Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Keberanian menghidupkan lagi mimpi lewat musikal perahu kertas
Dok. Konferensi Pers Musikal Perahu Kertas

Intinya sih...

  • Kugy dan Keenan sebagai representasi dua jiwa seni serta mimpi yang diperjuangkan.

  • Perjalanan personal aktor lewat panggung musikal Perahu Kertas.

  • Kisah ceritanya dekat dengan keseharian dan pengalaman hidup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musikal Perahu Kertas akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kisah keduanya akan dihadirkan dalam pertunjukan musikal yang tidak menyorot kisah romantis di antara keduanya seperti pada novel maupun film, namun akan menyororti pada mimpi-mimpi yang dihidupkan.

Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Lewat pendekatan musikal yang lebih emosional dalam menyorot keberanian masing-masing karakter dalam menghidupkan mimpi. Musikal Perahu Kertas tak hanya sekadar membawa kisah Kugy dan Keenan ke atas panggung, tetapi juga mengajak penonton menengok kembali mengenai relasi serta pilihan hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum kisah keberanian dalam menghidupkan lagi mimpi lewat musikal Perahu Kertas.

Yuk Ma, disimak!

1. Kugy dan Keenan sebagai representasi dua jiwa seni serta mimpi yang diperjuangkan

Dok. Konferensi Pers Musikal Perahu Kertas

Karakter Kugy dan Keenan digambarkan sebagai dua individu pecinta seni yang bertahan dengan cara yang berbeda. Kugy yang sadar bahwa realita tak seindah itu, lebih memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya.

Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Keduanya menunjukan cara yang berbeda untuk menegaskan identitas masing-masing.

Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

2. Perjalanan personal aktor lewat panggung musikal Perahu Kertas

Dok. Konferensi Pers Musikal Perahu Kertas

Bagi Alya Syahrani, yang memerankan Kugy, menyampaikan bahwa musikal Perahu Kertas menjadi perjalanan artistik yang sangat personal. Musikal Perahu Kertas menjadi panggung ketujuhnya dan menurutnya setiap proses produksi meninggalkan kesan yang kuat serta semakin memperkuat kecintaannya pada dunia teater.

Perahu Kertas memiliki kedekatan emosional tersendiri buatku, karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Melalui proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung,” kata Alya dalam konferensi pers kedua pada Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, bagi Marsha Lavinia sebagai pemeran Luhde, ia menambahkan bahwa proses produksi dan latihan membuka wawasannya sebagai performer terutama ini merupakan pengalaman pertamanya dalam musikal teater.

“Ini adalah panggung musikal pertamaku dan prosesnya sangat membuka wawasanku sebagai performer. Aku belajar menyatukan bernyanyi, berakting, dan bercerita melalui karakter dalam satu pertunjukan. Peran Luhde menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membentuk langkah awalku di dunia musikal,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

3. Kisahnya dekat dengan keseharian dan pengalaman hidup

Dok. Konferensi Pers Musikal Perahu Kertas

Kedekatan cerita Perahu Kertas dengan kehidupan sehari-hari juga dirasakan oleh para pemerannya. Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, menilai karakter Keenan yang imajinatif relevan dengan kehidupannya dan sebagian orang.

“Ketertarikanku mengikuti audisi musikal Perahu Kertas berangkat dari kecintaanku pada film dan novel Perahu Kertas. Cerita ini terasa begitu dekat dengan keseharianku dan aku bisa melihat banyak pengalaman hidupku tercermin dalam karakter Keenan. Aku berharap musikal Perahu Kertas, sebagai panggung musikal kelima dalam perjalanan karierku, dapat membawaku selangkah lebih dekat menuju mimpiku untuk menjadi seorang aktor,” ungkap Zaqqi.

4. Perbedaan musikal dengan versi film sebelumnya

Dok. Konferensi Pers Musikal Perahu Kertas

Perbedaan musikal Perahu Kertas dengan versi film terletak pada fokus ceritanya.

”Cerita diadaptasi dari  novel dengan lebih menekankan keberanian menghidupkan mimpi, bukan kisah percintaan, berbeda dengan film,” ungkap Billi Gamaliel.

Berbeda dengan film dan bukunya, adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater. Alih-alih menonjolkan percintaan, cerita musikal lebih menekankan keberanian Kugy dan Keenan dalam menghidupkan lagi mimpi.

”Setiap proses adaptasi dilakukan dengan tetap menjaga esensi cerita. Apa pun yang dilakukan selalu mendapat izin dari Dee Lestari, karena kita ingin menjaga roh cerita dalam novel,” ungkap Widya Arifianti selaku penulis naskah ditemui dalam acara yang sama.

Lewat musikal Perahu Kertas, Kugy dan Keenan akan menghidupkan lagi mimpi mereka dengan berani yang dipadukan dengan musik, sastra serta teater. Kisah ini dekat secara emosional dengan banyak orang. Mama tertarik untuk menonton musikal Perahu Kertas?

Editorial Team