Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Bahayanya jika Ibu Hamil Kekurangan Vitamin D3? Ini Penjelasannya

Apa Bahayanya jika Ibu Hamil Kekurangan Vitamin D3? Ini Penjelasannya
Pexels/MART PRODUCTION)
Intinya Sih
  • Vitamin D3 penting bagi ibu hamil karena mendukung kesehatan tulang, sistem imun, dan pertumbuhan janin melalui proses biologis yang melibatkan hati serta ginjal.
  • Kekurangan vitamin D3 pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan metabolik seperti tekanan darah tinggi, risiko kelahiran prematur, serta masalah pertumbuhan tulang pada ibu dan janin.
  • Kelebihan konsumsi vitamin D3 juga berbahaya karena bisa memicu hiperkalsemia dengan gejala mual, nyeri otot, hingga gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Saat hamil, Mama perlu mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang seimbang untuk kesehatan kehamilan dan pertumbuhan janin.

Salah satu vitamin yang penting adalah vitamin D3. Manfaat vitamin D tidak hanya terbatas pada kesehatan tulang. Vitamin ini berperan penting dalam berbagai proses biologis tubuh, termasuk sistem imun, fungsi otak, hingga kesehatan kulit.

Apa bahayanya jika ibu hamil mengalami kekurangan vitamin D3? Agar Mama tidak mengalami kekurangan vitamin D3, yuk, simak penjelasannya pada ulasan Popmama berikut ini.

Manfaat Vitamin D3

Freepik/jcomp
Freepik/jcomp

Vitamin D3, atau kolekalsiferol, diproduksi oleh tubuh ketika kulit terpapar sinar matahari. Vitamin ini juga ditemukan dalam beberapa sumber makanan berbasis hewan, seperti:

  • Ikan berlemak (seperti salmon, trout, dan mackerel)
  • Kuning telur
  • Hati sapi
  • Susu sapi dan produk susu lainnya sering diperkaya dengan vitamin D3.

Vitamin D3 tersedia sebagai suplemen makanan dalam bentuk tetes cair, kapsul, dan tablet sublingual.

Dilansir dari laman Verywell Health, setelah Mama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, tubuh mengubah sinar matahari menjadi vitamin D3, yang kemudian diangkut ke hati dan diubah menjadi 25-hidroksivitamin D3. Di ginjal, vitamin ini diubah menjadi kalsitriol—bentuk aktif vitamin D yang digunakan tubuh untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Vitamin D3 (kolekalsiferol) membantu memperkuat tulang, meningkatkan kekebalan tubuh, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fungsi otot. Mempertahankan kadar vitamin ini yang cukup dapat membantu mencegah gangguan seperti osteoporosis dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Apa Bahayanya jika Ibu Hamil Kekurangan Vitamin D3?

Pexels/Matilda Wormwood
Pexels/Matilda Wormwood

Dikutip dari unggahan dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, FICS, FESICOG di laman Instagram pribadinya @spogman, masih banyak ibu hamil yang tidak mengonsumsi vitamin D3. Padahal, menurut penelitian di Asia Pasifik, perempuan di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D3.

Vitamin D3 biasanya dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan tulang. Jadi, bila ibu hamil mengalami kekurangan vitamin D3, maka hal ini bisa berpengaruh ke tulang ibu hamil dan pertumbuhan tulang janin.

Kekurangan vitamin D3 saat hamil juga bisa memengaruhi perubahan metabolik, menurut dr. Dara. Misalnya peningkatan tekanan darah. Selain itu, ibu hamil juga berisiko melahirkan prematur bila mengalami kekurangan vitamin D3.

Gejala Kekurangan Vitamin D3

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Tidak semua orang dengan kekurangan vitamin D3 mengalami gejala. Jika gejala muncul, gejalanya dapat meliputi:

  • Nyeri otot
  • Nyeri tulang
  • Peningkatan sensitivitas terhadap nyeri
  • Sensasi kesemutan atau "seperti tertusuk jarum" di tangan atau kaki
  • Kelemahan otot di bagian tubuh dekat batang tubuh, seperti lengan atas atau paha
  • Kelemahan otot di pinggul atau kaki, yang dapat menyebabkan Mama berjalan tertatih-tatih
  • Peningkatan risiko patah tulang
  • Kejang otot
  • Kaki bengkok (dalam kasus yang parah)

Efek Samping dan Risiko Konsumsi Vitamin D3

Pexels/MART PRODUCTION
Pexels/MART PRODUCTION

Vitamin D3 umumnya dianggap aman, tetapi terkadang dapat menyebabkan efek samping toksik jika Mama mengonsumsi terlalu banyak. Ini disebut hipervitaminosis D.

Dengan toksisitas vitamin D, keseimbangan mineral seperti kalsium dan kalium terganggu. Ini dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hiperkalsemia, di mana terlalu banyak kalsium menumpuk di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Sembelit
  • Nyeri tulang
  • Kelemahan otot
  • Peningkatan risiko patah tulang

Obat-obatan tertentu dapat berinteraksi dengan vitamin D. Selain itu, orang dengan hiperparatiroidisme, penyakit ginjal, atau hiperkalsemia (kalsium darah tinggi) harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker mereka sebelum memulai suplemen vitamin D apa pun.

Itu penjelasan tentang ibu hamil kekurangan vitamin D3. Diskusikan dengan dokter yang mengetahui kondisi kehamilan dan kesehatan Mama mengenai suplemen apa saja yang Mama butuhkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More