Mungkin sudah banyak yang tahu kalau komika atau pelawak Ernest Prakasa telah menikah dengan Meira Anastasia sejak tahun 2008 lalu. Usia pernikahannya kini sudah 10 tahun berjalan.
Ernest Prakasa dan Meira Anastasia sudah dikaruniai dua anak yakni Sky Tierra Solana dan Snow Auror Arashi. Sebagai sosok orangtua tentu keduanya sudah mencicipi manis pahitnya kehidupan berumah tangga.
Baru-baru ini Meira Anastasia sempat berbagi cerita melalui Instagram pribadinya. Saat melahirkan Snow Auror Arashi, dirinya sempat mengalami emotional turbulence.
Meira Anastasia mengaku kalau hari-hari yang dijalaninya terasa begitu berat. Sering sekali bertengkar dan sulit untuk berpikir dengan jernih. Baru-baru ini, baru sadari kalau dirinya mengalami depresi postpartum.
Depresi postpartum yang dialami oleh Meira Anastasia sempat membawanya untuk menyelesaikan masalah bersama seorang psikolog. Awalnya Meira Anastasia merasa ragu kalau sampai harus pergi ke psikolog. Namun, setelah berdiskusi dengan Ernest Prakasa akhirnya pun dijalani.
Bukan kayak di film-film yang kita tiduran terus ditanya-tanya gitu. Tapi aku dan psikolognya duduk bareng di sebuah ruangan terus kita ngobrol aja. Santai. ngobrolin segala macem. Nah, yang menarik adalah pertemuan kedua yaitu dia minta Ernest juga dateng. Jadi lebih kayak couples therapy. Kita jadi sama-sama tau apa yang terjadi, bagaimana perasaan masing-masing. Setelah itu, dia lebih mengerti apa yang aku rasakan dan bisa lebih berempati dengan kondisi psikologisku. Because Ernest is my support system! So I really need him to understand what's going on in my head. The point is: Life (especially marriage life) is more than what you see on social media.
Begitu cerita Meira Anastasia saat berkonsultasi dengan psikolog, ia juga berpesan kepada para pengikutnya di Instagram untuk jangan menilai hidup orang lain hanya karena kita tidak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.
Jangan menilai hidup orang lain, karena kita nggak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. Apa struggle mereka dan masing-masing orang juga punya jalan keluar yang mereka anggap paling baik, karena nggak semua orang sama. Kalau memang sayang, doakan saja yang terbaik. Dan kalau liat kami berdua seperti baik-baik saja terus, padahal nggak lho. Banyak berantemnya juga. Afterall, we're humans. Humans have flaws. #SharingMamakMeira.
"Perlu diketahui kalau seseorang yang terkena baby blues itu sangat wajar karena berkaitan dengan hormonal. Hanya saja bila durasi dan intensitasnya sudah semakin berat baru bisa dikatakan sebagai depresi postpartum," jelas Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht.
Bila Mama sedang mengalami depresi postpartum tidak perlu khawatir, Popmama.com sudah merangkum beberapa tips dari Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht untuk pelan-pelan mengurangi permasalahan ini.
Intip dan terapkan di rumah ya, Ma!
