Fakta dan Risiko Preeklampsia Bagi Ibu Hamil dan Janin

Ma, di Indonesia angka preeklampsia pada ibu hamil masih cukup tinggi, berikut ini faktanya

30 Juni 2018

Fakta Risiko Preeklampsia Bagi Ibu Hamil Janin
Freepik/bearfotos

Preeklampsia atau Toxemia Gravidarum singkatnya adalah keracunan pada saat kehamilan. Seringkali ditandai dengan bagian tubuh yang mendadak bengkak dan kulit pucat.

Bagian tubuh yang paling sering bengkak sebagai tanda preeklampsia adalah wajah, perut atau pinggang dan tangan. Apa saja kondisi kesehatan yang perlu diketahui ibu hamil? 

1. Hal yang perlu ibu hamil ketahui terkait preeklampsia

1. Hal perlu ibu hamil ketahui terkait preeklampsia
Freepik/v.ivash

Jangan abaikan jika Mama menemukan tanda ini:

  • Sindrom yang mempengaruhi sistem organ, disertai dengan hipertensi dan proteinuria.
  • Preeklampsia biasanya muncul di usia kehamilan minggu ke-20 atau lebih.
  • Early onset preeclampsia (onset kurang dari 34 minggu) dikaitkan dengan morbiditas yang lebih tinggi dibandingkan late onset preeclampsia.

Editors' Picks

2. Fakta seputar preeklampsia dan angka kejadiannya

2. Fakta seputar preeklampsia angka kejadiannya
Freepik

Terkait preeklamsia, ada perbedaan antara negara berkembang dengan negara maju. Indonesia masuk dalam kategori negara berkembang, dan berikut ini fakta seputar angka kejadian preeklamsia:

  • Di negara berkembang berkisar 4% - 18%.
  • Pada tahun 2004, WHO mencatat angka kejadian preeklampsia mencapai 0,51% - 38,4%.
  • Angka kejadiannya masih cukup tinggi yaitu 30% - 40%.
  • Angka kematian ibu di dunia mencapai 529.000 orang per tahun dengan ratio angka kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia menurut catatan WHO 2005.
  • Di Indonesia sendiri, pada tahun 2006 angka kematian ibu yang disebabkan oleh kejadian preeklampsia sebanyak 5,8% berdasarkan catatan Depkes di tahun 2007.

Baca Juga: Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Menangani Diabetes Gestasional

3. Risiko preeklamsia pada ibu hamil dan janin

3. Risiko preeklamsia ibu hamil janin
Freepik/yanalya

Setelah mengetahui ibu hamil terkena preeklampsia, tentu akan ada penanganan khusus. Biasanya dokter dan tim medis terkait juga akan memantau kegiatan, pola makan dan pola istirahat ibu hamil.

Risiko bagi ibu hamil yang terkena preeklampsia adalah adanya kemungkinan terkena ginjal kronis atau gagal ginjal. Tidak hanya ibu hamil, janin juga menghadapi risiko setelah sang ibu mengalami preeklampsia, antara lain:

  • Bayi berisiko terlahir prematur karena ibu hamil preeklamsia
  • Kematian janin dalam kandungan dan segera setelah lahir
  • Gangguan pertumbuhan janin di dalam kandungan
  • Berat bayi lahir rendah
  • Bayi memiliki risiko tambahan terkena Penyakit Ginjal Kronis (PGK) setelah lahir nanti

Itulah fakta seputar preeklamsia pada ibu hamil dan janin yang perlu Mama ketahui. Cegah kecenderungan terkena preeklampsia semasa kehamilan dengan cermat mengatur pola makan dan memilih makanan bernutrisi ya Ma.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat Preeklampsia di Masa-Masa Kehamilan