Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Gigi Berlubang saat Hamil Bisa Picu Keguguran? Ini Faktanya

Benarkah Gigi Berlubang saat Hamil Bisa Picu Keguguran? Ini Faktanya
Freepik/8photo
Intinya Sih
  • Gigi berlubang pada ibu hamil dapat memicu komplikasi serius seperti infeksi, sepsis, hingga risiko keguguran jika tidak segera ditangani oleh dokter gigi.
  • Penelitian menunjukkan penyakit gusi dan infeksi mulut saat hamil berhubungan dengan kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, serta gangguan pada plasenta.
  • Pemeriksaan dan perawatan gigi rutin selama kehamilan penting dilakukan; prosedur seperti penambalan dan rontgen aman bila mengikuti panduan medis yang tepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Gigi berlubang bisa dialami oleh siapa saja, Ma. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil.

Seperti yang Mama ketahui, ibu hamil harus selalu berhati-hati agar tumbuh kembang janin sempurna hingga saatnya melahirkan nanti. Karena itu, Mama pun harus memastikan kesehatan gigi selama masa kehamilan.

Nah, terkait dengan gigi berlubang, benarkah gigi berlubang saat hamil bisa picu keguguran? Lalu, apa yang harus Mama lakukan untuk mengatasi masalah ini? Bila Mama memiliki gigi berlubang, yuk, simak penjelasannya pada ulasan Popmama berikut ini.

Benarkah Gigi Berlubang saat Hamil Bisa Picu Keguguran?

Bahaya gigi berlubang pada ibu hamil
Freepik/stockking

Gigi berlubang kerap dialami oleh siapa saja, termasuk ibu hamil. Mama mungkin sudah mengetahui jika sangat penting menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Namun, benarkah gigi berlubang saat hamil bisa picu keguguran?

Bila tidak ditangani, gigi berlubang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai dari infeksi gigi, abses gigi, sepsis, hingga gigi tanggal, Ma.

Bila Mama memiliki gigi berlubang, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai dengan kondisi Mama, ya. Mengapa? Pasalnya, gigi berlubang ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan saat hamil. Bahkan dalam kondisi yang parah, gigi berlubang bisa menyebabkan keguguran. Hal ini diungkap oleh dr. Keven Tali Sp.OG dalam unggahannya di YouTube pribadinya Dokter Keven.

Selain itu, sebuah studi bertajuk “Further evidence for periodontal disease as a risk indicator for adverse pregnancy outcomes” juga mengungkap perihal gigi berlubang dan risiko keguguran.

Dalam penelitian tersebut, diungkapkan bahwa ibu hamil yang memiliki masalah gigi (penyakit periodontal), lebih cenderung melahirkan secara prematur, memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah, bahkan mungkin lebih cenderung mengalami keguguran. 

Selain itu, Ma, masalah gigi yang dibiarkan berlarut-larut akan berdampak sistemik, salah satunya mengganggu plasenta ibu hamil. Keguguran ini bisa terjadi di trimester awal yang rawan karena janin masih membentuk diri dan plasenta belum terlalu kuat melindungi.

Gigi berlubang yang sangat parah pun bisa menyebabkan peradangan yang bisa memengaruhi atau menjalar ke janin.

Mengapa Merawat Gigi saat Hamil sangat Penting?

Bahaya gigi berlubang pada ibu hamil
Unsplash/Caroline LM

Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin, pembersihan, dan perawatan yang diperlukan selama kehamilan. Sekitar setengah dari ibu hamil mengalami gingivitis kehamilan, bentuk ringan dari penyakit gusi yang biasanya hilang setelah melahirkan.

Ibu hamil bisa menyalahkan hormon; hormon membuat gusi lebih mudah teriritasi oleh plak dan dapat menjadi merah, lunak, dan sakit (dan mungkin berdarah). Jika gingivitis tidak diobati, dapat menyebabkan penyakit gusi (periodontal) yang lebih serius dan bahkan kehilangan gigi.

Hal ini juga berdampak pada janin. Dalam kasus yang parah, jika seorang ibu hamil memiliki pertumbuhan bakteri yang berlebihan di mulutnya (seperti periodontitis, infeksi gusi yang serius), penelitian telah menemukan ada kemungkinan hal itu dapat menyebabkan persalinan prematur.

Ada juga potensi bakteri dapat menular ke bayi yang baru lahir, yang dapat membuat mereka rentan terhadap masalah kesehatan mulut seperti gigi berlubang sejak dini.

