Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ibu di Semarang Meninggal saat Menyusui, Kenali Bahaya Tubuh Kritis
Magnific.com
  • Kabar ibu di Semarang yang disebut meninggal saat menyusui menyoroti pentingnya memantau kesehatan ibu, meski penyebab medis kejadian tersebut belum terverifikasi.

  • CDC mencatat sakit kepala hebat, pandangan kabur, hampir pingsan, sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar sebagai tanda bahaya hingga setahun setelah melahirkan.

  • Bengkak satu kaki disertai nyeri atau kemerahan, perdarahan hebat, serta demam minimal 38°C memerlukan perhatian segera; keluarga dianjurkan mendengarkan keluhan ibu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lagi ...dan lagi

Emang kadang rasanya secapek itu. Sepegal linu itu, padahal kalo dipikir ya gak banyak banget kerjaannya. Namun, sejak saat itu, tidur malamnya tidak pernah senyenyak dulu lagi. Naluri seorang ibu, menjaga itu selalu ada, membangunkan mata yang masih menahan ngantuknya.

Kemarin 2 hari rasanya badan mriang, capek, pegal-pegal semua, itu seperti waktu kerja di Hong Kong, setiap hari hampir rasanya sama. Tapi ini beda, ini bukan pegal-pegal yang membuat memar, tapi seperti di dalam tulang.

Menjadi ibu akan membuat seorang wanita menyadari betapa berharganya dirinya. Wahai para pak suami jangan sampai menyakitinya, masa depan keturunanmu berasal dari darah dan dagingnya. Pengorbanan seorang istri yang menjadi ibu untuk anak-anakmu adalah bukti kesetiaan yang tak terbantahkan, tak tertandingi, dan takkan terganti.

Begitupun suami, lelahnya kerja bisa jadi lebih lelah dari istri, resiko di setiap pekerjaan juga pasti ada. Saling mendukung, mengasihi, menguatkan dan menghormati akan menjadi warna warni di setiap hari. Lelah itu akan luluh perlahan-lahan karena perhatian dan kasih sayang yang membuat diri tidak merasa sendirian.

RIP. Surga untukmu, Bu.

Cerita ini datang dari sebuah unggahan di Facebook yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang ibu menahan rasa lelah dan sakit demi menjaga sang buah hati.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa tanda bahaya bisa muncul selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, terutama di masa menyusui.

Nah, berikut ini sudah Popmama.com rangkum penjelasan tanda bahaya pada ibu menyusui yang sering dikira kelelahan, tetapi tidak boleh diabaikan. Simak selengkapnya, yuk!

1. Sakit kepala, pandangan kabur, dan hampir pingsan

Magnific.com

CDC menyebutkan kalau sakit kepala, pandangan kabur, dan hampir pingsan bisa jadi tanda-tanda yang perlu diperhatikan saat hamil dan bahkan setelah hamil dalam kurun satu tahun. 

Mendengar kabar duka tentang ibu menyusui yang meninggal di Semarang tentu membuat prihatin, ya, Ma. Namun, bahaya seperti preeklamsia postpartum atau kelelahan ekstrem berkedok 'lelah biasa' bisa jadi pemicunya. 

Itulah mengapa CDC menjelaskan bahwa sakit kepala hebat, pandangan kabur, dan hampir pingsan di masa menyusui adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

2. Sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar

Magnific.com

Selain gejala di kepala dan mata, gangguan di dada juga jadi tanda yang wajib diwaspadai. Jangan langsung mengira sesak di dada dan jantung berdebar kencang itu karena Mama sedang panik, cemas, atau terlalu lelah saat menyusui, ya.

Menurut CDC, kombinasi gejala sesak napas mendadak, nyeri dada yang rasanya seperti ditekan, serta jantung yang berdegup cepat (takikardia) bisa jadi indikasi komplikasi fatal pascamelahirkan.

3. Salah satu kaki mendadak bengkak, merah, atau nyeri

Magnific.com

Selama kehamilan atau beberapa hari pertama setelah melahirkan, kaki yang bengkak di kedua sisi tergolong wajar karena adanya penumpukan cairan. Namun, Mama harus waspada kalau pembengkakannya hanya di salah satu kaki.

Jika bengkak tersebut disertai nyeri serta terlihat kemerahan dan terasa hangat, ini adalah tanda bahaya yang sangat serius. Michigan Health & Human Services menjelaskan kalau gejala ini merupakan indikasi kuat terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT) atau penggumpalan darah di pembuluh darah vena dalam.

4. Perdarahan hebat hingga demam tinggi

Magnific.com

Setelah melahirkan, tubuh Mama memang akan mengeluarkan darah nifas (lochia) selama beberapa minggu. Nah, jika darah ini berlangsung lama, perlu waspada ya, Ma. Kondisi ini bisa disebut postpartum hemorrhage, dilansir dari Cleveland Clinic. 

Selain perdarahan, CDC juga mengungkap batas suhu demam sebesar 38°C (100,4°F) atau lebih tinggi sebagai tanda yang wajib diwaspadai oleh Mama. Ternyata, hal ini merupakan tanda adanya infeksi bakteri yang menyerang dinding rahim (endometritis), lho. 

Pentingnya Support System dari Keluarga dan Kerabat

Magnific.com

Kabar duka tentang seorang ibu di Semarang yang disebut mengalami kondisi drop di tengah menyusui jadi pengingat bahwa kesehatan Mama juga perlu mendapat perhatian.

Di kampanye CDC bahkan menyebutkan orang-orang terdekat perlu mendengarkan keluhan seorang ibu setelah melahirkan, terutama saat merasa lelah atau ada yang tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Nah, respons yang cepat bisa membantu menyelamatkan nyawa, ya. 

Itu dia beberapa informasi mengenai tanda-tanda atau ‘sinyal merah’ yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan segera. Perlu diingat juga, masa-masa menyusui bukan hanya tanggung jawab Mama seorang diri. 

Maka dari itu, dukungan orang-orang terdekat akan sangat penting selama masa menyusui. Tidak apa-apa untuk meminta bantuan dan beristirahat ketika tubuh terasa lelah, ya, Ma. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article