Bisa Meningkatkan Produksi ASI, Apa Itu Pijat Laktasi?

Lakukan teknik pijat laktasi secara teratur untuk bantu tingkatkan produksi ASI

11 Maret 2019

Bisa Meningkatkan Produksi ASI, Apa Itu Pijat Laktasi
Freepik/Freepic.diller

Saat menyusui, menjaga kualitas dan kuantitas produksi air susu ibu (ASI) menjadi salah satu hal yang sangat penting. Berbagai cara pun akan dilakukan untuk bisa meningkatkan produksi ASI.

Mulai dari mengonsumsi ASI booster, menggunakan teknik power pumping, hingga melakukan teknik pijat laktasi.

Pijat laktasi sangat mudah dan bisa dilakukan di waktu senggang Mama. Selain membantu meningkatkan produksi ASI, pijat laktasi juga bisa membantu melancarkan aliran ASI dan mencegah terjadinya sumbatan pada puting, Ma.

Bagaimana langkah-langkah melakukan pijat laktasi? Nah, yuk simak informasi lengkapnya dari Popmama.com berikut ini:

Apa itu pijat laktasi?

Apa itu pijat laktasi
Freepik/Phduet

Pijat laktasi adalah salah satu teknik yang bisa dilakukan ibu baru melahirkan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan payudara. Salah satunya adalah membantu melancarkan produksi ASI. Teknik pijat laktasi juga sering dilakukan saat terasa ada sumbatan pada puting, yang diakibatkan oleh tidak lancarnya aliran ASI di payudara.

Demikian dilansir dari Healthline, payudara bisa bengkak karena ASI tidak rutin diperah, sementara produksinya sedang banyak.

Apabila saat menyusui Mama kerap mengalami bengkak di payudara, pijat laktasi juga bisa dilakukan untuk membantu mengurangi bengkak tersebut.

Untuk melakukan pijat laktasi, pastikan Mama sedang rileks dan tidak terburu-buru, ya. Sediakan waktu setidaknya minimal 15 menit. Akan lebih baik pula jika pijat laktasi dilakukan sebelum waktunya menyusui atau memerah ASI.

Jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian siapkan minyak pijat yang berbahan alami dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Mama bisa menggunakan minyak zaitun, baby oil atau minyak kelapa.

Baca juga: 

Tuang minyak secukupnya pada telapak tangan dan gosokkan kedua telapak tangan sampai merata, baru kemudian oleskan pada payudara. Hindari langsung menuangkan minyak pada payudara karena justru bisa berlebihan, Ma. Langkah-langkah pijat laktasi Mama bisa lakukan dengan cara berikut:

1. Duduk atau berdiri di depan cermin

1. Duduk atau berdiri depan cermin
Freepik

Akan jauh lebih baik jika Mama bisa melakukan pijat laktasi di depan cermin, Ma. Mama bisa mencari posisi yang nyaman, misalnya dengan duduk atau berdiri.

Melakukan pijat laktasi di depan cermin akan membantu Mama memastikan sudah melakukan beberapa tekniknya dengan tepat.

Jika sudah di depan cermin, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri dan kemudian tahan bagian atas payudara tersebut dengan tangan kanan. Lakukan gerakan maju mundur secara perlahan dengan arah yang berlawanan.

Misalnya apabila tangan kiri maju ke arah kanan, maka tangan kanan maju ke arah kiri. Lakukan gerakan ini sebanyak 20 kali.

2. Gerakan naik dan turun

2. Gerakan naik turun
Freepik

Setelah gerakan pertama selesai, jika perlu ambil dan gosok-gosok telapak tangan Mama dengan minyak lagi.

Setelah itu posisikan kedua telapak tangan di sisi samping salah satu payudara. Rasakan apakah ada sumbatan atau bagian payudara yang mengeras.

Gerakkan kedua telapak tangan naik dan turun secara bergantian, Ma. Jadi misalnya tangan kanan ke atas, maka tangan kiri ke bawah dan lakukan terus sampai 20 kali. Ulangi gerakan ini di sisi payudara yang lain.

Editors' Picks

3. Pijat bagian sekitar puting

3. Pijat bagian sekitar puting
Freepik/Onlyyouqj

Apabila Mama merasa ada sumbatan di area dekat puting, maka teknik pijat laktasi berikutnya ini bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Angkat salah satu sisi payudara dengan tangan kiri. Kemudian posisikan 4 jari tangan kanan Mama di sisi atas puting payudara tersebut, mulai dari jari telunjuk hingga kelingking.

Lakukan gerakan melingkar di area sekitar puting atau area yang teraba keras seperti ada sumbatan, sampai terasa melunak, Ma. Lakukan gerakan ini setidaknya 20 kali juga.

4. Temukan adanya sumbatan di puting

4. Temukan ada sumbatan puting
Pixabay/Mariagarzon

Hati-hati, Ma. Puting yang tersumbat juga bisa menjadi penyebab terjadinya mastitis dan mengganggu proses menyusui. Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara, yang biasanya terjadi karena proses menyusui yang tidak lancar.

Apabila Mama curiga mengalami hal ini, selain memijat area sekitar puting, ada baiknya Mama juga melakukan pijatan di puting susu. Tapi lakukan pijatan ini dengan perlahan, ya.

Dengan menggunakan posisi yang sama seperti sebelumnya, tempatkan 4 jari tangan Mama di atas sekitar puting, sementara ibu jari di sisi bawah puting. Lakukan gerakan melingkar di area tersebut 20 kali atau sampai sumbatan hilang dan aliran ASI bisa kembali terjadi.

5. Pijat area payudara sekitar ketiak

5. Pijat area payudara sekitar ketiak
Freepik/Nensuria

Setelah sumbatan sudah mulai menghilang, Mama bisa membantu melancarkan aliran ASI dari sisi luar payudara. Caranya, lakukan pijatan lembut dari bagian luar payudara atau area di bawah ketiak dan tengah belahan dada, menuju ke puting susu.

Pastikan tidak ada lagi bagian payudara yang keras dan sudah lebih lunak ya, Ma. Jangan lupa melakukan pijatan ini pada sisi payudara yang lainnya.

Selain pada payudara, pijat laktasi juga bisa dilakukan pada bagian tubuh lain untuk membantu membuat Mama rileks. Misalnya di punggung dan tengkuk. Nah, untuk bagian tubuh ini sebaiknya Mama meminta bantuan Papa atau anggota keluarga lain.

Pijatan pada ibu menyusui di bagian-bagian tubuh ini dapat memberikan efek rileks, melancarkan aliran darah dan membantu meningkatkan produksi ASI.

Jika saat melakukan teknik pijat laktasi ini payudara sedang penuh ASI, jangan lupa siapkan botol atau wadah lainnya untuk menampung ASI yang ‘bocor’ saat payudara dipijat, Ma.

Setelah melakukan pijat laktasi ini, ASI biasanya akan keluar lebih banyak dan lancar. Segera perah ASI atau bersihkan payudara dari sisa minyak sebelum menyusui si Kecil. Selamat mencoba, Ma!

Baca juga: ASI Terhenti atau Tak Lancar? Terapkan Proses Relaktasi!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!