Menambah Selera Makan, Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas?

Mama doyan pedas? Jika ya, wajib baca penjelasan berikut ini demi kesehatan bayi mama

26 Juni 2021

Menambah Selera Makan, Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas
Unsplash/Thomas Evans

Bagi orang Asia, Indonesia khususnya, makanan pedas bisa diibaratkan adalah sahabat kental. Rasanya ada yang kurang jika tidak ada sensasi rasa pedas di lidah dalam menu makanan sehari-hari.

Namun, bagi Mama yang kini sedang menyusui, mungkin mendengar nasihat bahwa sebaiknya mengurangi atau bahkan tidak makan makanan pedas sama sekali supaya tidak berdampak pada bayi. Lalu seperi apa fakta yang sebenarnya? Bolehkah ibu menyusui makan pedas?

Berikut Popmama.com merangkum penjelasannya, dilansir dari Firstcry:

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas?

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas
Unsplash

Secara umum, cukup aman mengonsumsi makanan pedas, bahkan saat Mama sedang menyusui. Memang, sejumlah kecil senyawa dalam makanan akan terdapat dalam kandungan ASI mama yang diminum si Kecil. Tetapi hal ini tidak akan berdampak besar pada bayi mama secara signifikan. 

Banyak ahli gizi anak yang mengamati pengaruh antara apa yang dimakan ibu terhadap bayinya. Hasilnya adalah ibu yang mengonsumsi berbagai jenis makanan ketika menyusui, bayinya lebih mudah mencoba dan menerima berbagai makanan berbeda di kemudian hari.

Editors' Picks

Apakah Makanan Pedas Dapat Memengaruhi Kualitas ASI Mama?

Apakah Makanan Pedas Dapat Memengaruhi Kualitas ASI Mama
freepik.com/grooveriderz

Rasa ASI dipengaruhi dari apa yang Mama konsumsi. Oleh karenanya, makanan baru yang Mama makan juga bisa mengalir melalui ASI. Ini juga berarti si Kecil mungkin punya preferensi terhadap rasa tertentu setelah Mama mengonsumsi makanan tertentu pula. 

Hal ini dapat menjadi 'pendahulu' yang baik pada bayi sebelum nantinya Mama mengenalkannya pada dunia makanan padat yang kaya variasi rasa. Indra pengecapannya sudah mengenal rasa berbeda dan meresponnya. Terkadang, Mama mungkin memperhatikan bahwa bayi mama menyukai rasa tertentu karena Mama cukup sering mengonsumsi makanan tersebut ketika hamil.

Tanda jika Bayi Sensitif terhadap Makanan Pedas

Tanda jika Bayi Sensitif terhadap Makanan Pedas
Freepik/atstock-productions

Beberapa tanda spesifik ini bisa membantu Mama mengetahui apakah si Kecil sensitif terhadap makanan pedas yang Mama konsumsi:

  • Menangis tidak terkendali setelah minum ASI dengan jejak rasa pedas,
  • mengalami diare, terutama setelah Mama makan makanan pedas,
  • siklus tidur yang kacau setelah disusui ASI yang diberikan setelah Mama makan makanan pedas,
  • menolak minum ASI setelah Mama makan makanan yang baru,
  • ruam dan gatal-gatal pada kulit bayi.

Makanan Pedas Picu Kolik pada Bayi

Makanan Pedas Picu Kolik Bayi
Pexels

Kolik dipercaya disebabkan karena pencernaan bayi yang bermasalah. Kolik adalah kondisi yang memengaruhi perut bagian atas, yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi. Banyak ahli mempercayai makanan pedas yang mengalir melalui ASI mama yang memicu terjadinya kolik.

Pada sebagian bayi, konsumsi ASI yang memiliki jejak rasa pedas dapat menyebabkan terbentuknya gas di perut dan usus. Bayi merasa kembung dan tidak enak badan sehingga ia pun jadi rewel karenanya.

Kapankah Saat yang Tepat untuk Ibu Menyusui Mulai Makan Makanan Pedas?

Kapankah Saat Tepat Ibu Menyusui Mulai Makan Makanan Pedas
Unsplash

Hingga kini, belum ada penelitian yang bisa mengetahui berapa lama makanan pedas bisa bertahan di ASI. Kita juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengenalkannya pada bayi mama. 

Banyak mama yang mulai mengonsumsi makanan pedas dalam jumlah minimal setelah melahirkan. Tetapi, sebaiknya tunda dulu konsumsi makanan pedas sampai bayi mama terbiasa menyusu dengan benar. Selain itu, perlu dipertimbangkan kesehatan dan kekebalan tubuh sudah berkembang ke tingkat yang lebih baik. 

Dengan mengetahui hal ini, jika bayi mama mengalami reaksi alergi, ia bisa lebih dapat pulih dengan cepat.

Itu dia serba-serbi keamanan mengonsumsi makanan pedas saat menyusui yang penting Mama ketahui. Semoga informasi ini memberikan wawasan ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.