Kisah Mizuki, Orang Jepang yang Simpan Masakan Mamanya Selama 5 Tahun

Pada 2013, Mizuki kehilangan mamanya akibat perdarahan otak, setelah sang mama sempat memasak buta no kakuni pilihan Mizuki untuk makan malam keluarga.
Mizuki dan papanya menyimpan masakan terakhir tersebut di freezer selama lima tahun karena tidak sanggup membuang kenangan terakhir dari sang mama.
Pada 2018, program televisi membantu memeriksa dan menghangatkan hidangan hingga aman dicicipi. Mizuki serta papanya menangis saat rasa masakan mengingatkan mereka pada sang mama.
Kehilangan orangtua secara mendadak bisa meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan. Bagi Mizuki, salah satu kenangan paling membekas bersama sang mama justru berasal dari hidangan sederhana yang disiapkan untuk makan malam keluarga.
Pada 2013, Mizuki kehilangan mamanya yang meninggal secara mendadak akibat perdarahan di otak. Pagi sebelum kejadian tersebut, sang mama sempat membuat hidangan pilihan Mizuki. Namun, kepergiannya membuat makanan itu menjadi kenangan berharga yang tidak sanggup dibuang oleh Mizuki dan papanya.
Selama lima tahun, hidangan tersebut disimpan di dalam freezer hingga akhirnya Mizuki meminta bantuan sebuah program televisi Jepang untuk mengetahui apakah makanan itu masih bisa dicicipi. Popmama.com telah merangkum kisah haru Mizuki yang menyimpan masakan sang mama selama lima tahun.
Yuk, disimak selengkapnya!
1. Mizuki kehilangan sang mama secara mendadak pada 2013

Youtube.com/asianfeed Pada 2013, Mizuki masih berusia 20 tahun ketika sang mama meninggal dunia pada usia 54 tahun akibat perdarahan di otak. Sebelum kejadian tersebut, keduanya sempat membicarakan makanan yang ingin disantap untuk makan malam.
Mizuki memilih buta no kakuni, hidangan daging babi yang dimasak perlahan dengan bumbu khas Jepang. Sang mama kemudian menyiapkan hidangan tersebut sesuai pilihan putrinya, tanpa mengetahui bahwa makanan itu kelak akan menjadi kenangan yang sangat berarti bagi keluarga mereka.
Namun, pada malam harinya, Mizuki menemukan sang mama sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri di rumah. Situasi yang terjadi begitu mendadak itu menjadi awal dari kehilangan besar yang harus dihadapi Mizuki dan keluarganya.
2. Masakan terakhir sang mama disimpan di freezer selama lima tahun

Youtube.com/asianfeed Setelah ditemukan tidak sadarkan diri, sang mama segera dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Mizuki dan papanya pun harus menerima kenyataan pahit bahwa mereka telah kehilangan sosok yang begitu berarti dalam hidup mereka.
Ketika kembali ke rumah, keduanya mendapati hidangan buta no kakuni yang dibuat sang mama masih berada di dapur. Makanan tersebut awalnya disiapkan untuk makan malam keluarga, tetapi akhirnya menjadi pengingat akan momen terakhir bersama sang mama.
Mizuki dan papanya tidak sanggup membuang hidangan itu. Mereka kemudian memasukkannya ke dalam wadah dan menyimpannya di freezer. Selama lima tahun, makanan tersebut tetap disimpan karena Mizuki masih merasa berat untuk melepaskan salah satu kenangan terakhir dari sang mama.
3. Mizuki meminta bantuan program televisi Jepang pada 2018

Youtube.com/asianfeed Pada 2018, Mizuki akhirnya memutuskan meminta bantuan sebuah program televisi Jepang bernama Detective Knight Scoop. Ia ingin mengetahui apakah hidangan yang telah disimpan selama lima tahun tersebut masih memungkinkan untuk dicicipi kembali.
Program tersebut kemudian membantu Mizuki meminta seorang profesor untuk memeriksa kondisi makanan itu. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah hidangan tersebut masih bisa diolah dan dikonsumsi dengan aman setelah disimpan dalam waktu yang begitu lama.
Setelah melalui proses pemeriksaan, hidangan tersebut perlu dipanaskan hingga suhu 100 derajat Celsius atau lebih sebelum dicicipi kembali. Proses ini menjadi bagian penting sebelum Mizuki dapat mencoba masakan yang menyimpan begitu banyak kenangan tentang sang mama.
4. Mizuki menangis saat mencicipi kembali masakan sang mama

Youtube.com/asianfeed Setelah pemeriksaan selesai, seorang chef membantu mengolah kembali hidangan buta no kakuni tersebut. Tujuannya bukan sekadar menyiapkan makanan agar dapat dicicipi, melainkan juga berusaha menghadirkan kembali rasa masakan yang pernah dibuat oleh mama Mizuki.
Ketika akhirnya mencicipi hidangan itu, Mizuki tidak kuasa menahan tangis. Ia mengatakan bahwa rasa masakan tersebut mengingatkannya pada masakan sang mama. Momen itu seolah membawanya kembali pada kenangan ketika sang mama masih berada di sisinya.
Papanya pun ikut menangis saat menyaksikan momen tersebut. Bagi mereka, hidangan itu bukan sekadar makanan yang tersimpan selama lima tahun, melainkan pengingat akan kasih sayang, kebersamaan, dan kenangan bersama sosok mama yang sangat mereka rindukan.
Itu dia kisah haru Mizuki yang menyimpan masakan terakhir dari sang mama selama lima tahun. Bagi Mizuki dan papanya, hidangan tersebut bukan sekadar makanan, melainkan kenangan berharga yang mengingatkan mereka pada kasih sayang sang mama.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa terkadang, hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menyimpan makna mendalam bagi seseorang yang sedang merindukan orang tercinta.






















