4 Hal yang Harus Dilakukan Ibu Hamil untuk Cegah Alergi Anak

Meski masalah genetik, ternyata alergi bisa dicegah lho, Ma

3 Juli 2020

4 Hal Harus Dilakukan Ibu Hamil Cegah Alergi Anak
Unsplash/Andrea Bertozzini

Alergi merupakan salah satu masalah yang banyak dialami anak bahkan sejak bayi. Di Indonesia sendiri sebanyak 7,5 persen anak mengalami alergi susu sapi. Protein susu sapi merupakan makanan penyebab alergi terbesar kedua setelah telur pada anak-anak di Asia. Sedangkan dermatitis atopik merupakan gejala alergi yang paling banyak muncul.

Faktor genetik memang menjadi salah satu faktor risiko alergi terbesar pada anak. Alergi juga memiliki dampak signifikan bagi anak dan keluarga, baik dari sisi kesehatan, tumbuh kembang, ekonomi, dan psikologi. Inilah mengapa alergi susu sapi tidak boleh disepelekan. Tapi tidak perlu khawatir, Mama masih bisa mencegah terjadinya alergi pada bayi sejak dalam kandungan.

Menurut Budi Setiabudiawan, Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, dalam Webinar Pekan Tanggap Alergi Generasi Maju, yang diselenggarakan oleh PT. Sarihusada Generasi Mahardhika, pada Senin (29/06/2020), berikut cara mencegah alergi pada anak sejak dalam kandungan, yang telah berhasil Popmama.com rangkum khusus untuk Mama:

1. Hindari asap rokok

1. Hindari asap rokok
Unsplash/Lex Guera

Asap rokok diketahui dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil dan janin. Asap rokok dapat menurunkan daya tahan tubuh mama, yang akhirnya juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh janin. Sementara alergi merupakan permasalahan daya tahan tubuh.

Anak dengan alergi adalah anak yang daya tahan tubuhnya unik dan sangat sensitif.

"Alergi terjadi saat daya tahan tubuh salah mengenali makanan atau zat lain yang sebenarnya aman, tetapi dianggap berbahaya lalu timbullah gejala alergi seperti ruam, diare, kolik, hingga asma dan sesak napas," ucap Budi.

Nah, saat Mama menghindari paparan asap rokok saat hamil, artinya Mama sedang menjaga daya tahan tubuh mama dan si Kecil.

Editors' Picks

2. Makan beragam jenis makanan

2. Makan beragam jenis makanan
freepik.com/ronnachaipark

Selama Mama tidak memiliki alergi makanan, Mama sebaiknya mengonsumsi beragam jenis makanan saat hamil. Selain mendapatkan nutrisi yang lengkap, mengonsumsi beragam jenis makanan akan membuat si Kecil juga mengenali makanan-makanan tersebut sebagai sesuatu yang aman bagi tubuhnya, sehingga kelak tidak akan sensitif atau alergi terhadap makanan tertentu.

3. Persalinan normal

3. Persalinan normal
Pixabay/Sanjasy

"Penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang dilahirkan secara caesar lebih rentan untuk mengalami alergi," tutur Budi.

Untuk itu, Mama sebaiknya mengusahakan agar bisa melahirkan dengan normal. Beberapa cara yang bisa Mama lakukan adalah:

  • Periksa kehamilan secara teratur.
  • Hindari konsumsi gula berlebih agar terhindar dari masalah diabetes yang bisa membuat berat badan janin berlebih.
  • Hindari infeksi, lakukan pemeriksaan darah lengkap saat kehamilan telah memasuki trimester ketiga.
  • Olahraga teratur, sebab olahraga dapat melatih pernapasan dan stamina yang dibutuhkan saat persalinan normal.
  • Afirmasi positif, Mama sebaiknya selalu menanamkan afirmasi positif dalam pikiran bahwa Mama sanggup untuk melahirkan secara normal.

Dengan melakukan kelima cara di atas, Mama bisa mencegah terjadinya persalinan secara operasi caesar.

4. Pemberian ASI ekslusif

4. Pemberian ASI ekslusif
Unsplash/Dave Clubb

Setelah melahirkan nanti, Mama wajib memberikan ASI eksklusif pada bayi. ASI memiliki kandungan antibodi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Jangan lupa juga untuk melakukan IMD segera setelah melahirkan. Proses IMD akan membantu kelancaran masa menyusui kelak.

WHO merekomendasikan ASI eksklusif diberikan selama enam bulan dan dilanjutkan dengan tambahan MPASI hingga anak berusia dua tahun. Maka penting bagi Mama untuk mempelajari bagaimana cara menyusui yang tepat.

Nah, itulah 4 hal yang bisa Mama lakukan saat hamil untuk mencegah alergi pada anak.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.