Lagi ...dan lagi
Emang kadang rasanya secapek itu. Sepegal linu itu, padahal kalo dipikir ya gak banyak banget kerjaannya. Namun, sejak saat itu, tidur malamnya tidak pernah senyenyak dulu lagi. Naluri seorang ibu, menjaga itu selalu ada, membangunkan mata yang masih menahan ngantuknya.
Kemarin 2 hari rasanya badan mriang, capek, pegal-pegal semua, itu seperti waktu kerja di Hong Kong, setiap hari hampir rasanya sama. Tapi ini beda, ini bukan pegal-pegal yang membuat memar, tapi seperti di dalam tulang.
Menjadi ibu akan membuat seorang wanita menyadari betapa berharganya dirinya. Wahai para pak suami jangan sampai menyakitinya, masa depan keturunanmu berasal dari darah dan dagingnya. Pengorbanan seorang istri yang menjadi ibu untuk anak-anakmu adalah bukti kesetiaan yang tak terbantahkan, tak tertandingi, dan takkan terganti.
Begitupun suami, lelahnya kerja bisa jadi lebih lelah dari istri, resiko di setiap pekerjaan juga pasti ada. Saling mendukung, mengasihi, menguatkan dan menghormati akan menjadi warna warni di setiap hari. Lelah itu akan luluh perlahan-lahan karena perhatian dan kasih sayang yang membuat diri tidak merasa sendirian.
RIP. Surga untukmu, Bu.
Cerita ini datang dari sebuah unggahan di Facebook yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang ibu menahan rasa lelah dan sakit demi menjaga sang buah hati.
Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa tanda bahaya bisa muncul selama kehamilan hingga satu tahun setelah melahirkan, terutama di masa menyusui.
Nah, berikut ini sudah Popmama.com rangkum penjelasan tanda bahaya pada ibu menyusui yang sering dikira kelelahan, tetapi tidak boleh diabaikan. Simak selengkapnya, yuk!
