hanco

5 Cara Mencegah Kelahiran Prematur

Ketahui cara pencegahan kelahiran prematur sejak dini agar bisa menjaga kehamilan secara maksimal

17 November 2019

5 Cara Mencegah Kelahiran Prematur
thetimes.co.uk

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kelahiran prematur. Di antaranya karena keputihan, guncangan yang menyebabkan trauma dan stres. Masih ada juga penyebab lain yang harus diwaspadai.

Bayi dikatakan lahir prematur apabila ia lahir sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu.

Berdasarkan data yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012, lebih dari 15 juta bayi di dunia lahir prematur setiap tahun. 

Sebanyak 60 persen dari kasus itu terjadi di Afrika dan Asia Selatan, termasuk Indonesia. 

Bahkan, Indonesia menduduki posisi kelima dalam daftar 10 negara dengan kasus kelahiran prematur tertinggi (675.700 kasus). 

Jumlah rata-rata kelahiran prematur di Indonesia pun cukup tinggi, yaitu sebanyak 15.5 kasus dari setiap 100 kelahiran.

Ibu hamil wajib mengetahui cara mencegah kelahiran prematur.

Selama ini, penyebab kelahiran prematur seringkali tidak diketahui secara pasti. Namun, para ibu hamil bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dengan memerhatikan cara pencegahan berikut ini:

1. Menjalani diet sehat sebelum hamil

1. Menjalani diet sehat sebelum hamil
Freepik/freepic.diller

Mengonsumsi makanan sehat yang kaya protein, buah-buahan, dan biji-bijian sebelum hamil cukup efektif untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

2. Memperbanyak suplemen kalsium

2. Memperbanyak suplemen kalsium
leroyjonesuktour.com

Ibu hamil biasanya diberikan resep vitamin D dan kalsium. Jangan disepelekan ya, Ma.

Mengonsumsi suplemen kalsium sebanyak 1000 mg atau lebih perhari bisa mengurangi risiko kelahiran prematur dan preeklamsia. 

Bacajuga: Fakta dan Risiko Preeklampsia Bagi Ibu Hamil dan Janin

Editors' Picks

3. Mengonsumsi aspirin dengan dosis rendah

3. Mengonsumsi aspirin dosis rendah
Freepik/jannoon028

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil dianjurkan mengonsumsi aspirin dengan dosis 60-80 mg mulai akhir trimester pertama kehamilan. 

Cara ini digunakan untuk ibu hamil dengan riwayat kelahiran prematur atau sudah pernah melahirkan prematur sebelumnya.

Bagi ibu hamil yang mengalami preeklampsia juga bisa menerapkan cara pencegahan dengan konsumsi aspirin dosis rendah, begitupun ibu hamil dengan tekanan darah tinggi.

BacajugaPenting! Ini 4 Penyebab Bayi Bisa Terlahir Secara Prematur

4. Menggunakan cincin pesarium (cervical pessary)

4. Menggunakan cincin pesarium (cervical pessary)
Freepik/yanalya

Ibu hamil dengan ukuran serviks yang pendek disarankan memakai cincin pesarium untuk menyokong rahim agar tidak turun. 

Bentuk alat ini menyerupai cincin yang dipasang di mulut rahim.

Segera konsultasikan dengan dokter kandungan mama untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan riwayat kesehatan mama selama ini.

5. Jauhkan diri dari paparan bahan kimia

5. Jauhkan diri dari paparan bahan kimia
Unsplash/James Lindsay

Apakah kamu bekerja di laboraturium? Barang yang terpapar kimia yang ada di ruang lingkup tersebut perlu jadi perhatian jika kamu sedang hamil.

Benda-benda lainnya yang mengandung bahan kimia yang perlu diwaspadai  adalah plastik, makanan kaleng, kosmetik, cat kuku, obat pembersih lantai dan kaca, cat rambut atau obat semprot rambut (hair spray).

BacajugaWaspada, Mengecat Rambut Ternyata Memiliki 5 Efek Buruk untuk Tubuh

Cegah kelahiran prematur dengan 5 cara di atas.

Selain itu ibu hamil juga perlu mengetahui bahwa penanganan sebelum bayi lahir dan penanganan setelah bayi lahir.

Jika pasien mengalami kontraksi terjadi lebih awal saat hendak melahirkan, dokter akan memberikan obat yaitu umumnya jenis tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan meredakan rasa sakit yang dirasakan.

Dokter juga akan memberikan suntikan steroid untuk mengurangi risiko komplikasi pada bayi yang lahir prematur.

Jika ibu hamil mengalami risiko kelahiran prematur, pastikan suami atau keluarga yang mendampingi paham apa yang perlu diberikan ke ibu hamil.

Jangan sungkan untuk menanyakan setiap jenis obat atau suntikan yang diberikan selama proses penangan ibu hamil yang melahirkan bayi prematur.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!