Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Cara Mengatasi Rasa Sepi dalam Pernikahan, Coba untuk Terbuka
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
  • Komunikasi yang terbuka tanpa sikap menuduh sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab utama munculnya rasa sepi dalam rumah tangga.

  • Membangun kembali keintiman melalui quality time bebas gawai dan memahami bahasa cinta (love language) pasangan akan memperkuat ikatan emosional.

  • Memiliki kehidupan sosial yang sehat di luar pernikahan dan tidak ragu mencari bantuan konselor profesional dapat memberikan solusi yang komprehensif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rasa sepi dalam pernikahan memang sebuah ironi yang sering terjadi. Hidup berdampingan di bawah satu atap tidak selalu menjamin adanya kedekatan emosional. Perasaan terasing ini bisa muncul perlahan, mengikis kehangatan hubungan jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat.

Mengatasi kesepian membutuhkan langkah aktif dari kedua belah pihak untuk merajut kembali ikatan yang renggang. Dibutuhkan kemauan untuk saling mendengarkan dan mengubah pola interaksi sehari-hari.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara mengatasi rasa sepi dalam pernikahan.

Yuk, disimak!

Deretan Cara Mengatasi Rasa Sepi dalam Pernikahan

1. Komunikasi terbuka dan jujur

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Langkah pertama untuk mengatasi jarak emosional, yakni dengan memulai percakapan dari hati ke hati, melampaui sekadar obrolan tentang urusan harian atau tagihan rumah tangga.

Perasaan sepi perlu disampaikan secara spesifik menggunakan pernyataan yang berfokus pada emosi diri sendiri, seperti mengungkapkan rasa sepi saat momen tertentu terjadi, alih-alih bersikap menuduh.

Pendekatan komunikasi yang tidak menghakimi ini sangat penting agar pasangan dapat memahami situasi tanpa merasa diserang atau dipersalahkan.

Keterbukaan dan kejujuran dalam menyampaikan emosi akan membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif serta penuh empati di antara suami istri.

2. Identifikasi dan pahami penyebab

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Sebelum mencari solusi, penting untuk merenungkan dan mengidentifikasi kapan persisnya rasa sepi tersebut mulai muncul.

Perasaan ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, perbedaan prioritas hidup, hingga hilangnya kebiasaan melakukan percakapan yang mendalam.

Mengetahui akar penyebab kesepian akan sangat memudahkan proses pencarian jalan keluar yang efektif bersama pasangan. Dengan pemahaman yang jelas mengenai apa yang memicu jarak tersebut, upaya perbaikan hubungan dapat diarahkan tepat pada masalah utamanya, bukan sekadar mengatasi gejala di permukaannya saja.

3. Bangun kembali keintiman dan quality time

Freepik

Mengatasi kesepian berarti harus meluangkan waktu khusus untuk berinteraksi secara bermakna, bukan sekadar hidup berdampingan di ruangan yang sama.

Keintiman perlu dibangun kembali melalui aktivitas bersama yang menyenangkan, seperti menekuni hobi, merencanakan makan malam berdua, atau sekadar berbincang santai.

Kunci dari quality time adalah kehadiran secara penuh tanpa adanya distraksi. Menjauhkan gangguan layar ponsel atau perangkat elektronik lainnya saat sedang menghabiskan waktu berdua sangat disarankan agar perhatian sepenuhnya tertuju pada pasangan, sehingga koneksi emosional dapat terjalin kembali dengan kuat.

4. Pelajari kembali love language pasangan

Freepik

Setiap individu memiliki cara yang berbeda dalam memberikan dan menerima cinta, yang dikenal dengan istilah bahasa cinta atau love language.

Memahami kembali apakah pasangan lebih menghargai kata-kata afirmasi, waktu berkualitas, sentuhan fisik, tindakan pelayanan, atau penerimaan hadiah sangatlah krusial.

Ketika cinta diekspresikan dalam bahasa yang tepat dan mudah dipahami oleh pasangan, maka rasa dihargai dan dicintai akan tumbuh secara alami. Penyesuaian cara menunjukkan kasih sayang ini terbukti efektif dalam meningkatkan kedekatan emosional dan menghapus rasa terasing dalam pernikahan.

5. Bangun kehidupan sosial di luar

Freepik/jcomp

Meletakkan seluruh tanggung jawab kebahagiaan dan pemenuhan kebutuhan sosial pada pundak pasangan memang sebuah kesalahan yang sering memicu kekecewaan.

Sangat penting untuk tidak bergantung sepenuhnya pada satu orang saja untuk merasa lengkap dan bahagia dalam menjalani keseharian.

Memperkuat hubungan dengan lingkaran pertemanan, keluarga besar, atau terlibat aktif dalam komunitas akan sangat membantu mengurangi rasa sepi. 

Kehidupan sosial yang sehat di luar batas pernikahan akan memberikan perspektif baru, dukungan emosional tambahan, serta energi positif yang bisa dibawa kembali ke dalam rumah tangga.

6. Terapkan rasa syukur dan ritual kecil

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Mengapresiasi hal-hal kecil yang dilakukan oleh pasangan sering kali terlupakan seiring berjalannya waktu.

Mengucapkan terima kasih atas bantuan sekecil apa pun, seperti saat dibuatkan kopi atau dibantu membereskan rumah, dapat memupuk kembali rasa saling menghargai dan menciptakan suasana yang lebih positif.

Selain rasa syukur, membangun ritual harian yang konsisten juga mampu merekatkan ikatan emosional. Kebiasaan sederhana seperti menyempatkan diri berbagi cerita tentang kejadian hari itu sebelum tidur, atau sekadar minum teh bersama di pagi hari, dapat menjadi jangkar keintiman yang menjaga hubungan tetap hangat.

7. Mencoba untuk menjalani konseling pernikahan

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Terkadang, jarak emosional sudah terlalu jauh dan pola komunikasi yang buruk sudah terlalu mengakar, sehingga sulit diselesaikan hanya berdua saja.

Jika berbagai usaha mandiri belum membuahkan hasil dan rasa sepi tak kunjung hilang, mencari bantuan pihak ketiga yang netral menjadi langkah yang bijaksana.

Mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan terapis atau konselor pernikahan profesional dapat membuka jalan buntu. Ahli profesional mampu memberikan perspektif objektif, mengurai benang kusut dalam komunikasi, dan menawarkan alat serta strategi yang tepat untuk memulihkan kesehatan pernikahan.

Itulah rangkuman dari beberapa cara mengatasi rasa sepi dalam pernikahan. Semoga informasi ini bisa berguna ya, Ma.

FAQ Rasa Sepi dalam Pernikahan

Apakah wajar merasa sepi meskipun sudah menikah?

Sangat wajar. Kesepian dalam pernikahan bukan berarti tidak ada cinta, melainkan sering kali merupakan indikasi adanya pemutusan koneksi emosional sementara akibat kesibukan, kurangnya komunikasi, atau perubahan fase kehidupan.

Bagaimana cara memulai obrolan jika hubungan sudah terasa canggung?

Mulailah dengan topik ringan atau kenangan manis di masa lalu untuk mencairkan suasana. Gunakan kalimat yang tidak menghakimi agar diskusi berfokus pada perasaan pribadi tanpa memicu sikap defensif dari pasangan.

Kapan waktu yang tepat untuk memutuskan pergi ke konseling pernikahan?

Konseling disarankan ketika komunikasi selalu berujung pada pertengkaran, adanya perasaan terjebak atau terasing yang berlangsung selama berbulan-bulan, dan ketika usaha perbaikan mandiri tidak membawa perubahan positif.

Editorial Team