5 Cara yang Benar Menyimpan ASI Perah agar Tetap Steril dan Segar

ASI perah perlu disimpan dalam wadah khusus yang bersih, kering, tertutup rapat, serta diberi label tanggal dan waktu pemerahan untuk mengatur urutan penggunaan stok.
Batas penyimpanan ASI: suhu ruang maksimal 25°C selama 4 jam, kulkas 4°C selama 4 hari, dan freezer -18°C selama 6 bulan untuk kualitas terbaik.
Simpan ASI di bagian dalam kulkas atau freezer, bukan pintu; cairkan di kulkas semalaman atau air hangat, lalu gunakan sesuai batas waktu tanpa membekukannya kembali.
ASI perah (ASIP) perlu disimpan dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi, ya, Ma. Dilansir dari Medela, ASI yang baru diperah mengandung enzim aktif, sel imun hidup, vitamin, dan protein yang penting untuk kebutuhan si Kecil.
Kandungan nutrisi ASI yang bermaanfaat untuk si Kecil ini bisa mengalami perubahan selama penyimpanan, lho. Jadi, cara menyimpannya sangat perlu untuk diperhatikan.
Supaya Mama lebih tenang saat menyiapkan stok ASI untuk si Kecil, yuk, simak lima cara menyimpan ASI perah agar tetap segar dan aman dikonsumsi yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
1. Gunakan wadah khusus ASIP yang bersih

health.clevelandclinic.org Sebelum menyimpan ASIP, pastikan Mama punya wadah yang khusus dirancang untuk menyimpan ASIP atau wadah bersih berbahan kaca maupun plastik khusus makanan yang punya tutup rapat.
Pastikan wadahnya sudah dicuci dan dikeringkan sebelum digunakan, ya. Hindari memakai kantong plastik biasa atau wadah yang bukan khusus makanan karena kebersihannya dan keamanannya belum tentu terjamin.
2. Beri label tanggal dan waktu memerah ASI

Popmama.com/Bernika Nathania/AI Setelah ASI selesai diperah, jangan lupa beri label di wadah atau kantong penyimpanannya, ya, Ma. Tulis tanggal dan waktu ASI diperah supaya Mama lebih mudah memantau berapa lama ASIP sudah disimpan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan kalau pemberian label bisa membantu Mama mengatur stok ASIP dan menggunakan ASIP yang lebih dulu diperah untuk si Kecil.
3. Simpan ASIP sesuai suhu dan batas waktunya

cdc.gov Menurut CDC, ASI yang baru diperah bisa disimpan di suhu ruang maksimal 25°C selama empat jam, di kulkas bersuhu 4°C selama empat hari, atau di freezer bersuhu -18°C atau lebih dingin selama enam bulan untuk kualitas baik.
Penyimpanan di freezer yang hingga 12 bulan masih boleh saja untuk dikonsumsi si Kecil. Tapi, perlu diingat juga kalau kualitas ASIP lebih baik jika digunakan selama masih dalam 6 bulan.
4. Letakkan ASIP di bagian dalam kulkas atau freezer

nurturingexpressions.com Biasanya, banyak yang meletakkan botol atau kantong ASIP di bagian pintu kulkas agar mudah diambil. Namun, sebaiknya hindari kebiasaan ini, ya. Bagian pintu kulkas lebih sering terpapar perubahan suhu saat dibuka dan ditutup, jadi leboh di bagian frezeer atau bagian lainnya, selain pintu kulkas.
CDC juga menyarankan agar ASIP disimpan di bagian dalam kulkas atau freezer karena suhunya lebih stabil. Mama juga bisa segera bekukan ASIP untuk membantu menjaga kualitasnya.
5. Cairkan dan hangatkan ASIP dengan tepat

Popmama.com/Bernika Nathania/AI Saat akan dikonsumsi, Mama bisa mencairkan ASIP beku dengan memindahkannya ke bagian kulkas lain semalaman atau rendam dalam air hangat. Hindari mencairkan ASIP pakai microwave karena panasnya bisa tidak merata.
Setelah cair, ASIP tadi sebaiknya digunakan dalam waktu 24 jam. Kalau sudah dihangatkan atau terkena suhu ruang, gunakan dalam waktu 2 jam, ya, Ma. ASIP yang sudah mencair sepenuhnya juga tidak boleh dibekukan kembali.
Nah, itu dia cara-cara menyimpan ASI perah agar tetap steril dan segar. Mama bisa lebih tenang saat menyiapkan stok ASI untuk si Kecil.
Jadi, jangan lupa menyesuaikan penyimpanan dengan kebutuhan harian dan selalu perhatikan batas waktu penggunaannya, ya, Ma!























