"Mbak Dira ini pastinya punya kesulitannya tersendiri karena bagaimana cara menyampaikannya tapi tidak terlalu terlihat, karena dia memang pendiam dan cukup memendam perasaannya," ungkap Mawar.
Mawar Eva Simpan Banyak Luka Main Film "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?"

Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? mengisahkan hubungan keluarga yang emosional, diadaptasi dari buku karya Khoirul Trian dan disutradarai oleh Kuntz Agus.
Mawar Eva de Jongh memerankan Dira. Ia mendalami karakter pendiam yang menyimpan luka batin, dibantu suasana syuting penuh dukungan antar pemain.
Baskara Mahendra sebagai Bumi menunjukkan cinta tanpa syarat pada Dira, sementara chemistry alami keduanya membuat film terasa tulus dan menyentuh.
Ada film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memaksa kita untuk berhenti sejenak dan merenungkan hubungan yang paling dekat dalam hidup kita, yaitu keluarga. Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? adalah salah satunya.
Diadaptasi dari buku best-seller karya Khoirul Trian dan disutradarai oleh Kuntz Agus, film drama keluarga ini mengangkat kisah Dira dan Darin. Keduanya digambarkan sebagai dua bersaudara yang tumbuh bersama sosok papa yang selalu ada secara fisik, namun tidak pernah benar-benar hadir secara emosional.
Popmama.com berkesempatan hadir langsung dalam press screening dan press conference film ini di Epicentrum XXI Jakarta pada Kamis (2/4/2026). Di sana, Mawar Eva de Jongh dan Baskara Mahendra berbagi cerita yang hangat dan jujur tentang perjalanan mereka menghidupkan karakter Dira dan Bumi di layar lebar.
Yuk, disimak ceritanya!
Mawar Eva Bicara soal Sisi Pendiam yang Menyimpan Banyak Luka

Memerankan Dira bukan sekadar tampil di depan kamera. Mawar Eva harus masuk ke dalam dunia seorang perempuan yang terbiasa memendam perasaan dan menyembunyikan bebannya dari orang-orang di sekitarnya.
Tantangan itu menjadi lebih ringan karena Mawar merasa sangat beruntung dikelilingi oleh rekan-rekan yang saling mendukung. Kebersamaan dan rasa percaya di antara para pemain menjadi fondasi yang membuat proses syuting berjalan dengan lebih tulus serta bermakna.
Adegan Paling Intens Dihadapi Bersama

Tidak sedikit adegan dalam film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? yang terasa menekan dada, bahkan bagi penonton sekalipun. Bagi Mawar, ada satu adegan yang secara khusus membuatnya deg-degan sejak pertama kali membaca naskah.
"Jadi memang ada satu adegan yang cukup intens dan cukup panjang. Pasti deg-degan banget ketika pertama kali baca, kayak gimana ya nanti kira-kira gitu. Tapi puji Tuhan aku punya teman-teman yang luar biasa. Sebelumnya kita selalu pegangan tangan, kayak menyamakan visi. Kita pasti bisa, dan memberikan energi positif terhadap satu sama lain. Jadi aku beruntung banget sih bisa berada di project ini bersama mereka semua," kata Mawar.
Momen saling berpegangan tangan sebagai bentuk saling support sebelum syuting itu bukan sekadar ritual. Hal tersebut adalah cerminan dari kepercayaan dan kehangatan yang terjalin di antara para pemain, dan energi itulah yang pada akhirnya ikut terasa sampai ke layar.
Bumi Hadir Sepenuhnya karena Dira Layak Mendapatkannya

Baskara Mahendra yang memerankan Bumi mengungkapkan bahwa ia tidak perlu berjuang keras untuk masuk ke dalam karakternya. Baginya, beratnya kehidupan Dira sudah cukup menjadi alasan kuat mengapa Bumi memberikan segalanya tanpa syarat.
"Dari awal aku baca skripnya, memang karakter Bumi ini sangat menyediakan semuanya, memberikan semuanya untuk Dira. Dan seperti kita lihat betapa beratnya hidupnya Dira, banyak sekali yang dialami, dan rasanya nggak susah sih untuk ngasih semuanya untuk Dira," tutur Baskara.
Sosok Bumi dalam film ini menjadi pengingat yang indah bahwa di tengah keluarga yang retak, selalu ada seseorang yang memilih untuk tetap hadir dan memberikan yang terbaik, bukan karena terpaksa, tetapi karena memang begitulah caranya mencintai.
Chemistry Mawar dan Baskara: Alami, Profesional, dan Sudah Teruji sejak Proyek Pertama

Chemistry yang terbangun antara Mawar Eva dan Baskara Mahendra di layar ternyata bukan sesuatu yang perlu direkayasa. Baskara dengan penuh keyakinan menyebut bahwa berkolaborasi dengan Mawar adalah pengalaman yang selalu terasa mudah dan menyenangkan.
"Gampang banget sih sama Mawar. Mawar tuh orangnya sangat-sangat profesional. Terus Mawar juga orang yang sangat siap memberikan segalanya untuk perannya. Dan ini project kedua aku juga dengan Mawar. Kayaknya nggak sulit sih, pasti nggak akan pernah ketemu lawan main Mawar yang bilang sulit untuk kerja sama Mawar," ungkap Baskara.
Kepercayaan yang sudah terbentuk sejak proyek pertama itulah yang membuat kolaborasi keduanya terasa mengalir begitu natural di sepanjang film, tanpa perlu banyak kata, cukup dengan saling percaya dan saling memberikan yang terbaik.
Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April 2026. Sebuah film yang tidak hanya mengajak penonton menangis, tetapi juga merenungkan kembali makna kehadiran yang sesungguhnya dalam sebuah keluarga.
FAQ Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
| Apa isu utama yang diangkat dalam film ini dan mengapa relevan untuk keluarga Indonesia? | Film ini mengangkat isu fatherless, yaitu kondisi di mana seorang anak kehilangan figur papa bukan karena kematian, melainkan karena ketidakhadiran emosional. |
| Apakah film ini cocok ditonton bersama seluruh anggota keluarga? | Film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton bersama keluarga, khususnya bagi Mama dan Papa yang ingin membuka ruang dialog yang lebih dalam dengan anak-anak. |
| Apa genre film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? | Film ini mengusung genre drama keluarga yang menitikberatkan pada konflik emosional, relasi orangtua-anak, serta perjalanan karakter dalam memahami arti kehadiran dan komunikasi dalam keluarga. |









-Gyb0QpF8Q9Ygb4yudCui899Cp9r9rLUb.jpg)








