Mual dan muntah saat hamil atau morning sickness merupakan keluhan yang umum dialami ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Meski disebut morning sickness, keluhan ini tidak hanya muncul pada pagi hari, tetapi dapat terjadi kapan saja sepanjang hari.
Kapan Mual Muntah saat Hamil Mulai Hilang? Ini Penjelasannya

Mual dan muntah saat hamil umum terjadi pada trimester pertama, dialami hingga 70 persen ibu hamil, serta dapat muncul kapan saja meski disebut morning sickness.
Gejala ini umumnya mereda sekitar minggu ke-12, tetapi dapat berlanjut hingga awal trimester kedua atau dalam kasus jarang, sampai akhir kehamilan.
Mual berat selama berjam-jam dengan muntah lebih dari empat kali sehari dapat mengarah pada hiperemesis gravidarum dan memerlukan perhatian medis.
Keluhan tersebut biasanya mulai membaik seiring bertambahnya usia kehamilan. Namun, setiap ibu hamil dapat mengalami durasi mual dan muntah yang berbeda, bahkan sebagian masih merasakannya setelah memasuki trimester kedua.
Lantas, mual muntah saat hamil sampai kapan? Berikut Popmama.com sajikan penjelasannya, seperti dikutip dari Cleveland Clinic.
Table of Content
1. Mual muntah saat hamil dikenal sebagai kondisi morning sickness

Freepik/jcomp Morning sickness adalah kondisi berupa mual dan muntah yang terjadi selama kehamilan. Kondisi ini cukup umum dan dapat dialami hingga 70 persen perempuan pada trimester pertama, yaitu tiga bulan pertama kehamilan.
Meski menggunakan istilah morning sickness, mual dan muntah tidak hanya terjadi pada pagi hari. Keluhan ini dapat muncul kapan saja sepanjang hari dan umumnya mulai membaik ketika memasuki trimester kedua.
2. Mual muntah saat hamil sampai kapan?

Vecteezy.com/johnstoker Pada sebagian besar ibu hamil, mual dan muntah mulai membaik atau menghilang sekitar minggu ke-12 kehamilan, yaitu menjelang akhir trimester pertama. Namun, sebagian ibu hamil masih dapat mengalami keluhan tersebut hingga awal trimester kedua, sekitar usia kehamilan 14–27 minggu.
Pada kondisi yang jarang terjadi, mual dan muntah dapat bertahan hingga akhir kehamilan. Jadi, tidak semua ibu hamil akan mengalami waktu berhenti morning sickness yang sama karena keluhannya dapat berlangsung dengan durasi berbeda.
3. Kenapa mual muntah mulai mereda di sekitar minggu ke-12?

Magnific Bagi banyak ibu hamil, sekitar minggu ke-12 menjadi masa ketika mual mulai berkurang dan energi perlahan kembali. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai perubahan biologis dan hormonal yang terjadi selama kehamilan, terutama ketika plasenta mulai mengambil alih produksi hormon.
Beberapa perubahan yang dapat berperan dalam meredanya morning sickness yaitu:
Plasenta mulai memproduksi hormon: Sekitar usia kehamilan 12 minggu, plasenta telah berkembang dan mulai mengambil peran lebih besar dalam produksi hormon untuk mempertahankan kehamilan. Perubahan ini membantu tubuh mama memiliki hormon yang lebih stabil.
Kadar hCG mulai menurun: Hormon human chorionic gonadotropin (hCG) meningkat pesat setelah pembuahan dan menjadi salah satu pemicu mual pada awal kehamilan. Kadar hCG biasanya mencapai puncaknya sekitar minggu ke-9 atau ke-10, kemudian mulai menurun dan lebih stabil.
Tubuh mulai beradaptasi dengan GDF15: GDF15 merupakan hormon yang diproduksi oleh janin dan kadarnya meningkat secara signifikan pada trimester pertama. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar GDF15 dengan tingkat keparahan mual dan muntah, sementara tubuh mama secara bertahap mulai beradaptasi.
4. Bisakah morning sickness menjadi parah?

Magnific Ya, morning sickness dapat menjadi lebih parah pada sebagian ibu hamil. Pada kondisi yang umum, rasa mual biasanya hanya berlangsung dalam waktu tertentu setiap hari dan muntah dapat terjadi satu atau dua kali.
Namun, jika mual berlangsung selama beberapa jam setiap hari dan muntah terjadi lebih dari empat kali sehari, kondisi tersebut dapat mengarah pada hiperemesis gravidarum. Kondisi ini merupakan bentuk mual dan muntah berat selama kehamilan yang membutuhkan perhatian medis.
5. Tips mengurangi gejala mual muntah saat hamil

Magnific Beberapa perubahan sederhana pada pola makan dan kebiasaan sehari-hari dapat membantu Mama mengurangi rasa mual selama kehamilan. Mama dapat mencoba beberapa cara berikut:
Konsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sepanjang hari dan jangan melewatkan waktu makan.
Coba makan beberapa keping biskuit atau roti panggang sebelum bangun dari tempat tidur pada pagi hari.
Batasi makanan pedas dan berlemak, lalu pilih makanan dengan rasa yang lebih ringan seperti pisang, nasi, roti panggang, kentang panggang, telur, atau kaldu.
Pilih camilan bergizi seperti yoghurt, selai kacang dengan potongan apel atau seledri, keju, maupun kacang-kacangan.
Minum cukup air sepanjang hari dan batasi minuman berkafein.
Konsumsi vitamin prenatal bersama camilan. Jika mengandung zat besi, Mama dapat membicarakan dengan dokter mengenai waktu konsumsi yang paling sesuai.
Jadi, mual muntah saat hamil mulai mereda di sekitar minggu ke-12 atau menjelang trimester kedua kehamilan. Kalau Mama, mualnya mulai berkurang di minggu keberapa?






















