7 Hal yang Sebaiknya Tak Dilakukan Saat Hamil Trimester Pertama

Semua demi keamanan tumbuh kembang janin, Ma

5 November 2018

7 Hal Sebaik Tak Dilakukan Saat Hamil Trimester Pertama
Freepik

Setiap bulan atau trimester kehamilan sama pentingnya, namun perlu Mama ketahui bahwa pada trimester pertama Mama perlu ekstra hati-hati.

Pada momen ini segala proses tumbuh kembang janin tengah terjadi dengan pesat. Berbagai jenis infeksi yang terjadi pada trimester pertama pun bisa sangat berbahaya.

Nah, apa saja sebenarnya beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan oleh para Mama di trimester pertama demi janin? Berikut informasinya, Ma:

1. Mandi atau berendam air panas

1. Mandi atau berendam air panas
Pexels/Pixabay

Mandi atau berendam boleh dilakukan oleh Mama selama hamil, tapi jika suhu airnya terlalu tinggi dan waktunya terlalu lama, ini bisa memengaruhi janin.

Berendam di air panas atau hangat terlalu lama dapat meningkatkan suhu tubuh Mama. Dan kondisi ini pun bisa turut memengaruhi kondisi janin.

Jika berendam di air hangat dapat membuat rasa nyeri di tubuh Mama mereda, maka sebaiknya Mama cari cara lain untuk mengatasinya, ya.

Peningkatan suhu tubuh Mama bisa menciptakan risiko bagi tumbuh kembang janin.

Baca juga: Hal yang Perlu Mama Ketahui Tentang Mandi Air Panas untuk Ibu Hamil

2. Terpapar matahari terlalu lama

2. Terpapar matahari terlalu lama
Pexels/Ibrahim Asad

Paparan sinar matahari, khususnya matahari pagi, memang sangat baik bagi tubuh Mama. Namun jika semua dilakukan berlebihan alias Mama sampai berjemur di siang hari, ini justru berbahaya.

Serupa seperti efek apabila Mama terlalu lama mandi air panas, berada di bawah sinar matahari terlalu lama juga dapat menaikkan suhu tubuh Mama ke tingkat yang tidak aman untuk janin.

Saat hamil, kulit Mama juga lebih rentan untuk mengalami sunburn di bawah sinar matahari akibat efek perubahan hormon. Penggunaan tabir surya pun menjadi salah satu kebiasaan baik yang bisa Mama lakukan.

Jadi apabila saat hamil Mama hendak pergi ke pantai, sebaiknya hindari paparan sinar matahari terlalu lama, gunakan tabir surya, dan jangan lupa untuk banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

3. Lupa minum suplemen vitamin

3. Lupa minum suplemen vitamin
Pexels/Ylanite Koppens

Dengan berbagai alasan, tak sedikit para Mama yang enggan atau lupa minum suplemen vitamin yang diberikan dokter.

Mulai dari karena sulit menelannya, membuat Mama merasa mual atau bahkan memicu sembelit.

Padahal vitamin prenatal sangat penting untuk kesehatan tubuh Mama dan si Kecil yang sedang bertumbuh pesat. Melewatkan jadwal minum vitamin pun sebaiknya tidak dilakukan ya, Ma.

Janin sangat membutuhkan berbagai komposisi vitamin dan mineral yang terdapat di dalam suplemen untuk memastikan tumbuh kembangnya.

Jika memang vitamin yang diberikan membuat Mama sembelit atau mual, mintalah saran atau mungkin suplemen vitamin lain dari dokter.

Baca juga: Jangan Asal Konsumsi Suplemen, Ini Rekomendasi Terbaik untuk Ibu Hamil

Editors' Picks

4. Duduk terlalu lama

4. Duduk terlalu lama
Pexels/Bruce Mars

Trimester pertama adalah periode penting di mana pertumbuhan dan perkembangan tengah terjadi dengan pesat. Kerja jantung dan volume darah di tubuh Mama pun meningkat sebagai bagian dari proses tersebut.

Nah, efek dari peningkatan volume darah tersebut membuat Mama berisiko pembekuan darah jika sering duduk dalam jangka waktu yang lama. Termasuk saat Mama bekerja di kantor atau duduk di mobil.

Kebiasaan ini dapat membuat pembekuan darah di area kaki, efeknya Mama pun bisa jadi kram, bengkak di kaki dan sulit bergerak sesudahnya.

Saat bepergian atau bekerja di kantor, biasakan untuk bangun dan berdiri secara teratur setiap satu jam.

5. Mengecat dinding

5. Mengecat dinding
Freepik/Freepik

Boleh saja jika Mama bersemangat menyiapkan kamar untuk si Kecil, tapi sebaiknya hindari beberapa aktivitas yang bisa membahayakan kehamilan.

Salah satunya mengecat atau melukis di tembok kamar. Ini karena efek negatif dari berbagai bahan kimia yang terdapat di dalam cat, Ma.

Paparan cat dan aroma menyengat dari cat itu sendiri dapat memengaruhi janin. Oleh sebab itu, lebih baik serahkan saja tugas ini pada orang lain, ya.

6. Melakukan olahraga ekstrem

6. Melakukan olahraga ekstrem
Pexels/Isabella Mendes

Olahraga selama kehamilan sangat baik untuk Mama dan juga si Kecil. Berbagai pilihan olahraga pun bisa Mama lakukan, seperti yoga atau berenang.

Setiap gerakan olahraga ini pun sangat perlu diperhatikan dan diawasi oleh pelatih yang berpengalaman menangani ibu hamil.

Selain bermanfaat untuk melatih otot, olahraga saat hamil juga turut membantu mengurangi stres.

Namun demikian, perlu Mama ketahui bahwa kehamilan bukanlah waktu yang tepat untuk mencoba jenis olahraga baru atau ekstrem. Hal ekstrem seperti ini justru berisiko untuk janin, Ma.

Baca juga: Serba-serbi Olahraga yang Tepat untuk Tingkatkan Peluang Hamil

7. Membersihkan kandang kucing

7. Membersihkan kandang kucing
Pexels/Pixabay

Salah satu aktivitas yang sebaiknya diserahkan dulu pada orang lain termasuk membersihkan kandang kucing. Terutama membersihkan pasir-pasir yang ada di kandangnya.

Ini karena pasir di kandang kucing sangat mungkin menjadi tempat berkembang biak bagi parasit yang dapat menginfeksi Mama dan si Kecil. Salah satunya toksoplasmosis.

Toksoplasmosis adalah infeksi parasit yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, tetapi selama kehamilan, kotak pasir di kandang kucing pun menjadi salah satu sumber paling rentan.

Apabila janin terinfeksi dengan penyakit parasit ini, beberapa risikonya yakni gangguan penglihatan atau bahkan kerusakan otak.

Perhatikan lagi berbagai aktivitas Mama selama hamil, terutama di trimester pertama. Jika ragu untuk melakukan sesuatu, konsultasikan dengan dokter, ya.

Baca juga: Tips Membersihkan Kandang Kucing agar Terhindar dari Toksoplasma