Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Film Pendek yang Bongkar Sisi Horor Interaksi Manusia Zaman Sekarang
doc.dhiomuhammadaldicky
  • Playvul NYRA, rumah produksi yang menghadirkan tiga film pendek berunsur satir, horor serta thriller psikologis yang mendapat pengakuan di festival internasional.

  • More Pain, More Gain mengkritik ambisi berlebihan dan maskulinitas toksik melalui persaingan ekstrem Jati dan Abe. Sementara itu, Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa menyorot generasi sandwich serta manipulasi seminar.

  • Ambang Batas membahas kekerasan seksual dan keamanan perempuan di ruang publik lewat ketegangan psikologis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Playvul NYRA merupakan sebuah rumah produksi film Indonesia, yang berfokus pada narasi yang mencolok, satir, dan juga memainkan pikiran. Rumah produksi ini telah didirikan dari tahun 2024, dengan sejumlah film pendeknya yang telah lolos ke dalam beberapa penghargaan dan festival film.

Tiga dari film pendeknya yaitu berjudul More Pain, More Gain, Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa, dan juga Ambang Batas. Ketiga film pendek ini telah diakui di kancah internasional seperti Stockholm Film Festival, Fantasia Film Festival, hingga Balinale.

Ketiga film pendek tersebut baru saja menggelar screening and discussion bersama Playvul NYRA pada 13 Agustus 2026 di CGV FX Sudirman. Ketiga film tersebut memiliki sentuhan khas yaitu ketegangan dan psycological thriller, dengan fokus utamanya yaitu mengenai isu- isu sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut Popmama.com telah merangkum ketiga film pendeknya yang membongkar sisi horor antara interaksi manusia pada zaman sekarang.

Disimak, yuk!

1. More Pain, More Gain mengangkat isu toxic masculinity

Instagram.com/nyra.studio

Film pendek More Pain, More Gain merupakan sebuah karya komedi hitam dan satir asal Indonesia yang dirilis pertama kali pada tahun 2024. Dengan disutradarai oleh Yusgunawan Marto dan berdurasi 11 menit, film ini mengkritik isu sosial masyarakat, yaitu tekanan mental untuk selalu meraih kemenangan dan ambisi yang besar dalam mencapainya.

Dibintangi oleh jajaran aktor ternama seperti Andri Mashadi dan Volland Humanggio, film More Pain, More Gain berhasil membuat penonton merasa mual dan mengernyitkan dahi saat menyaksikannya.

Dikemas dengan pendekatan yang absurd dan gaya satir yang tajam, film ini mampu membongkar dampak buruk dari konsep toksik maskulinitas yang sering kali menuntut laki-laki untuk selalu terlihat kuat secara fisik, perkasa, dan mendominasi.

Berkisah mengenai karakter Jati yang terjebak dalam obsesi ekstrem untuk meniru sang legenda binaraga. Namun ketika seseorang, yaitu Abe, muncul untuk menyainginya, Jati merasa terancam. Keduanya saling menantang dan bersaing hingga melampaui batas-batas manusiawi.

2. Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa tentang kerentanan generasi sandwich

Instagram.com/playvul.nyra

Film pendek Salam Dahsyat Fantastis Luar Biasa ini merupakan film kedua yang di produksi oleh Playvul NYRA. Dirilis pertama kali pada tahun 2025 dan di sutradarai oleh Nadina Habsjah serta Yusgunawan Marto.

Film ini mengangkat isu sosial kerentanan generasi sandwich yang banyak terjadi di zaman sekarang. Berfokus pada peran Angga yang diperankan oleh Muh Thoriq yang sedang di ambang keputusasaan karena memiliki banyak utang dan pinjaman online. Kemudian temannya mengajak untuk mengikuti seminar yang menjadi awal terjebaknya Angga dalam lingkaran absurd yang memanipulasi.

Sosok Bunda Mira, sang pemimpin seminar yang diperankan oleh Ruth Marini sudah tidak dapat diragukan lagi karisma dan aktingnya. Ia tampil bak pemimpin kultus yang mampu mengontrol emosi dan memanipulasi psikologis.

Pada akhirnya, Angga harus menghadapi konsekuensi mengerikan ketika seminar motivasi tersebut berujung pada kultus yang merusak hidup dan akal sehatnya.

3. Ambang Batas tentang pentingnya rasa aman perempuan di ruang publik

Instagram.com/nyra.studio

Film pendek Ambang Batas menjadi film yang difokuskan pada acara screening and discussion dan sudah tayang perdana di kanal YouTube Playvul NYRA. Film pendek yang mengangkat isu kekerasan seksual dan ketegangan psikologis ini masih disutradarai oleh Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto serta ditulis Amanda Simandjuntak.

Berdurasi tepat 20 menit, film ini mengupas tuntas mengenai keamanan perempuan dan rasa amannya di ruang publik. Akting antara Ginanti dan Pak Santoso yang diperankan oleh Putri Ayudya dan Rukman Rosadi sukses membuat penonton mengalami ketegangan yang intens.

Dibumbui oleh plot twist yang sangat memutar otak, dan kontras gender antara laki-laki dan perempuan menjadi fondasi utama dari kritik isu sosial dalam film pendek ini. Menjadikan film ini sangat relevan pada isu sosial yang marak terjadi pada zaman sekarang.

 "Berikan rasa aman di dalam rumah agar tidak terjadi perang di luar rumah," ucap Rukman Rosadi, pemeran Pak Santoso di film pendek Ambang Batas pada pada Kamis (13/8/2026).

Saat screening and discussion, Rukman Rosadi mengingatkan untuk senantiasa menjaga dan memberikan rasa aman di dalam rumah karena ketahanan psikologis dan emosional seseorang dibentuk oleh lingkungan terdekatnya. Ketika fondasi di dalam rumah rapuh, individu cenderung memproyeksikan konflik internal mereka ke dunia luar.

Pada akhirnya, melalui kemasan genre yang berani, mulai dari body horror yang absurd hingga psychological thriller yang mencekam, trilogi film pendek karya Playvul NYRA ini tidak hanya sukses mencuri perhatian di festival internasional, tetapi juga berhasil memberikan tamparan satir yang krusial bagi realitas sosial masyarakat kita saat ini.

Itulah ketiga film pendek Playvul NYRA yang membongkar sisi horor interaksi manusia zaman sekarang. Kalau ada waktu luang, jangan terlewat untuk menontonnya, ya.

Editorial Team

Related Article