Single Parent Berpengaruh pada Anak, Yuk Simak Apa Saja Dampaknya?

Menjadi orangtua yang single parent tentu tidak masalah, tapi apa saja dampaknya bagi anak?

4 Maret 2020

Single Parent Berpengaruh Anak, Yuk Simak Apa Saja Dampaknya
Freepik/user850788

Setiap pasangan suami istri pasti mempunyai masalah. Dari masalah ringan sampai masalah berat. Tetapi ada beberapa masalah yang sulit untuk diatasi sampai membuat pasangan suami istri bercerai sehingga membuat salah satu pihak menjadi single parent. 

Tapi itu semua tidak apa-apa, menjadi single parent bukanlah suatu hal yang memalukan.

Di sini kita dapat menunjukkan bahwa kita bisa mengurus anak secara mandiri.

Tapi Ma, ingatlah bahwa ada dampaknya loh ketika mama menjadi single parent. 

Popmama.com akan memberi tahu 5 dampak yang mempengaruhi anak ketika Mama menjadi single parent.

1. Masalah ekonomi berdampak pada psikis anak

1. Masalah ekonomi berdampak psikis anak
Pexels/Skitter Photo

Orang tua yang berjuang merawat anak sendirian cenderung kekurangan dalam masalah ekonominya. Sehingga anak harus hidup dengan sederhana atau bahkan kemiskinan.

Kemiskinan dapat menakutkan dan membuat anak stress, menyebabkan mereka merasa frustasi dan marah papda perbedaan antara mereka dan teman sebaya mereka.

Jika mama kesulitan dalam hal keuangan, ada beberapa hal yang dapat mama lakukan.

Pertama, buatlah cara efektif untuk menghemat pengeluaran.

Kedua, mama harus fokus untuk memberikan apa yang Mama bisa berikan kepada anak. Seperti, mungkin mama tidak bisa memberikan barang mewah untuk anak, tetapi sebagai gantinya Mama bisa menjalin hubungan yang baik pada anak dengan menunjukkan kasih sayang yang begitu besar kepada anak.

2. Dampak pada prestasi akademik anak

2. Dampak prestasi akademik anak
huffingtonpost.com

Anak yang dibesarkan dari orang tua tunggal bisa saja mengalami masalah akademik. Biasanya orang tua tunggal bekerja lebih lama dari orang tua pada umumnya, sehingga memiliki waktu yang sedikit untuk anak di rumah dan melakukan pekerjaan rumah. 

Jadi Ma, usahakan tetap berhubungan secara teratur dengan pihak sekolah dan gurunya untuk mengatasi masalah akademik anak.

Luangkan waktu dengan anak untuk menemaninya belajar dan mengeksplorasi bersama terkait suatu subjek.

Temukan juga media belajar gratis yang mudah seperti sumber online atau perpustakaan untuk membuat anak belajar lebih mudah.

Editors' Picks

3. Harga diri dan kepercayaan diri

3. Harga diri kepercayaan diri
Freepik/A3pfamily

Biasanya anak-anak cepat menangkap hal-hal negatif sehingga mungkin menyalahkan diri mereka sendiri atas situasi tersebut. Ini membuat anak memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang rendah.

Waspadai kesehatan emosional dan harga diri anak.

Hal yang harus mama lakukan adalah luangkan waktu mama setiap harinya untuk membicarakan apa yang terjadi pada mereka hari itu dan tentunya mama harus mendengarkan ceritanya dengan seksama.

Lalu mama harus berupaya untuk berkomunikasi dengan anak menggunakan cara yang membangun kepercayaan dirinya. Selalu puji anak ketika ia melakukan sebuah pencapaian, sekecil apapun pencapaian itu. 

Untuk meningkatkan harga diri anak, bisa juga dengan memahami 5 Cara Efektif untuk Membangun Harga Diri Anak.

4. Hubungan anak dengan orang tua yang lain (ayah/ibu)

4. Hubungan anak orang tua lain (ayah/ibu)
Freepik

Jika mama dan papa berpisah dan anak dibesarkan oleh mama, maka ada kemungkinan hubungan anak dengan papanya akan menjadi tidak sedekat dulu lagi.

Itu dikarenakan hubungan mama dan papa yang tidak baik. Ketika hubungan mama dan papa tidak baik maka, anak mungkin merasa ditinggalkan atau bahkan khawatir bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang salah.

Jadi, meskipun mama sudah tidak bersama papa lagi, usahakan tetap menjalin hubungan yang baik dengan papa.

Biarkan anak menjalin relasi dengan papanya dan biarkan papanya berdiskusi dengan mama untuk membahas masa depan anak. Ingat Ma, ada mantan suami tetapi tidak ada yang namanya mantan papa.

Semakin mama menjalin relasi yang baik dengan papa, maka anak akan semakin merasa dicintai. Akan semakin baik untuk perkembangan anak.

5. Membuat anak stres dan mengalami gangguan kecemasan

5. Membuat anak stres mengalami gangguan kecemasan
piedmontparent.com

Bila mama berpisah dengan papa karena pertengkaran yang hebat dan ternyata anak melihat hal tersebut. Maka anak akan terkena stres dan gangguan kecemasan yang disebabkan anak terlalu banyak terkena hal negatif.

Bagaimana anak tidak stres bila menyaksikan perkelahian kedua orang tuanya dan mendengar orang tuanya saling membentak?

Jadi pastikan Ma, jika mama sudah berpisah dengan suami sebaiknya jangan mengatakan hal yang buruk tentang suami mama di depan anak.

Perlihatkan saja bahwa meskipun berpisah, hubungan kalian berdua tetap baik-baik saja.

Janganlah mama bersandar secara emosional kepada anak, ini akan membuat anak stres dan mempengaruhi perkembangan emosionalnya.

Bila mama mempunyai masalah keuangan atau mengalami tekanan, berceritalah kepada kerabat terdekat dan mencari jalan keluarnya bersama-sama.

Jika anak sudah cukup dewasa, jelaskanlah bahwa tekanan yang mama alami bukanlah salah mereka. Yakinkan anak bahwa mama selalu mencintainya dan selalu ada untuknya.

Baca juga:

Itu tadi dampak yang diakibatkan bila anak memiliki orang tua tunggal. 

Menjadi anak dari orang tua tunggal atau  sendiri merupakan hal yang sulit dan akan berdampak dalam berbagai aspek kehidupan. Akan tetapi teruslah kuat dan percaya bahwa ini semua bisa teratasi bila Mama berserah dan dan berupaya selalu memberikan yang terbaik untuk anak mama.

Semangat terus, Ma!

Bacajuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.