Perlu Dibatasi, Ini 5 Efek Samping Ibu Hamil Makan Durian

- Durian tinggi gula, berisiko gestational diabetes. Konsumsi dalam porsi kecil dan seimbang.
- Serat durian bisa menyebabkan kembung dan sembelit. Batasi porsi untuk mengurangi keluhan.
- Kandungan kalori tinggi dapat menyebabkan kenaikan berat badan berlebih. Ibu hamil perlu mengontrol ketika ingin mengonsumsi durian.
Durian dikenal sebagai buah musiman dengan aroma kuat dan rasa manis legit yang khas. Tak sedikit ibu hamil yang tetap tergoda untuk mencicipinya saat musim durian tiba.
Namun, masa kehamilan membuat Mama perlu lebih berhati-hati dalam memilih asupan makanan sehari-hari. Tidak semua makanan yang terasa lezat aman dikonsumsi tanpa batas, termasuk durian yang sering disebut sebagai buah “panas”.
Perdebatan soal aman atau tidaknya durian untuk ibu hamil pun kerap muncul di tengah masyarakat. Ada yang melarang sama sekali, ada pula yang memperbolehkan selama tidak berlebihan.
Agar Mama tidak bingung, penting untuk mengetahui apa saja efek samping durian jika dikonsumsi terlalu banyak selama kehamilan. Berikut Popmama.com rangkum beberapa efek samping ibu hamil makan durian.
Yuk Ma, disimak!
Deretan Efek Samping Ibu Hamil Makan Durian
1. Meningkatkan kadar gula darah

Durian memiliki kandungan gula alami dan kalori yang cukup tinggi dibandingkan banyak buah lainnya. Jika dikonsumsi berlebihan, buah ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah pada ibu hamil.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama bagi ibu hamil yang memiliki risiko gestational diabetes. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan selama hamil sekaligus perkembangan janin.
Oleh karena itu, durian sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil dan tidak terlalu sering. Mengombinasikannya dengan pola makan seimbang bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
2. Memicu gangguan pencernaan

Durian mengandung serat dan senyawa tertentu yang dapat menghasilkan gas berlebih di saluran pencernaan. Pada ibu hamil, hal ini bisa memicu rasa kembung, begah, dan tidak nyaman di perut.
Perubahan hormon selama kehamilan juga membuat sistem pencernaan bekerja lebih lambat. Ketika ditambah konsumsi durian berlebihan, maka keluhan seperti sembelit bisa semakin terasa.
Jika Mama memiliki riwayat masalah pencernaan, sebaiknya lebih berhati-hati saat mengonsumsi durian. Membatasi porsi dan tidak mengonsumsinya secara berturut-turut bisa membantu mengurangi keluhan.
3. Berisiko meningkatkan berat badan berlebih

Tingginya kandungan kalori dalam durian dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan ibu hamil jika dikonsumsi tanpa kontrol. Kenaikan berat badan yang terlalu cepat tentu bukan kondisi yang diharapkan selama kehamilan.
Berat badan ibu yang meningkat berlebihan dapat meningkatkan risiko janin berukuran besar atau macrosomia. Kondisi ini berpotensi menyulitkan proses persalinan normal.
Agar kehamilan tetap sehat, Mama perlu memperhatikan frekuensi konsumsi makanan tinggi kalori seperti durian. Menjaga pola makan seimbang tetap menjadi kunci utama.
4. Memicu rasa panas dan tidak nyaman pada tubuh

Durian sering dikaitkan dengan sensasi panas setelah dikonsumsi. Pada ibu hamil, sensasi ini bisa terasa lebih kuat dan membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Rasa panas tersebut dapat memicu keluhan lain seperti mudah berkeringat, mulut kering, atau rasa tidak enak di tenggorokan. Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan ibu hamil.
Mengonsumsi durian dalam jumlah kecil dan memperbanyak minum air putih dapat membantu mengurangi efek ini. Mama juga sebaiknya menghindari durian saat cuaca sedang sangat panas.
5. Berisiko bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu

Setiap ibu hamil memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Bagi Mama yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau obesitas, konsumsi durian berlebihan bisa memperburuk kondisi yang ada.
Kandungan gula dan kalorinya dapat meningkatkan beban metabolik tubuh selama kehamilan. Jika tidak dikontrol, hal ini berpotensi memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin.
Selain itu, durian juga tidak dianjurkan dikonsumsi bersamaan dengan makanan atau minuman tertentu yang dapat memicu reaksi tidak nyaman pada tubuh. Kombinasi yang kurang tepat bisa membuat tubuh terasa lebih cepat lelah.
Pada akhirnya, durian sebenarnya tidak sepenuhnya dilarang untuk ibu hamil, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan dalam jumlah wajar.
Itulah tadi beberapa efek samping ibu hamil makan durian. Menurut Mama, apakah durian masih layak dinikmati selama kehamilan jika porsinya benar-benar dibatasi?
FAQ Efek Samping Ibu Hamil Makan Durian
| Apakah ibu hamil boleh makan durian? | Ibu hamil sebenarnya boleh makan durian, tetapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Konsumsi berlebihan dapat memicu berbagai efek samping yang berisiko bagi ibu hamil dan janin. |
| Berapa porsi durian yang aman untuk ibu hamil? | Tidak ada takaran pasti, namun umumnya disarankan hanya 1–2 potong kecil dalam satu waktu. Mama juga sebaiknya tidak mengonsumsinya terlalu sering. |
| Apakah durian bisa menyebabkan keguguran? | Tidak ada bukti ilmiah yang menyebut durian secara langsung menyebabkan keguguran. Namun, konsumsi berlebihan dapat memicu kondisi seperti gula darah tinggi yang berisiko bagi kehamilan. |

-T95zEqWZxoeuSDf3BDYQyfhVcrQQIFzD.jpg)
-578izNHo2JYeXWwAcKF1HyqxIFnQYV4y.jpg)















