Fakta Rumput Fatimah dan Dampak Buruknya bagi Kehamilan

Hati-hati dalam mengonsumsi jamu rumput fatimah ya, Ma!

15 Juni 2021

Fakta Rumput Fatimah Dampak Buruk bagi Kehamilan
Realnatural.org

Saat ini jamu rumput fatimah sangat populer di Indonesia dan dipercaya sebagai salah satu cara untuk merangsang persalinan. Rumput fatimah ini memiliki nama latin Labisia Pumila. Rumput fatimah biasanya dikonsumsi dengan cara merendam bagian akar yang kering dalam segelas air.

Perempuan yang sedang hamil disarankan untuk mengonsumsi ini yang berguna untuk mempercepat proses kelahiran si Kecil. Rumput fatimah memiliki kandungan oksitosin yang berguna untuk memicu dan meningkatkan kontraksi pada rahim.

Inilah yang menjadi alasan mengapa rumput fatimah menjadi populer bagi para Mama menjelang persalinan. Namun, ternyata mengonsumsi rumput fatimah ini ditentang oleh dunia kedokteran karena memiliki akibat yang fatal lho, Ma!

Agar Mama dapat mengetahui kandungan dan dampak dari konsumsi rumput fatimah saat hamil, kali ini Popmama.com akan merangkum tentang rumput fatimah bagi Mama yang sedang hamil. Yuk disimak!

1. Asal usul rumput fatimah

1. Asal usul rumput fatimah
En.wikipedia.org

Rumput fatimah atau yang disebut dengan Labisia Pumila ini adalah tanaman yang berbentuk seperti rumput. Rumput fatimah awalnya berasal dan bertumbuh di Malaysia. Namun, tumbuhan ini juga banyak tumbuh di Indonesia, seperti pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Ciri-cirinya adalah tanamannya kecil, berbatang keras, dan memiliki daun yang panjang sekitar 20cm. Tanaman ini digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat Indonesia yang diyakini memiliki kandungan manfaat yang berkaitan dengan kesehatan perempuan.

2. Kegunaan rumput fatimah

2. Kegunaan rumput fatimah
Freepik/Nestea06

Digunakan sebagai pengobatan tradisional, Labisia Pumila dianggap berguna untuk sejumlah pengobatan seperti penyakit kelamin, perut kembung, dan juga membantu dalam kontraksi persalinan. Tanaman ini juga diteliti untuk digunakan dalam pembuatan produk-produk kosmetik.

Ekstrak tanaman telah dibentuk dalam bentuk kapsul dan tablet, serta bahan yang digunakan dalam minuman energi. Pada tahun 2010, Labisia disorot sebagai salah satu dari lima herbal lokal yang dikembangkan secara komersial dalam skala besar di Malaysia melalui Transformasi Ekonomi.

Editors' Picks

3. Dampak Mengonsumsi rumput fatimah dengan dosis yang tidak tepat

3. Dampak Mengonsumsi rumput fatimah dosis tidak tepat
Freepik/Phduet

Mungkin Mama berpikir kalau obat herbal tidak memiliki kandungan yang berbahaya karena berasal dari bahan-bahan yang alami. Namun, ternyata penggunaan obat alami juga harus dibuktikan secara ilmiah mengenai keamanannya dari serangkaian uji klinis di laboratorium.

Walaupun obat herbal, namun juga harus diuji dosis yang tepat, cara penggunaannya, efektivitas, risiko, dan reaksi dengan senyawa lain. Sayangnya, meski bersifat turun temurun, obat herbal di Indonesia yang berbentuk jamu dan obat herbal masih banyak yang belum teruji klinis.

Jamu rumput fatimah termasuk jamu asli yang keamanannya masih diragukan, terutama bagi Mama yang sedang hamil. Jamu rumput fatimah biasanya diracik dengan rebusan kombinasi rempah dan variasi resep turun-temurun yang tidak memiliki indikasi yang tepat.

4. Bisa menyebabkan kelahiran prematur

4. Bisa menyebabkan kelahiran prematur
Freepik/Freeograph

Menurut salah satu studi dari Malaysia, mengatakan bahwa rumput fatimah ini mengandung zat oksitosin yang menyebabkan terjadinya kelahiran prematur. Zat Oksitosin ini adalah hormon yang digunakan dalam obat-obat induksi persalinan untuk memicu dan meningkatkan kontraksi rahim.

Hal ini bisa terjadi ketika Mama mengonsumsi air rumput fatimah jauh sebelum hari perkiraan lahir. Oksitosin memang dapat merangsang kontraksi, namun kadar oksitosin dalam rumput fatimah tidak dapat terukur, sehingga dapat memicu kontraksi rahim yang hebat dan membuat kelahiran bayi sebelum waktunya.

5. Rumput fatimah dapat menyebabkan Atonia Uteri

5. Rumput fatimah dapat menyebabkan Atonia Uteri
Freepik/Chormail

Atonia Uteri adalah sebuah keadaan di mana kondisi rahim mama gagal berkontraksi setelah persalinan. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahaan setelah persalinan. Hal ini tentunya dapat membahayakan nyawa mama dan si Bayi tentunya.

Rumput fatimah merangsang kontraksi rahim secara terus-menerus yang dapat memicu terjadinya Atonia Uteri. Kemungkinan bagi otot rahim yang gagal mempertahankan kontraksi setelah melahirkan, akibatnya adalah pembuluh darah pada plasenta tidak dapat ditahan.

6. Jika berlebihan bisa menyebabkan perdarahan

6. Jika berlebihan bisa menyebabkan perdarahan
Freepik/Peoplecreations

Biasanya setelah Mama mengalami Atonia Uteri saat melahirkan, efek kontraksi yang disebabkan oleh rumput fatimah ini berujung pada perdarahan. Efek kontraksi yang berlebih ini dapat membuat dinding rahim mengalami robekan atau yang dikenal sebagai Ruptur Uteri.

Dinding rahim yang sudah robek, akan mengakibatkan perdarahan hebat yang harus ditangani dengan cepat. Karena hal ini dapat membuat Mama kehabisan darah. Menurut data KEMENKES RI tahun 2013, perdarahan saat persalinan adalah pembunuh nomor satu bagi Mama dalam proses persalinan.

Kini Mama telah mengetahui fakta dari rumput fatimah dan dampak buruknya bagi kehamilan. Mama dapat berkonsultasi kepada dokter kandungan terpercaya bila ingin mengonsumsi obat herbal atau jamu tradisional agar mendapatkan dosis yang tepat.

Obat herbal atau jamu tradisional apa yang biasanya Mama konsumsi saat hamil? 

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.