Anak tumbuh dengan kondisi dan karakter yang unik. Memahami hal ini secara lebih dalam, berarti sebagai orangtua, Mama harus memiliki kesanggupan untuk menerima keadaan masing-masing anak.
Cara mendidik belum tentu sama antara anak yang satu dengan yang lain, tapi nilai yang diajarkan sebenarnya sama. Misalkan mengajarkan saling menyayangi, toleransi dan membiasakan budaya tolong-menolong.
Semua itu harus diajarkan sejak anak kecil. Sedini mungkin anak dijelaskan dan dipandu bagaimana menjadi orang yang baik terhadap sesama.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, pertengkaran antara saudara mungkin saja terjadi.
Saat usia mereka masih kecil memang ada saatnya terjadi perselisihan. kadang si Kakak yang suka mengganggu adiknya atau adiknya yang meledek kakaknya. Ini sangat natural, justru ini yang membuat sebuah keluarga terasa hangat.
Namun tidak menutup kemungkinan, perselisihan terjadi terus-menerus hingga anak remaja atau dewasa. Hal ini berpotensi memiliki dampak buruk pada perkembangannya nanti, entah pada si kakak atau adiknya.
Terlepas dari peran ‘pertengkaran’ tersebut sebagai bagian dari pertumbuhan, hal tersebut juga bisa meninggalkan jejak buruk pada masa depannya, khususnya terkait dengan kesehatan mental anak-anak mama.
Sikap Mama dan Papa dalam menyikapi pertengkaran anak-anak sangatlah penting. Tanpa sadar kadang sikap memihak menjadi penyebab terjadinya rivalry sibling.
Berikut Popmama.com membahas tentang rivalry sibling lebih lanjut.
