Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Tipe-Tipe Teman saat Nonton Bola Bareng, Ada yang Menyebalkan
Pexels/Vitaly Gariev
  • Deretan tipe-tipe teman saat menonton sepak bola bersama, mulai dari yang jadi komentator dadakan hingga yang tiba-tiba menghilang setelah timnya kalah.

  • Tiap tipe ini menunjukkan reaksi unik terhadap kekalahan tim favorit, seperti menyalahkan wasit, bernostalgia dengan kejayaan masa lalu, atau tetap tenang tanpa drama.

  • Gaya interaksi para suporter yang mencerminkan dinamika pertemanan dan cara masing-masing menghadapi emosi dalam dunia sepak bola yang penuh warna.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menonton pertandingan sepak bola memang selalu seru, apalagi kalau dilakukan bersama teman-teman. Namun, keseruan itu biasanya tidak berhenti saat peluit panjang berbunyi. Justru setelah pertandingan selesai, berbagai reaksi unik dari para suporter mulai bermunculan dan sering kali menjadi hiburan tersendiri.

Ada yang langsung berubah jadi analis sepak bola dadakan, ada yang sibuk menyalahkan wasit, sampai ada yang mendadak menghilang dari media sosial karena tidak siap menerima ejekan. Kalau diperhatikan, hampir setiap tongkrongan pasti punya tipe suporter seperti ini.

Nah, berikut Popmama.com rangkum tipe teman saat tim sepak bola favoritnya kalah. Kira-kira, kamu termasuk yang mana?

Deretan Tipe-Tipe Teman saat Nonton Bola Bareng

1. Tipe “si paling komentator”

Pexels/Vitaly Gariev

Begitu peluit panjang berbunyi, teman tipe ini langsung berubah menjadi analis sepak bola dadakan.

Semua hal dibahas, mulai dari strategi pelatih, susunan pemain, hingga pergantian pemain yang dianggap terlambat. Cara bicaranya begitu meyakinkan sampai orang lain bisa mengira ia memiliki lisensi kepelatihan profesional.

Menurutnya, kekalahan tim kesayangan selalu berawal dari kesalahan taktik yang sebenarnya bisa dihindari. Ia akan membedah pertandingan menit demi menit, mengkritik formasi yang digunakan, hingga menyarankan pemain mana yang seharusnya dijual pada bursa transfer berikutnya.

Pokoknya, kalau mendengarkan dia, rasanya semua masalah klub bisa selesai dalam semalam.

2. Tipe yang menyalahkan keadaan

Pexels/Vitaly Gariev

Bagi tipe yang satu ini, tim kesayangannya hampir tidak pernah salah. Jika hasil pertandingan berakhir buruk, pasti ada faktor eksternal yang dianggap menjadi penyebab utama, mulai dari keputusan wasit, VAR, hingga kondisi lapangan yang dianggap tidak mendukung.

Ia biasanya akan sibuk mencari bukti bahwa timnya dirugikan. Rekaman pertandingan diputar berulang-ulang untuk menemukan momen kontroversial yang bisa dijadikan bahan pembelaan.

Jika wasit tidak bisa disalahkan, masih ada jadwal pertandingan yang terlalu padat, cuaca yang tidak bersahabat, atau bahkan komentator televisi yang dianggap membawa sial.

3. Tipe yang mendadak hilang dari media sosial

Pexels/Walter Medina Foto

Saat tim favoritnya kalah, teman tipe ini akan langsung menghilang tanpa jejak dari dunia maya. Akun media sosial yang biasanya aktif mendadak sepi, seolah-olah pemiliknya sedang cuti dari internet untuk sementara waktu.

Ia tahu betul bahwa kekalahan tim kesayangannya akan menjadi bahan candaan di grup pertemanan. Karena itu, langkah paling aman adalah menghindar terlebih dahulu sampai suasana mereda.

Biasanya, ia baru muncul lagi setelah timnya meraih kemenangan berikutnya, seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

4. Tipe pakar sejarah bola

Pexels/Vitaly Gariev

Ketika kondisi tim saat ini sedang tidak baik-baik saja, tipe teman ini akan langsung mengajak semua orang bernostalgia. Ia tidak terlalu peduli dengan hasil pertandingan malam itu karena merasa kejayaan masa lalu jauh lebih penting untuk dibicarakan.

Saat diejek karena timnya kalah, ia akan dengan percaya diri mengungkit jumlah trofi, gelar juara, atau sejarah panjang klub yang didukungnya. Kalimat seperti, “Klub kami punya tujuh trofi Liga Champions, tim kamu berapa?” biasanya menjadi senjata andalannya.

Bagi dia, sejarah adalah tameng paling ampuh untuk mempertahankan harga diri sebagai suporter.

5. Tipe stoic yang pasrah banget

Pexels/Diego Fioravanti

Tipe ini adalah sosok yang paling tenang di tongkrongan. Entah karena sudah dewasa atau memang sudah terlalu sering merasakan pahitnya kekalahan, ia terlihat santai menerima apa pun hasil pertandingan.

Saat teman-temannya sibuk marah atau berdebat, ia hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan aktivitas lain. Baginya, sepak bola hanyalah hiburan yang tidak perlu sampai merusak suasana hati. Karena sikapnya yang kalem, ia sering menjadi penengah ketika perdebatan antarsuporter mulai memanas.

6. Tipe kompor meleduk

Pexels/ELEVATE

Kalau ada satu orang yang paling berbahaya saat musim bola tiba, mungkin dialah orangnya. Menariknya, ia sering kali bukan pendukung tim yang sedang bertanding. Tujuan utamanya hanya satu, yakni mencari kesempatan untuk menggoda teman yang timnya kalah.

Begitu pertandingan selesai, dia langsung bergerak cepat mengirim meme, video lucu, atau potongan komentar yang menyindir klub yang kalah.

Kalimat sederhana seperti, “Masih kuat lihat klasemen?” atau “Tidur nyenyak malam ini?” sudah cukup untuk membuat grup chat kembali panas. Melihat teman lain kesal justru menjadi hiburan tersendiri baginya.

7. Tipe yang mau ganti tim, tetapi tidak bisa

Pexels/Vitaly Gariev

Teman tipe ini biasanya mulai goyah ketika klub kesayangannya terus-menerus tampil buruk. Ia perlahan berhenti memakai atribut tim, jarang ikut membela klub saat kalah, dan mulai terdengar lebih netral dalam setiap obrolan sepak bola.

Namun, meskipun berkali-kali mengancam akan pindah dukungan, kenyataannya ia tidak pernah benar-benar bisa melakukannya. Saat klubnya kembali menang, ia langsung muncul lagi dengan penuh semangat seperti tidak pernah mengeluh sebelumnya. Hubungannya dengan klub kesayangan memang mirip cinta yang penuh drama seperti sering kecewa, tapi susah ditinggalkan.

Itulah tadi tipe-tipe teman saat nonton bola bareng, ada yang bikin menyebalkan tapi tetap kita tahan. Kalau teman terdekat kamu bagaimana?

Editorial Team

Related Article