Pantangan Ibu Melahirkan dalam 40 Hari, Tidak Boleh Berhubungan?

Selama 40 hari masa nifas, hindari memasukkan apapun vagina termasuk hubungan intim, tampon, dan menstrual cup untuk menekan risiko infeksi.
Jangan memaksakan aktivitas berat karena dapat meningkatkan pendarahan dan memperlambat pemulihan.
Kebutuhan emosional dan nutrisi seimbang perlu dijaga: jangan menyembunyikan tekanan mental, bicarakan dengan orang terdekat atau tenaga medis, serta hindari pembatasan makan ekstrem agar pemulihan dan produksi ASI terdukung.
Setelah melahirkan, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan fisik maupun emosional. Selama 40 hari pertama (masa nifas), rahim sedang berproses kembali ke ukuran semula serta luka persalinan membutuhkan waktu pemulihan.
Maka, ada beberapa hal yang harus dihindari dan menjadi pantangan selama waktu tersebut. Menjaga diri dari kebiasaan yang berisiko akan membantu proses pemulihan berjalan jauh lebih cepat dan aman bagi kesehatan Mama.
Berikut Popmama.com telah rangkum informasi dari website healthline terkait pantangan yang harus dihindari dalam 40 hari setelah Mama melahirkan, disimak ya!
Table of Content
1. Memasukkan apapun ke dalam vagina

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Selama masa nifas, organ intim Mama sedang berada dalam fase pemulihan jaringan dan penyembuhan luka bekas persalinan. Menggunakan tampon, menstrual cup, atau melakukan hubungan intim tidak disarankan sampai kondisi Mama benar-benar pulih.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah masuknya kuman yang berisiko memicu infeksi di area rahim maupun bekas jahitan. Sebagai alternatif, gunakan pembalut bersalin dan ganti secara berkala agar kebersihannya tetap terjaga.
Menahan diri dari hubungan seksual juga memberikan waktu ideal bagi organ intim kembali mengecil secara alami. Jadi, pastikan Mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum kembali melakukan aktivitas tersebut bersama Papa.
2. Memaksakan diri menjalani aktivitas berat

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Merawat bayi baru lahir memang menyita banyak energi, seperti menyusui hingga mengganti popok. Namun, memaksakan diri melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat merupakan tindakan berisiko.
Aktivitas yang terlalu berat bisa memicu pendarahan pasca melahirkan menjadi lebih deras dan memperlambat proses pemulihan. Tubuh akan memberi sinyal berupa rasa lelah berlebih atau pendarahan meningkat jika Mama melampaui batas.
Manfaatkan 40 hari ini dengan memperbanyak istirahat dan tidur sejenak, sedangkan untuk olahraga cukup lakukan jalan santai hingga dokter memberikan izin aktivitas fisik yang lebih berat.
3. Mengabaikan rasa sakit pada tubuh

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Banyak Ibu baru menganggap timbulnya rasa sakit atau tidak nyaman pasca melahirkan sebagai hal biasa yang harus dimaklumi. Padahal, memendam rasa sakit yang berlebih bisa membahayakan keselamatan serta kesehatan Mama sendiri.
Rasa nyeri yang hebat pada area jahitan, payudara, atau perut bisa menjadi petunjuk awal timbulnya komplikasi. Mengabaikan gejala tersebut justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan sehingga membutuhkan penanganan yang lebih rumit.
Segera komunikasikan keluhan yang Mama rasakan ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan ragu untuk meminta bantuan medis demi memastikan proses pemulihan Mama berjalan lancar.
4. Menyembunyikan masalah kesehatan mental

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Transisi menjadi seorang Ibu sering memicu tekanan emosional, kecemasan, hingga risiko depresi pasca melahirkan. Menyembunyikan perasaan sedih yang berkepanjangan hanya akan membuat kondisi mental semakin memburuk.
Maka, dengan membuka diri mengenai kondisi emosional yang sedang dialami merupakan langkah awal yang penting. Mama tidak perlu merasa takut dinilai gagal menjadi orangtua hanya karena merasa kewalahan menghadapi perubahan.
Bicarakan perasaan tersebut dengan pasangan, keluarga terdekat, atau tenaga medis untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
5. Tidak mengonsumsi nutrisi yang cukup

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Membatasi asupan makanan secara ekstrem demi menurunkan berat badan setelah melahirkan bukanlah tindakan yang tepat, mengabaikan makan bernutrisi dapat memperlambat pemulihan dan menurunkan produksi ASI bagi si Kecil.
Tubuh Mama butuh nutrisi seimbang untuk meregenerasi sel-sel yang rusak selama persalinan. Kekurangan cairan juga berisiko memicu dehidrasi, sembelit, serta membuat stamina Mama cepat merasa lelah.
Mama pastikan pantangan tersebut dihindari demi pemulihan yang cepat, serta jangan lupa selalu rasakan perubahan kecil dari tubuh agar Mama bisa segera konsultasikan ke dokter!






















