Bahaya Menahan Buang Air Kecil setelah Melahirkan Caesar

Menahan buang air kecil setelah operasi caesar dapat memicu retensi urine karena efek anestesi atau analgesik, membuat kandung kemih penuh, nyeri, dan berisiko kehilangan elastisitas.
Peregangan kandung kemih berlebihan berpotensi menyebabkan atoni, sehingga sulit berkemih mandiri dan membutuhkan kateter.
Tekanan urine yang menumpuk dapat berbalik ke ginjal hingga memicu hidronefrosis, sementara kebiasaan ini juga berisiko menyebabkan inkontinensia urine jangka panjang.
Masa pemulihan setelah operasi caesar memang membutuhkan perhatian ekstra, terutama dalam merawat luka bekas jahitan yang belum kering. Rasa nyeri yang muncul di area perut bawah tak jarang membuat Mama merasa takut untuk sekadar ke kamar mandi.
Sehingga, kebiasaan menahan buang air kecil sering dilakukan tanpa menyadari dampak buruknya. Menahan buang air kecil setelah pasca operasi ternyata bisa berdampak buruk bagi proses pemulihan organ di dalam tubuh Mama.
Biar Mama nggak salah langkah lagi, berikut Popmama.com telah rangkum bahaya buang air kecil dari website Vinmec Healthcare System terkait informasi selengkapnya!
Table of Content
1. Memicu retensi urine pasca operasi caesar

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Menahan buang air kecil dapat menyebabkan kondisi retensi urine akut pada Ibu yang baru melahirkan, pengaruh obat analgetik atau anestesi saat operasi caesar dapat menurunkan refleks alami tubuh untuk mengeluarkan air seni secara lancar.
Kondisi retensi ini membuat urine terus menumpuk di dalam kandung kemih meskipun Mama sudah berusaha buang air kecil, sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga nyeri pada area di atas tulang kemaluan.
Jika terus dibiarkan tanpa penanganan medis, kandung kemih bisa kehilangan elastisitas serta kekuatan ototnya untuk berkontraksi kembali.
2. Menyebabkan atoni kandung kemih

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Kandung kemih yang terus-menerus merenggang akibat menahan urine berlebih dapat mengalami peregangan, kondisi ini berpotensi merusak tonus otot detrusor yang berfungsi untuk memompa urine keluar dari tubuh.
Saat otot kandung kemih kehilangan kemampuannya untuk berkontraksi, terjadilah kondisi yang dikenal sebagai atoni kandung kemih. Mama akan kesulitan untuk buang air kecil secara mandiri dan membutuhkan bantuan kateterisasi.
Kerusakan tonus otot ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama dan latihan khusus untuk mengembalikan fungsinya. Maka, penting untuk segera membuang air kecil begitu timbul dorongan berkemih.
3. Meningkatkan risiko infeksi saluran kemih

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Penumpukan air seni yang tertahan di dalam kandung kemih merupakan media yang disukai oleh bakteri untuk berkembang biak, terlebih penggunaan kateter urine selama proses operasi caesar juga meningkatkan kerentanan area saluran kemih terhadap infeksi.
Bakteri yang berkembang dengan cepat dapat menyebabkan peradangan pada saluran kemih hingga menimbulkan rasa perih saat buang air.
Bahkan Mama juga bisa mengalami gejala lain seperti demam, rasa terbakar, hingga perubahan warna urine menjadi lebih keruh.
4. Menyebabkan tekanan ginjal dan hidronefrosis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Kebiasaan menahan buang air kecil dapat memicu penumpukan tekanan balik ke arah saluran ginjal, cairan urine yang terhambat di kandung kemih akan terdesak naik kembali menuju organ ginjal Mama.
Kondisi tekanan balik ini berisiko menyebabkan pembengkakan pada ginjal atau disebut sebagai hidronefrosis, sehingga penumpukan cairan pada ginjal dapat mengganggu fungsi penyaringan darah hingga menimbulkan rasa nyeri di punggung bawah.
Dalam jangka panjang, bahaya hidronefrosis yang tidak tertangani dapat berujung pada infeksi ginjal berat hingga risiko gagal ginjal.
5. Risiko inkontinensia urine

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Kebiasaan menahan buang air kecil dapat menyebabkan inkontinensia urine, kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan Mama dalam mengontrol keluarnya air seni dari dalam tubuh.
Mama bisa mengalami kebocoran urine secara tidak sengaja saat bersin, tertawa terbahak-bahak, batuk, atau mengangkat beban. Untuk mengatasinya, Mama disarankan melakukan latihan senam Kegel secara rutin untuk memperkuat kembali otot dasar panggul.
Itulah bahaya menahan buang air kecil setelah melahirkan caesar yang harus Mama ketahui, agar lebih paham dan tahu langkah apa yang dapat diambil.






