Selama kehamilan, sikat gigi dengan pasta gigi berfluorida dua kali sehari (pagi dan malam) dan gunakan benang gigi sekali sehari. Jika Mama muntah karena mual, Mama dapat menyegarkan mulut dengan berkumur dan meludah menggunakan obat kumur atau air biasa. Kemudian sikat gigi sekitar 30 menit kemudian. Ini akan membantu menghilangkan asam lambung yang dapat mengikis enamel gigi.

Sangat umum bagi ibu hamil untuk mengabaikan perawatan gigi karena mual atau kelelahan umum. Beberapa pasien juga melaporkan tidak menyukai rasa atau bau pasta gigi saat mual. ​​Sebaliknya, muntah yang sering dapat menyebabkan erosi enamel, sehingga beberapa ibu hamil menyikat gigi terlalu sering untuk mencoba mengatasi hal ini, yang justru dapat memperburuk keadaan.

Refleks muntah juga meningkat selama waktu ini, dan sikat gigi dapat merangsangnya. Sikat gigi dengan lembut dan perlahan. Jika Mama muntah saat menyikat gigi, cukup bilas mulut mama dengan air setelahnya.

Tips Mengatasi Rasa Cemas saat Pemeriksaan Dokter Gigi

Bahaya gigi berlubang pada ibu hamil
Pexels/Robert Golebiewski

Jika pergi ke dokter gigi sudah membuat Mama cemas, kehamilan mungkin akan meningkatkan kecemasan itu. Beri tahu tim dokter gigi tentang perasaan Mama. Mereka dapat menjelaskan apa yang aman dan membuat kunjungan sesantai mungkin.

Saat menjadwalkan janji temu, beri tahu dokter gigi bahwa Mama sedang hamil dan tanggal perkiraan kelahiran. Ini akan membantu tim dokter gigi memberikan perawatan terbaik untuk Mama.

Jika kunjungan dokter gigi terakhir Mama lebih dari 6 bulan yang lalu atau jika Mama memiliki masalah atau kekhawatiran tentang kesehatan mulut, jadwalkan janji temu sesegera mungkin.

Jika Mama merasa tidak nyaman di kursi dokter gigi, tim dokter gigi dapat melakukan beberapa penyesuaian untuk membantu Mama merasa lebih baik dan mencegah Mama merasa pusing. Sebagai contoh, mereka dapat:

  • menjaga posisi kaki sedikit lebih tinggi dari kepala
  • memosisikan Mama dalam posisi setengah berbaring, jika memungkinkan, dan memungkinkan perubahan posisi yang sering
  • menempatkan bantal kecil di bawah pinggul, atau meminta Mama sedikit berputar sesuai kebutuhan untuk menghindari pusing atau mual yang disebabkan oleh tekanan darah rendah

Apakah Rontgen Gigi Aman untuk Dilakukan saat Hamil?

Bahaya gigi berlubang pada ibu hamil
Vecteezy/Sakuna Thongkum

Melakukan rontgen gigi selama kehamilan juga aman jika Mama memang perlu melakukannya. Dokter gigi akan menutupi Mama dengan celemek timbal pelindung untuk meminimalkan paparan pada rahim, serta pelindung leher untuk tiroid.

Jangan menunda prosedur seperti penambalan gigi berlubang, perawatan saluran akar, dan pemasangan mahkota gigi, karena dapat mencegah infeksi. Mama juga tidak perlu khawatir tentang keamanan obat bius yang digunakan dokter gigi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American Dental Association menemukan bahwa suntikan lidokain aman selama kehamilan dan tidak menyebabkan perbedaan dalam tingkat keguguran, cacat lahir, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah.

Mama juga dapat mengunjungi kantor dokter gigi untuk meminta ahli kebersihan gigi menghilangkan endapan keras (karang gigi) pada gigi yang terlalu sulit untuk dihilangkan selama pembersihan rutin.

Namun, prosedur kosmetik seperti memutihkan gigi – baik di dokter gigi atau menggunakan produk yang dijual bebas di rumah – sebaiknya ditunda hingga setelah bayi lahir. Paparan bahan kimia yang digunakan dalam prosedur pemutihan gigi mungkin tidak membahayakan janin, tetapi belum diteliti secara menyeluruh, jadi sebaiknya berhati-hati.

Itu penjelasan tentang benarkah gigi berlubang saat hamil bisa picu keguguran. Dalam beberapa kasus, gigi berlubang yang parah saat hamil bisa picu keguguran, ya, Ma. Jadi, jangan ragu untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi secara rutin.

Apakah Mama juga memiliki gigi berlubang saat hamil?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More