“Ramadan adalah momen ketika rumah menjadi pusat dari segalanya. Kami ingin membantu keluarga Indonesia menciptakan lingkungan rumah yang benar-benar nyaman, bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga terasa sehat melalui kualitas udara yang terjaga,” ujar Selina Nicole, Founder LEKA Indonesia.
5 Tips Menjaga Kenyamanan Rumah saat Musim Hujan selama Bulan Ramadan

Musim hujan meningkatkan kelembapan udara yang dapat memicu bau apek dan jamur di dalam rumah.
Sirkulasi udara dan pengendalian kelembapan menjadi kunci utama menjaga kenyamanan rumah.
Pemeriksaan rutin area rawan lembap membantu menjaga kualitas udara tetap sehat selama Ramadan.
Ramadan tahun 2026 ini terasa sedikit berbeda karena bertepatan dengan musim hujan. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Februari–Maret sebelum memasuki musim kemarau di April.
Artinya, sebagian besar momen Ramadan akan dijalani dengan cuaca lembap dan aktivitas yang lebih banyak dilakukan di dalam rumah. Selama bulan suci, rumah menjadi pusat aktivitas mulai dari sahur, berbuka, tarawih, bahkan saat berkumpul bersama keluarga.
Supaya suasana tetap nyaman dan ibadah makin khusyuk, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa tips menjaga kenyamanan rumah saat musim hujan selama bulan Ramadan.
Yuk, disimak!
Deretan Tips Menjaga Kenyamanan Rumah Saat Musim Hujan selama Bulan Ramadan
1. Jaga sirkulasi udara agar rumah tidak pengap

Musim hujan membuat tingkat kelembapan meningkat hingga 87–90 persen, padahal idealnya berada di kisaran 45–65 persen. Udara yang terlalu lembap membuat ruangan terasa berat, mudah berbau apek, dan rentan ditumbuhi jamur.
Mama bisa membuka jendela saat hujan reda untuk menciptakan ventilasi silang, menggunakan exhaust fan di dapur dan kamar mandi, serta menghindari menumpuk barang di sudut ruangan.
Sirkulasi udara yang lancar membantu menjaga kualitas udara tetap segar, sehingga waktu istirahat dan ibadah terasa lebih nyaman.
2. Gunakan dehumidifier untuk menyeimbangkan kelembapan

Kenyamanan rumah bukan hanya soal kebersihan yang terlihat, tetapi juga kualitas udara yang terjaga. Di musim hujan, kelembapan udara di dalam ruangan bisa meningkat drastis dan memicu bau apek, jamur, hingga tungau.
Melalui kampanye “Sedia Dehum Sebelum Hujan”, LEKA mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan udara di dalam rumah selama Ramadan.
Dehumidifier dapat digunakan di kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, hingga area tertutup seperti lemari pakaian agar tetap kering dan nyaman.
Dengan udara yang lebih seimbang, aktivitas sahur, bekerja dari rumah, hingga waktu istirahat menjadi lebih berkualitas.
3. Rutin cek area rawan jamur dan bau apek

Kamar mandi, dapur, area cuci, serta lemari pakaian menjadi titik yang paling rentan lembap saat musim hujan. Jika dibiarkan, jamur bisa tumbuh di dinding, sudut plafon, hingga sela furnitur.
Pastikan Mama rutin membersihkan area tersebut dengan cairan antijamur, mengeringkan lantai setelah terkena air, dan mengecek apakah ada rembesan pada tembok atau atap.
Langkah preventif ini penting untuk menjaga rumah tetap higienis selama Ramadan.
4. Pastikan atap dan talang air berfungsi optimal

Curah hujan yang tinggi sering kali memicu kebocoran atap atau talang air yang tersumbat. Air yang merembes bukan hanya merusak plafon dan cat dinding, tetapi juga meningkatkan kelembapan di dalam ruangan.
Sebelum hujan deras datang, ada baiknya Mama memeriksa kondisi atap, genteng, serta talang air dari daun atau kotoran yang menumpuk.
Rumah yang bebas bocor akan terasa lebih hangat dan nyaman, terutama saat keluarga berkumpul untuk sahur atau berbuka puasa.
5. Maksimalkan pencahayaan agar rumah terasa hangat

Cuaca mendung saat musim hujan membuat rumah terasa lebih gelap dan lembap. Kurangnya cahaya bisa menambah kesan pengap serta mempercepat pertumbuhan jamur di sudut ruangan.
Mama bisa memaksimalkan pencahayaan alami saat matahari muncul dan menggunakan lampu dengan tingkat terang yang cukup di ruang keluarga maupun ruang makan.
Ruangan yang terang akan terasa lebih bersih, segar, dan mendukung suasana Ramadan yang hangat bersama keluarga.
Itulah beberapa tips menjaga kenyamanan rumah saat musim hujan selama bulan ramadan. Musim hujan memang membawa kesejukan, tetapi kelembapan berlebih bisa mengurangi kenyamanan rumah tanpa disadari.
Dengan menjaga sirkulasi udara, menyeimbangkan kelembapan, serta memastikan setiap sudut rumah tetap kering dan terang, Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang dan penuh kehangatan.
FAQ Membuat Rumah Nyaman saat Musim Hujan
| Kenapa rumah terasa lebih pengap saat musim hujan? | Dikarenakan tingkat kelembapan udara meningkat signifikan saat curah hujan tinggi. Udara yang terlalu lembap (di atas 65 persen) terasa lebih berat, memicu bau apek, serta mempercepat pertumbuhan jamur dan tungau. Kondisi ini membuat ruangan terasa kurang segar meski sudah dibersihkan. |
| Bagaimana cara menurunkan kelembapan di dalam rumah? | Mama bisa memperbaiki sirkulasi udara dengan membuka jendela saat hujan reda, menggunakan exhaust fan, serta memanfaatkan dehumidifier untuk menjaga kelembapan tetap ideal. Selain itu, rutin mengeringkan area basah seperti kamar mandi dan dapur juga membantu menjaga kualitas udara tetap nyaman. |
| Area mana yang paling perlu diperhatikan saat musim hujan? | Area rawan lembap seperti kamar mandi, dapur, lemari pakaian, sudut plafon, dan ruang yang minim ventilasi perlu dicek secara rutin. Pastikan tidak ada rembesan air, talang tersumbat, atau dinding yang mulai berjamur agar kondisi rumah tetap sehat selama musim hujan. |






-UIVmlq7kXwI6Bb5TYu7bgPwt2LoEiBj4.jpg)






-6KuiNBKfxCvpv9oJAMam5uD46zqMOz2Z.jpg)
-oVgY1rcMHEBhPrL9Ma1QQIAqjxJL6cHW.jpg)



