Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Menyusui Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya!

Apakah Menyusui Menurunkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Intinya Sih
  • Menyusui menurunkan risiko kanker payudara melalui perubahan hormonal yang menekan kadar estrogen dan meningkatkan hormon oksitosin, sehingga membantu melindungi jaringan payudara dari pertumbuhan sel kanker.
  • Selama masa laktasi, jaringan payudara mengalami proses remodeling yang membersihkan sel rusak atau bermutasi, memberikan efek perlindungan alami terhadap perkembangan kanker pada tubuh Mama.
  • Durasi menyusui berpengaruh pada tingkat proteksi; setiap 12 bulan menyusui dapat menurunkan risiko relatif hingga 4,3 persen, sementara gaya hidup sehat tetap penting bagi yang tidak menyusui.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bagi banyak Mama, menyusui adalah perjalanan penuh perjuangan sekaligus momen bonding yang tak tergantikan. Selain memberikan nutrisi terbaik untuk si Kecil, fokus kita sering kali tertuju pada manfaat kesehatan bagi bayi. Namun, tahukah Mama bahwa menyusui sebenarnya menyimpan "hadiah" luar biasa untuk kesehatan jangka panjang Mama sendiri?

Di balik lelahnya begadang dan drama menyusui, ada perubahan biologis yang terjadi dalam tubuh yang ternyata berperan aktif sebagai perlindungan alami. Kabar baiknya, penelitian medis selama beberapa dekade telah menunjukkan adanya korelasi positif antara aktivitas menyusui dengan penurunan risiko kanker payudara pada perempuan.

Meski begitu, kita harus bijak memahaminya. Menyusui bukanlah satu-satunya faktor penentu kesehatan payudara. Usia, genetika, pola makan, hingga gaya hidup juga memegang peranan krusial. Jadi, jika saat ini Mama tidak bisa atau memilih untuk tidak menyusui, jangan berkecil hati karena kesehatan Mama tetap bisa dijaga dengan cara-cara yang tepat.

Penasaran bagaimana mekanisme perlindungan ini bekerja dan apa saja fakta ilmiah yang perlu Mama ketahui? Dilansir dari laman Breast Cancer Research Foundation (BCRF), berikut adalah rangkuman mengenai kaitan antara menyusui dan risiko kanker payudara yang perlu Mama simak baik-baik. Simak selengkapnya di Popmama.com ya, Ma!

1. Penurunan risiko berkat perubahan hormonal

Menyusui dan kanker payudara_ Apakah menyusui menurunkan risiko kanker payudara_ 2.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Dilansir dari BCRF, saat Mama menyusui, tubuh mengalami lonjakan hormon prolaktin yang berfungsi merangsang produksi ASI sekaligus menekan ovulasi. Kondisi ini secara otomatis menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh.

Perlu Mama ketahui, estrogen adalah hormon yang sering dikaitkan dengan pemicu pertumbuhan sel kanker payudara tertentu. Dengan menurunnya kadar estrogen selama masa laktasi, secara alami risiko perkembangan sel-sel kanker tersebut dapat ditekan.

Tak hanya itu, hormon oksitosin yang dilepaskan saat proses menyusui juga berperan penting. Peneliti mengamati adanya hubungan antara oksitosin dan perlindungan terhadap tumor, yang menjadikannya mekanisme pertahanan tubuh yang luar biasa bagi Mama.

2. Peran remodeling jaringan payudara

Menyusui dan kanker payudara_ Apakah menyusui menurunkan risiko kanker payudara_ 3.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Selama masa laktasi, jaringan payudara Mama tidak diam saja, melainkan mengalami proses yang disebut sebagai remodeling. Proses ini sangat dinamis dan memungkinkan tubuh untuk melakukan "pembersihan" pada sel-sel yang rusak.

Menurut informasi yang dirilis oleh BCRF, tubuh secara efisien dapat mengidentifikasi dan membuang sel-sel yang mengalami mutasi atau kerusakan yang berpotensi berkembang menjadi sel kanker. Inilah mengapa perubahan fisik pada payudara saat menyusui justru memberikan manfaat perlindungan.

