Hindari Segala Dosa, Kenali 3 Jenis Zina dalam Agama Islam 

Pastikan untuk selalu setia bersama pasangan dan kenali jenis-jenis zina dalam Islam

26 Oktober 2020

Hindari Segala Dosa, Kenali 3 Jenis Zina dalam Agama Islam 
Freepik

Melakukan zina, termasuk perbuatan yang tidak hanya merugikan diri sendiri saja melainkan juga orang lain. Selain diharamkan, zina pun merupakan dosa besar apabila dilakukan.

Zina pun tidak hanya sebatas melakukan hubungan intim antara laki-laki dan perempuan saja, namun perbuatan yang dapat meningkatkan gairah seksual juga termasuk zina. Apalagi jika dilakukan dengan seseorang yang bukan pasangannya. 

Dalam Alquran surat Al-Isra ayat 32, Allah telah berfirman: 

Wa laa taqrabuz-zinaa innahu kaana faahisyah, wa saa'a sabiilaa

Artinya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."

Dalam ajaran Islam, terdapat jenis-jenis zina yang perlu diketahui. Jika ingin mengetahui jenis dan perbedaannya, kali ini Popmama.com telah merangkumnya secara detail.

Simak jenis-jenis zina beserta penjelasannya yuk, Ma!

Editors' Picks

1. Zina Al-Laman dilakukan oleh seseorang menggunakan panca indera mereka

1. Zina Al-Laman dilakukan oleh seseorang menggunakan panca indera mereka
Freepik/ArthurHidden

Zina Al-Laman, termasuk jenis zina yang umumnya dilakukan dengan menggunakan panca indera. Terkait dengan jenis ini, Rasulullah pernah bersabda yang berbunyi: 

"Telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan (hasrat) dan yang membenarkan dan mendustakannya adalah kemaluan." - HR. Muslim

Berikut ini yang termasuk Zina Al-Laman karena menggunakan panca indera, yakni: 

  • Zina ain, yaitu zina yang dilakukan oleh mata yaitu ketika seseorang memandang lawan jenisnya dengan perasaan senang atau penuh hawa nafsu. 
  • Zina qalbi, yaitu zina yang dilakukan oleh hati yaitu ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan jenis dengan perasaan senang dan bahagia.
  • Zina ucapan (lisan), yaitu zina yang dilakukan oleh lisan atau ucapan ketika membicarakan lawan jenis yang diikuti dengan perasaan senang.
  • Zina tangan (yadin), yaitu zina yang dilakukan oleh tangan. Ini terjadi ketika seseorang dengan sengaja memegang bagian tubuh lawan jenisnya diikuti dengan perasaan senang, bahagia atau penuh dengan hawa nafsu. 

2. Zina Muhsan dilakukan oleh seseorang yang sudah menikah, namun melakukan perselingkuhan

2. Zina Muhsan dilakukan oleh seseorang sudah menikah, namun melakukan perselingkuhan
Pexels/Jonathan Borba

Perlu diketahui bahwa pasangan suami istri yang melakukan perselingkuhan, bahkan telah melakukan hubungan seks masuk ke dalam zina Muhsan. 

Zina Muhsan sendiri termasuk salah satu zina yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah atau telah memiliki suami atau istri, alias selingkuh. Jenis zina ini pun terjadi karena melibatkan alat kelamin yang bukan mahramnya.

Padahal seseorang yang telah menikah sebaiknya terus menjaga diri dari orang lain yang bukan mahram. 

Selain belajar untuk selalu menjaga perilaku dan kesetiaan, setiap aktivitas seksual pun wajib dilakukan oleh pasangan yang sudah sah secara agama. 

3. Zina gairu muhsan dilakukan oleh seseorang pasangan yang belum sah menikah

3. Zina gairu muhsan dilakukan oleh seseorang pasangan belum sah menikah
Freepik/Racool_studio

Zina Gairu Muhsan adalah zina yang dilakukan oleh mereka yang belum sah menikah atau resmi sebagai pasangan suami istri. 

Zina Gairu Muhsan termasuk salah satu yang perlu dihindari oleh manusia, sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal ini dikarenakan pasangan yang belum menikah dapat terhasut godaan dan hawa nafsu, sehingga melakukan perbuatan zina. 

Nah, itulah beberapa informasi terkait jenis-jenis zina menurut ajaran Islam. Demi terhindar dari dosa, alangkah baiknya untuk dihindari dan selalu setia dengan pasangan. 

Semoga informasi di atas bisa menjadi pengetahuan baru dan bermanfaat ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.