Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Makna Hadis “Anak Laki-Laki Milik Ayahnya” yang Disinggung Ahmad Dhani
Instagram.com/ahmaddhaniofficial
  • Pernyataan Ahmad Dhani tentang hadis 'Anta wa maluka li abika' menarik perhatian publik dan memicu diskusi soal makna sebenarnya di tengah momen pernikahan El Rumi.
  • Penjelasan ulama menegaskan hadis tersebut tidak bermakna kepemilikan mutlak, melainkan menekankan tanggung jawab ayah serta keseimbangan penghormatan antara ayah dan ibu.
  • Hadis ini juga menyoroti pentingnya peran ayah sebagai pendidik dan teladan utama bagi anak, baik dalam ilmu maupun akhlak sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernyataan Ahmad Dhani yang mengutip hadisAnta wa maluka li abika” yang berarti anak laki-laki adalah milik ayahnya menuai perhatian publik. Ia mengunggah foto dengan caption yang dinilai memicu konflik di tengah momen pernikahan El Rumi. 

Lantas, apakah benar makna hadis tersebut menunjukkan bahwa seorang anak sepenuhnya “milik” papanya?

Untuk memahami hal ini secara utuh, penting merujuk pada penjelasan ulama. Salah satunya disampaikan dalam artikel NU Online yang memuat pandangan Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU, KH Mochammad Bukhori Muslim. Penjelasan tersebut dipublikasikan pada Kamis (12/11/2020) dan kembali dikutip oleh Popmama.com pada Minggu (26/4/2026).

Berikut Popmama.com rangkum makna dari hadis tersebut.

1. Bukan berarti anak adalah milik sang ayah secara mutlak

Instagram.com/elelrumi

Hadis “Anta wa maluka li abika” muncul dari kisah seorang anak yang mengadu kepada Rasulullah SAW karena hartanya ingin diambil oleh sang ayah. Rasulullah kemudian menjawab dengan hadis tersebut.

Namun, menurut penjelasan Mochammad Bukhori Muslim, maknanya tidak bisa dipahami secara harfiah sebagai kepemilikan mutlak.

“Jadi redaksi hadits itu bukan li ummika (milik ibumu) ternyata. Justru harta dan kamu itu milik ayah. Walaupun di dalam banyak riwayat, yang lebih dihormati itu adalah ibu, tetapi ayah juga harus dihormati sebagai (pemberi) nasab atau keturunan biologis,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa konteks hadis lebih menekankan tanggung jawab dan hubungan, bukan kepemilikan seperti benda.

2. Menekankan keseimbangan menghormati ayah dan ibu

Instagram.com/ahmaddhaniofficial

Dalam Islam, penghormatan kepada kedua orangtua harus berjalan seimbang. Ayah dihormati karena perannya sebagai pemberi nasab, sementara ibu dimuliakan karena mengandung dan melahirkan.

“Itu kan seimbang. Inilah ajaran Rasulullah Saw agar seorang anak mampu menghormati kedua orang tuanya,” jelas Bukhori. “Redaksi-redaksi (hadis) seorang anak untuk memuliakan orang tua itu banyak. Misalnya, ridhallah fi ridhal walidain (rida Allah sejalan dengan ridha orangtua). Ini sebenarnya sejajar penghormatannya,” tambahnya.

Hadis ini hadir untuk melengkapi ajaran lain agar penghormatan kepada ayah dan ibu tetap adil serta seimbang.

3. Menegaskan peran ayah sebagai pendidik dan teladan

Instagram.com/ahmaddhaniofficial

Selain sebagai pemberi nasab, papa juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak, baik dari segi ilmu maupun akhlak.

Menurut Bukhori, seorang papa idealnya menjadi sumber ilmu pertama bagi anak. Jika tidak memungkinkan, setidaknya ia tetap harus memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Artinya, seorang ayah selain sebagai nasab darah atau biologis untuk anak, juga seharusnya mengajarkan ilmu, sehingga anak ketika pertama kali mendapat ilmu seharusnya dari ayahnya. Inilah tugas dan fungsi ayah. Jangan sampai seorang ayah malah tidak memberikan ilmu sama sekali kepada anak,” katanya.

“Begitulah peran ayah. Jadi kalau ayah tidak punya ilmu pengetahuan dan sibuk mencari penghasilan maka minimal memberikan contoh yang baik kepada anak. Misalnya lagi bagaimana menghormati perempuan dan menghormati ibu,” tambahnya.

Dengan demikian, makna hadis ini bukan soal kepemilikan melainkan tanggung jawab besar papa dalam membimbing anaknya.

Itulah tadi informasi mengenai makna hadis “anak laki-laki milik ayahnya” yang sempat diucapkan Ahmad Dhani jelang pernikahan El Rumi. Semoga menambah informasi dari pengetahuan kita saat ini. 

Editorial Team