Oktober Jadi Pengingat Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Oktober menjadi momentum untuk memperkuat edukasi dan kesadaran tentang kanker payudara.
Pemeriksaan payudara dapat dilakukan melalui SADARI dan SADANIS, dengan waktu yang disesuaikan.
Dukungan keluarga, penyintas, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan pengobatan.
Take a Deeper Reads

Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara atau Breast Cancer Awareness Month. Momentum ini menjadi pengingat bahwa edukasi dan deteksi dini berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara.
Pesan tersebut kembali digaungkan dalam acara Pink October: Weavers of Hope yang digelar pada Rabu, 30 September 2026, di gerai PAUL Lippo Mall Kemang, Jakarta yang merupakan program kolaborasi PAUL Indonesia bersama Lovepink.
Berikut ini Popmama.com akan mengulas kolaborasi PAUL Indonesia bersama Lovepink untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap deteksi dini sekaligus memberikan dukungan bagi pasien dan penyintas kanker payudara.
Table of Content
1. Deteksi dini bisa dimulai dengan mengenali perubahan pada payudara

Wanita Latina, berjuang melawan kanker payudara, mengenakan syal merah muda, dan mengepalkan tangannya sebagai pejuang yang selamat. (istockphoto.com/Jose carlos Cerdeno) Dede Gracia, Chairwoman Lovepink, mengingatkan pentingnya mengenali kondisi payudara melalui SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis).
"Untuk perempuan yang masih menstruasi, pemeriksaan mandiri dapat dilakukan sekitar 7–10 hari setelah hari pertama menstruasi. Sementara itu, bagi perempuan yang sudah menopause maupun laki-laki, pemeriksaan dapat dilakukan dengan memilih satu tanggal yang sama setiap bulannya," katanya.
Bahkan, dalam salah satu kisah yang dibagikan Lovepink, ada pejuang kanker yang menemukan benjolan ketika sedang menyusui. Kondisi payudara yang berubah selama menyusui terkadang membuat perubahan terasa berbeda. Jika menemukan benjolan atau perubahan yang mencurigakan, langkah awalnya adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter kemudian dapat menentukan apakah pemeriksaan seperti USG atau mamografi diperlukan.
2. Kanker payudara juga dapat dialami perempuan usia muda

ilustrasi payudara sakit (pexels.com/cottonbro studio) Kanker payudara tidak hanya menjadi perhatian bagi perempuan yang sudah berusia lanjut. Lovepink turut mendampingi perempuan dengan berbagai usia yang harus menjalani perjalanan pengobatan.
Karena itu, mengenali perubahan pada payudara sejak dini menjadi langkah yang penting. Semakin cepat perubahan diperiksa, semakin cepat pula seseorang bisa mendapatkan arahan medis yang sesuai.
3. Dukungan orang terdekat bisa menjadi sumber kekuatan

Dok. PT MAP Boga Adiperkasa, Tbk Salah satu penyintas yang membagikan kisahnya adalah Nita, yang didiagnosis kanker payudara pada 2014 setelah menemukan area keras pada payudaranya. Setelah menjalani pemeriksaan dan biopsi, ia kemudian menjalani serangkaian pengobatan.
Perjalanan pengobatan yang panjang tentu tidak mudah. Bagi Nita, dukungan keluarga dan sesama penyintas menjadi salah satu sumber kekuatan untuk melewati berbagai proses pengobatan, termasuk menghadapi efek samping kemoterapi.
4. Weavers of Hope ajak masyarakat ikut memberikan dukungan

Dok. PT MAP Boga Adiperkasa, Tbk Melalui tema Weavers of Hope, PAUL Indonesia dan Lovepink ingin menggambarkan bahwa menghadapi kanker payudara bukanlah perjalanan yang harus dijalani sendirian. Dukungan dari keluarga, teman, komunitas, hingga masyarakat dapat menjadi bagian dari kekuatan bagi pasien dan penyintas.
Program Pink October juga menghadirkan sejumlah produk bernuansa merah muda, seperti Raspberry Macaron, Macaron Frappe, Pink Palmier, dan Pink Croissant. Program ini berlangsung mulai 1 Oktober 2026 di seluruh gerai PAUL Indonesia, dengan sebagian hasil penjualan produk Pink October disalurkan kepada Lovepink untuk mendukung edukasi deteksi dini serta pendampingan bagi pasien dan penyintas kanker payudara.
Melalui kolaborasi ini, PAUL Indonesia dan Lovepink berharap dapat memperluas jangkauan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini, sekaligus memberikan dukungan nyata dan semangat pantang menyerah bagi para pejuang serta penyintas kanker payudara di Indonesia.