Proses pembaruan jaringan ini menjadi salah satu alasan mengapa menyusui dianggap sebagai mekanisme perlindungan alami. Dengan membiarkan jaringan payudara beradaptasi selama laktasi, Mama secara tidak langsung mendukung kesehatan payudara jangka panjang.

3. Durasi menyusui yang mempengaruhi proteksi

Menyusui dan kanker payudara_ Apakah menyusui menurunkan risiko kanker payudara_ 4.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Berapa lama idealnya Mama harus menyusui? Meskipun tidak ada angka pasti yang menjamin perlindungan 100 persen, penelitian menunjukkan bahwa efek perlindungan ini bersifat kumulatif. Artinya, setiap bulan Mama menyusui, perlindungan tersebut akan semakin bertambah.

BCRF melansir data dari The Lancet yang menyebutkan bahwa terdapat penurunan risiko relatif sebesar 4,3 persen untuk setiap 12 bulan masa menyusui. Bahkan, meta-analisis lain menunjukkan risiko kanker payudara bisa turun hingga 26 persen pada mereka yang menyusui lebih dari 12 bulan.

Jadi, setiap tetes ASI yang diberikan dan setiap durasi menyusui yang dijalani, meskipun ada jeda di antaranya, tetap memberikan kontribusi positif bagi kesehatan Mama. Konsistensi dalam menyusui adalah kunci untuk mendapatkan manfaat perlindungan yang lebih maksimal.

4. Bagaimana dengan metode pumping?

Menyusui dan kanker payudara_ Apakah menyusui menurunkan risiko kanker payudara_ 5.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Banyak Mama bekerja yang bertanya, apakah memompa ASI atau pumping memberikan efek yang sama dengan menyusui langsung? Mengacu pada tinjauan sistematis dalam jurnal PLOS One yang dikutip BCRF, jawabannya cukup menjanjikan.

Proses memompa secara mekanis ternyata tetap memicu pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin yang sama dengan menyusui langsung. Karena kedua hormon ini adalah kunci perlindungan dari kanker payudara, maka memompa kemungkinan besar memberikan manfaat protektif serupa.

Namun, perlu diingat bahwa interaksi langsung melalui hisapan bayi di hari-hari awal pascapersalinan memang memiliki efek yang sangat kuat terhadap lonjakan oksitosin. Meski demikian, bagi Mama yang berjuang melalui exclusive pumping, manfaat kesehatan ini tetap bisa didapatkan.

5. Langkah preventif bagi yang tidak Menyusui

Menyusui dan kanker payudara_ Apakah menyusui menurunkan risiko kanker payudara_ 6.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Jika Mama tidak bisa menyusui karena alasan medis atau kendala lainnya, jangan merasa gagal atau khawatir berlebihan. BCRF menekankan bahwa menyusui hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang memengaruhi risiko kesehatan.

Mama tetap bisa melakukan langkah preventif lainnya untuk menjaga kesehatan payudara, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta memperbanyak konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayuran. Mengurangi konsumsi alkohol juga menjadi poin penting yang disarankan oleh para ahli.

Selain itu, jangan lewatkan pemeriksaan rutin dan kenali riwayat kesehatan keluarga. Dengan gaya hidup sehat dan deteksi dini, Mama tetap bisa menjaga kesehatan payudara dan keluarga dengan optimal. Tetap semangat, ya, Ma!

Menyusui memang membawa bonus perlindungan kesehatan yang berharga, namun keputusan untuk menyusui tetap menjadi hak prerogatif setiap Mama. Apa pun metode yang Mama pilih, yang terpenting adalah kenyamanan dan kesehatan Mama serta si Kecil tetap menjadi prioritas utama.

Nah, setelah mengetahui fakta-fakta di atas, bagaimana pendapat Mama mengenai manfaat menyusui bagi kesehatan diri sendiri? Apakah Mama merasa lebih termotivasi untuk menyusui si Kecil setelah mengetahui manfaat protektif ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More