonesia di luar sana merasa terwakili dengan peran aku disini sebagai Ibu Laras. Bahwa kita menjadi ibu seorang anak remaja. Itu rasanya benar-benar kayak kita lagi pendekatan sama orang yang nggak terlalu suka sama kita. Jadi memang harus sabar, harus tabah, tapi harus selalu gigih berusaha,” ungkap Dian Sastro.

3. Pandangan Dian Sastro tentang sosok mama yang selalu menjadi penjaga kestabilan rumah tangga

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Baik dalam film maupun dunia nyata, sosok mama memegang peran penting dalam rumah tangga.

Hal ini digambarkan oleh Dian Sastrowardoyo, di mana dalam kehidupan nyata, istri kerap diandalkan untuk menjaga kestabilan rumah tangga, mulai dari urusan kebersihan, kecukupan nutrisi, hingga kesehatan emosional setiap anggota keluarga. 

Menurutnya, para suami sering menganggap peran istri ini memang dianggap wajar dan berjalan otomatis, seolah-olah sosok istri selalu mampu meng-handle semuanya tanpa masalah.

“Kita sebagai istri kadang-kadang sering banget diandalkan sama suami untuk ngurusin kestabilan rumah tangga ya, maksudnya dari segi kebersihan, kecukupan nutrisi setiap anggota keluarga, sampai kesehatan emosional dari masing-masing anggota keluarga. Tapi, kita semua nih ya jadinya gitu, lho. Sebenarnya, kita sih ya oke-oke saja,” jelas Dian Sastro.

4. Sosok mama yang menjadi MC keluarga

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Dian Sastrowardoyo juga menjelaskan apabila ketika sosok mama harus absen dalam kegiatan di rumah tangganya, barulah terlihat betapa pincangnya kondisi rumah tangga.

Tak lupa, ia menyoroti momen ketika suami dan anak mulai kebingungan jika ditinggal oleh sosok mama. Hal inilah yang menunjukkan bahwa keberadaan mama menjadi pusat penggerak keseharian keluarga.

“Kalau misalnya ibu lagi perlu absen gitu ya, lagi sakit, lagi berhalangan, atau lagi tumbang karena fisiknya lagi keok, ataupun misalnya ibu lagi perlu keluar kota, lagi nggak ada di tempat, itu rumah gimana tuh. Di rumah tuh pincang banget. Itu suami kalau ditinggalin sama anak, berapa jam saja jalan-jalan, sudah nanyain, sudah lewat 3 jam, 'Sudah di mana nih, Bunda? Sudah belum? Sudah belum?'. Jadi, sudah mulai cerewet karena mereka juga mulai mati gaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dian Sastro menyebut peran mama sekaligus istri itu layaknya seorang MC di dalam keluarga. Peran ini sering kali tidak disadari oleh suami maupun anak, dan tentunya sangat menentukan bagaimana kehidupan keluarga berjalan.

“Ternyata, fungsi ibu, fungsi istri adalah juga menjadi MC di keluarga, mungkin ya. Jadi, menjaga rundown dan kegiatan dan juga entertainment keluarga, mungkin itu juga,” sambungnya.

5. Pesan Dian Sastrowardoyo bagi mama dan papa dalam menjalankan rumah tangga

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Melalui film ini, Dian Sastrowardoyo menyampaikan semangat untuk para mama agar tetap menjaga kesehatan mental dan fisik karena peran mereka sangat vital dalam keluarga.

“Yang pasti pesan-pesan aku buat ibu-ibu yang ada di luar sana kali ya, semangat. Aku tahu kita semua itu sangat penting buat keluarga kita masing-masing. Mari kita menjaga kesehatan mental maupun fisik masing-masing karena kita memang diandalkan banget sama keluarga,” kata Dian Sastrowardoyo.

Ia juga berharap film ini bisa menginspirasi para suami untuk mengambil peran lebih besar dalam bonding dengan anak, sehingga tanggung jawab emosional dalam keluarga tidak hanya bertumpu pada seorang mama, melainkan menjadi peran bersama.

“Semoga dengan nonton film ini, kita jadi bisa menginspirasi suami masing-masing untuk mau mengambil peran lebih banyak dalam bonding sama anaknya. Jangan cuma jadi tanggung jawab kita (istri) saja, tapi ya juga gimana caranya si anak juga bisa lebih dekat lagi sama bapaknya,” lanjutnya.

6. Harapan Dian Sastrowardoyo bagi setiap keluarga untuk memperkuat hubungan

Peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu Mewakili Peran Para Mama
Popmama.com/Ilham Syakur Fidina

Lebih dari sekadar cerita, Dian Sastrowardoyo berharap melalui film Esok Tanpa Ibu, setiap keluarga di tanah air bisa memperkuat bonding antara orangtua dan anak maupun sebaliknya. 

Ia juga menekankan pentingnya hubungan antar manusia di tengah era teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan pribadi, agar kehangatan keluarga tetap terjaga.

“Aku harap film ini bisa menginspirasi keluarga-keluarga Indonesia untuk menjadi lebih bonding lagi antara orangtua dan anak, anak dan orangtua dan memperkuat lagi hubungan antar manusia di era saat teknologi sudah sangat dekat di kehidupan pribadi kita,” ucapnya.

Itulah informasi seputar peran Dian Sastrowardoyo di Esok Tanpa Ibu mewakili peran para mama. Lewat karakternya sebagai Laras, kita diingatkan bahwa sosok mama sekaligus istri sudah banyak memberikan pengorbanan yang besar, kasih sayang, sekaligus menjadi jantung untuk keluarga.

Setelah menonton film ini, semoga para orangtua dan anak bisa membangun hubungan keluarganya menjadi lebih erat lagi, ya.

FAQ Seputar Film Esok Tanpa Ibu

Apa kisah dari film Esok Tanpa Ibu?

Film Esok Tanpa Ibu mengisahkan tentang seorang remaja bernama Rama atau Cimot yang sangat dekat dengan mamanya, Laras. Namun, hubungannya dengan sang papa, Hendi, tidak harmonis. Saat liburan keluarga, Laras mengalami kecelakaan otak dan koma, memaksa Rama menghadapi kesepian. Dengan bantuan teman, Rama menggunakan AI bernama i-BU yang meniru suara dan kepribadian mamanya untuk mengatasi duka.

Kapan film Esok Tanpa Ibu tayang?

Film Esok Tanpa Ibu tayang di bioskop sejak 22 Januari 2026.

Siapa saja para pemeran di film Esok Tanpa Ibu?

Dian Sastrowardoyo sebagai Laras dan i-BU (mama dan AI), Ringgo Agus Rahman sebagai Hendi (papa), Ali Fikry sebagai Rama atau Cimot, Aisha Nurra Datau sebagai Zyla, dan Bima Sena sebagai Robert.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

Percaya Diri Jalani Setiap Fase Motherhood dengan Platform Ini

30 Jan 2026, 07:03 WIBLife