Demi Kelancaran Proses Menyusui, 7 Peran Suami Ini Perlu Dilakukan

Para suami wajib mengetahui perannya demi kelancaran proses menyusui

1 Agustus 2021

Demi Kelancaran Proses Menyusui, 7 Peran Suami Ini Perlu Dilakukan
Pixabay/AdinaVoicu

Menyusui secara eksklusif menjadi keinginan setiap Mama yang sedang berusaha memberikan ASI.

Namun, usaha Mama tidak bisa sendirian. Butuh sekali dukungan dari pasangan, keluarga hingga orang-orang terdekat agar produksi ASI lancar dan proses menyusui bisa berjalan lancar.

Sebagai pasangan dan orang terdekat, Papa memegang peranan penting dalam menyukseskan proses menyusui si Kecil. Meskipun tidak banyak yang bisa dilakukan, Papa bisa memberikan beberapa bantuan terhadap pasangan.

Berikut beberapa tips dari Popmama.comuntuk membantu para Papa dalam menyukseskan proses menyusui.

1. Tetap berusaha sabar menghadapi pasangan

1. Tetap berusaha sabar menghadapi pasangan
Pixabay/Pexels

Sebagai orangtua yang baru memiliki anak pasti seorang Mama akan mengalami banyak perubahan, mulai dari fisik hingga mental.

Begitu juga dengan pasangan yang sedang bertugas untuk menyusui si Kecil, dirinya akan mengalami perubahan hormon. Inilah yang menyebabkan mood pasangan terkadang sering naik turun.

Perubahan mood inilah yang kadang membuat Mama merasa sangat bahagia saat proses menyusui si Kecil, namun ada waktu saat dirinya merasa lelah karena harus menyusui terus-menerus. Belum lagi harus ada rutinitas lain yang perlu diselesaikan.

Untuk memberi dukungan agar Mama bisa berhasil menjalani proses menyusui ini, Papa hanya perlu bersabar dengan perubahan mood pasangan. Usahakan untuk tidak emosi saat ada masalah karena ini akan membuat pasangan stres, sehingga berpengaruh terhadap proses menyusui.

Tetaplah membuat pasangan merasa bahagia dengan cara menemani, mengerti terhadap apa yang sedang dirasakannya dan selalu bisa memahami. 

2. Berusaha memperkuat bonding dengan bayi

2. Berusaha memperkuat bonding bayi
Unsplash/Giu Vicente

Selama proses menyusui, pelan-pelan akan memperkuat bonding antara Mama dan si Kecil. Untuk itu, perlu sekali didukung agar si Kecil merasa aman dan nyaman saat proses menyusui berlangsung.

Meskipun Papa tidak bisa menyusui, ikatan batin atau bonding terhadap si Kecil juga harus tetap dibangun ya. Papa bisa membangun bonding dengan si Kecil melalui beberapa cara, seperti memberi sentuhan, mengusap lembut pipi atau keningnya, menggendong, memandikan bahkan bisa dengan cara mengajaknya berbicara.

Beberapa cara ini, si Kecil akan terbiasa dengan kehadiran Papa. Apalagi ini akan membantu saat si Kecil diberikan ASI perah dari botol susu. 

Editors' Picks

3. Menemani pasangan ke konselor laktasi

3. Menemani pasangan ke konselor laktasi
Freepik/yanalya

Ada kalanya selama proses menyusui pasti Mama akan mengalami masalah dengan air susunya. Ketika masalah ini terjadi perlu sekali dukungan dari Papa sebagai pasangan. Salah satu caranya yaitu dengan menemani pasangan ke konselor di klinik laktasi.

Perlu Papa ketahui nih kalau klinik laktasi merupakan tempat atau lembaga konseling bagi ibu atau calon ibu mengenai masalah menyusui. Namun, tidak semua rumah sakit yang menyediakan fasilitas bersalin mempunya klinik laktasi. Padahal fasilitas ini akan membantu memberikan perhatian serta pelayanan lebih pada ibu dan bayi.

Dengan menemani pasangan pergi ke klinik laktasi ini akan membantu dalam mendapatkan banyak informasi, mulai dari manfaat ASI dan menyusui, cara menyusui hingga cara memerah ASI yang benar.

