Kenapa Mama Bisa Hamil Anak Laki-Laki Semua? Ini Penjelasannya

- Jenis kelamin ditentukan oleh sperma papa, bukan tubuh mama.
- Peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan tetap 50:50 di setiap kehamilan.
- Pola saudara laki-laki di keluarga papa bisa memengaruhi peluang memiliki anak laki-laki.
Mama mungkin pernah melihat keluarga yang semua anaknya laki-laki, lalu bertanya-tanya, “Kok bisa ya? Apa karena faktor makan? Genetik? Atau justru dari Mama sendiri?”
Meski terdengar sederhana, fenomena ini memang sering memunculkan rasa penasaran. Secara teori, peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan selalu 50:50 di setiap kehamilan. Namun kenyataannya, ada beberapa keluarga yang terlihat lebih sering punya anak dengan jenis kelamin yang sama.
Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa proses penentuan jenis kelamin bisa dipengaruhi faktor biologis, genetik, hingga pola kromosom tertentu yang kemungkinan memengaruhi peluang lahirnya anak laki-laki atau perempuan.
Nah, kalau Mama ingin tahu lebih jauh apa saja yang mungkin berpengaruh, yukm simak rangkuman Popmama.com tentang kenapa Mama bisa hamil anak laki-laki semua?
1. Jenis kelamin tidak ditentukan oleh tubuh mama

Banyak Mama yang mungkin mengira jenis kelamin dipengaruhi oleh tubuh perempuan. Padahal menurut penjelasan dari Genetics Home Reference dari NIH (National Institutes of Health), jenis kelamin bayi ditentukan oleh kombinasi kromosom dari sperma papa dan sel telur mama. Sel telur mama selalu membawa kromosom X, sedangkan sperma papa dapat membawa kromosom X atau Y.
Jika sperma Y yang membuahi sel telur, hasilnya adalah bayi laki-laki (XY). Namun jika sperma X yang berhasil lebih dulu, maka yang terbentuk adalah bayi perempuan. Artinya, secara biologis Papa memegang peran utama dalam menentukan jenis kelamin anak, dikutip dari Family Education.
Jadi kalau Mama memiliki beberapa anak laki-laki, kemungkinan besar sperma pembawa kromosom Y lebih sering “menang” dalam proses pembuahan. Ini bukan kesalahan siapa-siapa, ya, Ma, murni proses biologis yang terjadi secara natural.
2. Peluang tetap 50:50 di setiap kehamilan

Berdasarkan riset yang dipublikasikan oleh James WH dalam jurnal Human Reproduction, peluang memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah sekitar 50:50 dan tidak berubah dari satu kehamilan ke kehamilan lainnya. Jadi meskipun dua anak pertama Mama laki-laki, peluang kehamilan berikutnya tetap sama dengan kehamilan awal.
Penjelasan ini juga didukung oleh ACOG (American College of Obstetricians and Gynecologists) dan Mayo Clinic, yang menegaskan bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sperma mana yang lebih dulu mencapai sel telur, bukan oleh urutan kelahiran atau pola keluarga, dikutip dari BBC Science Focus.
Namun karena prosesnya acak, memang bisa saja muncul pola dalam keluarga. Misalnya beberapa pasangan memiliki anak laki-laki semua, sementara keluarga lainnya memiliki anak perempuan semua. Ini terlihat seperti kecenderungan, padahal secara ilmiah peluangnya tetap 50:50.
3. Pola saudara laki-laki bisa pengaruhi peluang

Sebuah penelitian internasional tentang pola kelahiran menemukan hal menarik. Laki-laki yang memiliki lebih banyak saudara laki-laki cenderung lebih sering memiliki anak laki-laki, sedangkan lami-laki yang memiliki lebih banyak saudara perempuan lebih mungkin memiliki anak perempuan.
Penelitian ini menunjukkan kemungkinan adanya gen tersembunyi yang memengaruhi apakah sperma seorang laki-laki lebih banyak membawa kromosom X atau Y. Jika seorang Papa membawa gen yang membuatnya menghasilkan lebih banyak sperma Y, peluang memiliki anak laki-laki menjadi lebih tinggi.
Yang menarik, pola ini ternyata hanya berlaku pada Papa, bukan Mama. Artinya riwayat keluarga dari pihak perempuan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kecenderungan jenis kelamin anak.
Walaupun gen ini belum ditemukan secara pasti, penelitian tersebut membuka kemungkinan bahwa beberapa laki-laki memang memiliki kecenderungan biologis untuk menghasilkan lebih banyak sperma pembawa Y. Jadi kalau Mama lihat keluarga suami penuh dengan saudara laki-laki, hal ini bisa menjadi petunjuk kecil.
4. Kemungkinan faktor genetik dari Papa yang berperan besar

Selain pola keluarga, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Evolutionary Biology menemukan bahwa sebagian laki-laki mungkin memiliki faktor genetik yang memengaruhi komposisi sperma X dan Y yang mereka hasilkan. Akibatnya, ada laki-laki yang cenderung menghasilkan lebih banyak sperma Y (peluang anak laki-laki lebih besar) atau lebih banyak sperma X (peluang anak perempuan lebih besar), dilansir dari ParentData.
Selain itu, faktor genetik juga dapat memengaruhi kualitas sperma. Misalnya, sperma tertentu dapat bergerak lebih cepat, lebih tahan hidup, atau lebih mudah membuahi. Jika sperma Y dalam tubuh papa lebih cepat atau lebih banyak jumlahnya, peluang terjadinya pembuahan oleh sperma Y tentu meningkat.
5. Perbedaan karakter sperma X dan Y

Ada teori dari Landrum Shettles yang menyebut sperma pembawa kromosom Y (untuk anak laki-laki) bergerak lebih cepat namun lebih rapuh, sementara sperma X (untuk anak perempuan) lebih kuat tetapi bergeraknya lebih lambat. Teori ini sempat populer karena mudah dipahami.
Namun penelitian lain, termasuk yang diterbitkan dalam Human Reproduction Update, menemukan bahwa perbedaan antara sperma X dan Y tidak cukup besar untuk benar-benar menentukan jenis kelamin. Artinya, cepat atau lambatnya sperma sebenarnya bukan faktor utama yang menentukan jenis kelamin bayi.
Faktor seperti kondisi lendir serviks, waktu ovulasi, hingga lingkungan dalam tubuh mama juga ikut berpengaruh. Dan semuanya ini berlangsung secara acak.
Dengan kata lain, karakter sperma memang berbeda, tapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi banyak hal dan tidak bisa dijadikan aspek utama untuk menentukan anak laki-laki atau perempuan.
Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang berbagai temuan ilmiah yang mungkin menjawab pertanyaan kenapa Mama bisa hamil anak laki-laki semua.
Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.


















