Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Awas! Paparan Polusi saat Hamil Tingkatkan Risiko Speech Delay pada Bayi
Magnific/Freepik
  • Penelitian King's College London menemukan paparan polusi udara tinggi pada trimester pertama kehamilan dapat menurunkan skor bahasa bayi hingga 7 poin akibat gangguan perkembangan saraf janin.
  • Polutan berbahaya seperti NO2, PM2.5, dan PM10 dari emisi kendaraan serta pembakaran sampah dapat memicu peradangan yang mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
  • Bayi prematur lebih rentan terhadap dampak polusi dengan risiko keterlambatan motorik, sementara WHO menegaskan hampir seluruh populasi dunia menghirup udara melebihi batas aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan adalah masa penting yang sangat menentukan tumbuh kembang bayi termasuk perkembangan otak hingga bicaranya kelak. Namun, tanpa disadari, ibu hamil bisa terpapar berbagai faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi janin, salah satunya adalah polusi udara.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk selama masa kehamilan tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan saraf bayi sejak dalam kandungan. 

Kondisi ini bahkan dikaitkan dengan meningkatnya risiko keterlambatan bicara atau speech delay pada anak setelah lahir. Lalu, bagaimana sebenarnya hubungan antara paparan polusi saat hamil dan perkembangan bayi?

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai paparan polusi saat hamil tingkatkan risiko speech delay pada bayi.

1. Hubungan antara paparan polusi dan speech delay bayi setelah lahir

Pexels/Alexey Demidov

Penelitian dari King's College London (KCL) menemukan bahwa bayi yang terpapar polusi udara tingkat tinggi, terutama pada trimester pertama kehamilan (konsepsi hingga minggu ke-12/13), menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang lebih lambat pada usia 18 bulan. 

Bayi yang terpapar polusi tinggi di awal kehamilan ini rata-rata memiliki skor 5 hingga 7 poin lebih rendah dalam tes bahasa dibandingkan dengan bayi yang terpapar polusi rendah.

Secara biologis, polusi diduga memicu peradangan (inflamasi) dan stres oksidatif yang dapat mengganggu pembentukan koneksi saraf di otak janin, terutama pada area yang berhubungan dengan bahasa dan kognisi.

2. Jenis polutan yang berbahaya untuk ibu hamil

Freepik

Polutan utama yang dikaitkan dengan risiko ini berasal dari emisi lalu lintas. Pertama, polutan Nitrogen Dioksida (NO2) yang paling sering berasal dari emisi kendaraan bermotor, terutama mobil, motor, dan kendaraan diesel. Gas ini biasanya banyak ditemukan di:

  • Persimpangan atau lampu merah dengan kemacetan tinggi

  • Area perkotaan dekat jalan besar atau tol

  • Sekitar terminal, pelabuhan, dan kawasan industri

Selanjutnya ada polutan PM2.5 dan PM10 (partikel halus).Partikel ini berasal dari asap pembakaran dan debu halus, dan bisa berasal dari berbagai sumber seperti:

  • Asap kendaraan bermotor

  • Pembakaran sampah

  • Aktivitas industri dan pabrik

  • Proses konstruksi atau proyek bangunan (debu)

  • Asap rokok dan pembakaran bahan bakar rumah tangga (misalnya kayu atau arang)

Sebagai informasi, PM2.5 sangat berbahaya karena ukurannya sangat kecil (≤2,5 mikrometer), sehingga dapat masuk hingga ke alveoli paru-paru, masuk ke aliran darah, dan memicu peradangan sistemik. Pada kehamilan, partikel ini diduga dapat memengaruhi plasenta, sehingga berpotensi mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin. 

3. Dampak lebih berat polusi pada bayi prematur

Unsplash/Danijel Durkovic

Dampak paparan polusi selama kehamilan diketahui lebih signifikan pada bayi yang lahir prematur. Hal ini terjadi karena organ dan sistem saraf bayi prematur belum berkembang secara optimal, sehingga lebih rentan terhadap gangguan lingkungan.

Studi menunjukkan bahwa bayi prematur yang terpapar polusi tinggi memiliki skor kemampuan motorik lebih rendah, dengan selisih rata-rata hingga sekitar 11 poin dibandingkan bayi yang terpapar polusi lebih rendah. Ini mencakup keterlambatan dalam koordinasi gerak, kontrol otot, hingga perkembangan motorik halus.

Kondisi ini memperkuat bahwa fase perkembangan awal baik di dalam kandungan maupun setelah lahir sangat sensitif terhadap faktor lingkungan seperti kualitas udara.

4. Risiko gangguan perkembangan lain jika ibu hamil sering terpapar polusi 

Freepik

Selain keterlambatan bicara, paparan polusi prenatal juga dikaitkan dengan berbagai gangguan perkembangan saraf lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan dengan gangguan pada fungsi kognitif, perilaku, dan struktur otak.

Dampak yang mungkin muncul antara lain:

  • Kognitif yakni penurunan kemampuan belajar, memori, dan fokus

  • Perilaku dan emosi yakni peningkatan risiko hiperaktivitas serta kesulitan regulasi emosi

  • Struktur otak yakni perbedaan volume atau perkembangan beberapa area otak pada bayi yang terpapar polusi sejak dalam kandungan

Mekanisme yang diduga berperan adalah peradangan kronis ringan dan gangguan aliran oksigen ke janin yang sedang berkembang.

5. Keresahan ibu hamil di seluruh dunia, harus apa?

Unsplash/CDC

Saat ini, WHO (World Health Organization) mencatat bahwa hampir seluruh populasi dunia menghirup udara dengan kualitas yang melebihi batas aman. Hal ini menjadikan polusi udara sebagai salah satu risiko lingkungan terbesar bagi kesehatan global, termasuk bagi ibu hamil dan janin.

Dampaknya tidak merata, karena kelompok masyarakat yang tinggal di wilayah padat lalu lintas atau dekat industri cenderung memiliki paparan lebih tinggi. Kondisi ini menciptakan ketimpangan kesehatan sejak masa kehamilan, yang dapat memengaruhi perkembangan anak bahkan sebelum lahir.

Para peneliti dari KCL menekankan bahwa meskipun beberapa wilayah masih dianggap “memenuhi standar legal”, dampak biologis pada perkembangan otak janin tetap dapat terdeteksi. Karena itu, diperlukan perbaikan standar kualitas udara secara lebih ketat.

Sebagai langkah pencegahan, ibu hamil disarankan untuk:

  • Menghindari area dengan polusi tinggi saat memungkinkan

  • Menggunakan masker di luar ruangan di area padat kendaraan

  • Menggunakan air purifier di dalam rumah

  • Mengatur ventilasi rumah agar sirkulasi udara tetap baik

Itulah tadi informasi mengenai paparan polusi saat hamil tingkatkan risiko speech delay pada bayi. Dunia yang terus berubah memaksa kita beradaptasi, semoga Mama dan keluaga sehat selalu!

Editorial Team