Di klinik laktasi, pasangan juga akan bisa saling sharing mengenai pengalaman selama menyusui sehingga menambah pengetahuan mengenai ASI bagi si Kecil.

4. Mendukung dan membantu pasangan saat proses menyusui

4. Mendukung membantu pasangan saat proses menyusui
Unsplash/Brytny.com

Selama menjalankan proses menyusui si Kecil ini, Mama perlu menyusui sebanyak 8 hingga 12 kali sehari. Inilah yang menyebabkan Mama memiliki keterbatasan waktu bahkan untuk mandi, mengerjakan pekerjaan lain bahkan merawat diri sendiri.

Untuk itu untuk membantu pasangan saat menjalankan proses menyusui, Papa bisa memberikan bantuan seperti:

  • Membawakan makanan atau minuman selama pasangan menyusui
  • Membawakan bantal agar merasa lebih nyaman saat menyusui
  • Membantu menggantikan popok atau memandiikan si Kecil
  • Mencarikan asisten rumah tangga atau sekedar membantu mengerjakan pekerjaan rumah
  • Mengisi isi saldo pasangan untuk sekedar online shopping agar memenuhi kebutuhan keluarga atau dirinya sendiri

5. Mencari informasi mengenai proses menyusui

5. Mencari informasi mengenai proses menyusui
Unsplash/Carlo Navarro

Sebagai orang yang awam dan belum pernah mengetahui tentang proses menyusui sebelumnya, Papa harus berusaha untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya ya.

Bisa dengan cara ikut terlibat dalam breastfeeding class, membaca buku atau artikel-artikel yang berkaitan dengan proses menyusui. Dengan banyaknya pengetahuan yang berkaitan mengenai proses menyusui, ini akan membuat Papa lebih paham.

Sebuah penelitian dari Curtin University di tahun 2009 menyatakan jika keberhasilan pemberian ASI selama 6 bulan akan semakin besar, ketika Papa sebagai pasangan juga bisa belajar mengenai cara mencegah dan mengatasi masalah selama proses menyusui terjadi.

6. Berusaha menjadi juru bicara pasangan

6. Berusaha menjadi juru bicara pasangan
Pixabay/Free-Photos

Terkadang apa yang kita lakukan itu belum tentu dianggap positif oleh lingkungan sekitar.

Untuk itu, ketika Papa mendengar ada keluarga atau teman yang berkomentar negatif alias nyinyir mengenai pilihan Mama saat memberikan ASI ke si Kecil sudah waktunya untuk bertindak ya.

Bantu pasangan dengan cara menghentikan komentar-komentar negatif itu. Jangan sampai pasangan menjadi kurang bersemangat akibat ucapan dari orang lain. Papa harus bisa membangkitkan semangatnya kembali agar ini tidak berdampak pada proses menyusui.

7. Memberikan bantuan dengan cara memijat

7. Memberikan bantuan cara memijat
Unsplash/Matheus Ferrero

Ingat, menjalankan proses menyusui itu tidak mudah ya!

Untuk itu, tidak ada salahnya sesekali memijat pasangan saat menyusui atau sedang bersantai. Pijatlah bahu pasangan yang mungkin saja sedang pegal. Hal yang terlihat sederhana ini akan membantu merangsang produksi hormon oksitosin.

Hormon ini berguna untuk meredam perasaan stres yang sedang dirasakan Mama selama menyusui, sehingga memunculkan perasaan bahagia.

Saat pasangan sedang curhat mengenai kendala saat menyusui, cobalah untuk mendengarkannya. Ini akan membantu dirinya mendapatkan orang yang tepat untuk bercerita. Lagipula Papa yang sudah punya pengetahuan mengenai hal ini dan sering menemani ke konselor laktasi pasti punya lebih banyak pengetahuan ya.

Itulah beberapa hal yang bisa Papa lakukan demi membantu kelancaran proses menyusui. Perlu diingat juga kalau dukungan dari orang-orang terdekat mampu memberikan peran penting bagi kelancaran ASI.

Tetap semangat mendukung dan menemani pasangan selama proses menyusui ya, Pa!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.