5 Hidangan Lebaran yang Ibu Hamil Harus Membatasi Konsumsinya

Menggoda selera, tapi jangan sampai kebablasan

13 Mei 2021

5 Hidangan Lebaran Ibu Hamil Harus Membatasi Konsumsinya
Freepik/rawpixel.com

Tak terasa, sebentar lagi kita akan menyambut Idulfitri. Di Hari Raya ini begitu banyak kebahagiaan yang tersaji berupa makanan dan minuman yang lezat sebagai bentuk syukur kita merayakan hari Lebaran.

Hidangan Lebaran identik dengan berbagai makanan khas yang menggugah selera. Misalnya opor, ketupat sayur, rendang, hingga berbagai kue kering dan es buah. Hmm, siapa yang tidak tergoda, Ma? Tetapi, untuk Mama yang sedang hamil, jangan sampai kalap ya, Ma. Berikut ini Popmama.com punya lima jenis hidangan Lebaran yang sebaiknya dibatasi konsumsinya oleh ibu hamil:
 

1. Makanan bersantan

1. Makanan bersantan
Freepik/jcomp

Lebaran tak lengkap tanpa sajian opor ayam, rendang, dan aneka makanan bersantan lainnya. Meski tak hanya ada saat Lebaran, tetapi makanan bersantan ini biasanya berderet dalam sekali sajian di momen spesial ini. Jangan sampai tergoda untuk mengambil semuanya, apalagi dalam jumlah banyak ya, Ma. Pasalnya, makanan bersantan ini mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi. 

Walaupun belum ada takaran yang aman dikonsumsi secara pasti oleh ibu hamil, makan makanan bersantan dalam jumlah banyak saat hamil dapat meningkatkan potensi GERD karena meningkatnya produksi asam lambung, serta berisiko terkena kolesterol dan hipertensi. Apabila konsumsi santan berlebih dalam suatu waktu, bukan tidak mungkin Mama akan merasa mual kemudian muntah-muntah karenanya.

Editors' Picks

2. Kue kering

2. Kue kering
Freepik/azerbaijan_stockers

Selain makanan bersantan, si Wajib Hadir saat Hari Raya adalah kue kering. Sebut saja kue nastar, putri salju, kastengel, kue-kue cokelat, wafer, hingga biskuit. Dari yang dibeli di pasar hingga membuat sendiri, kue kering ini merupakan godaan yang sulit dihindarkan. Eits, tapi jangan salah, Ma. Meskipun ukurannya kecil, nyatanya kue kering ini rata-rata mengandung kalori yang tinggi. Apalagi jika rasanya manis yang itu berarti mengandung banyak gula. 

Lalu apakah harus dihindari sama sekali? Mama tetap boleh memakannya kok, asalkan dalam jumlah yang wajar. Satu-dua buah saja boleh untuk memuaskan lidah. Tetapi jika menghabiskan setoples sendirian, waspada penyakit diabetes yang mengintai dan berisiko mengalami komplikasi kehamilan.

3. Minuman manis

3. Minuman manis
Freepik/Jannoon028

Setelah makan makanan bersantan dan bercitarasa asin, paling nikmat membasuh tenggorokan dengan minuman manis yang dingin, seperti es buah. Di balik kesegarannya, minuman manis yang disajikan saat Hari Raya banyak mengandung gula hingga pewarna buatan yang dapat membahayakan kesehatan mama dan bayi yang dikandung.

Minuman manis, seperti sirup dan susu kental manis, mengandung gula tinggi yang dapat membuat ibu hamil berisiko diabetes. Selain itu minuman manis juga membuat Mama menjadi lebih mudah haus setelah meminumnya. Untuk memuaskan dahaga, boleh kok sedikit mencicipinya, tetapi lebih banyak minum air putih yang lebih sehat dan segar ya, Ma.

4. Makanan berkarbohidrat tinggi

4. Makanan berkarbohidrat tinggi
Flickr/Eriajogja

Segala sajian di atas meja makan saat Lebaran tak lengkap tanpa ditemani karbohidrat. Mulai dari nasi, lontong, ketupat, sambal goreng kentang, dan masih banyak lagi olahannya. Memang mengenyangkan, tetapi makan makanan berkarbohidrat tinggi, apalagi dalam jumlah banyak, dapat berdampak pada kesehatan mama. 

Makanan berkarbohidrat tinggi ini jika tidak diimbangi dengan makanan berserat, menghasilkan kalori berlebih. Akibatnya terhadap kehamilan pun beragam, mulai dari gangguan pencernaan, kelebihan berat badan, sampai diabetes gestational.

5. Keripik dan aneka camilan asin

5. Keripik aneka camilan asin
Freepik/topntp26

Selain kue kering, pasangan yang sering disajikan saat Hari Raya di atas meja tamu adalah keripik dan beragam camilan asin. Wah, makan satu saja nggak cukup nih. Kita cenderung makan keripik dan camilan asin berulangkali karena rasa asin gurihnya bikin nagih. Tetapi, bukan cuma makanan manis saja yang berbahaya, makanan asin pun harus dikendalikan konsumsinya. 

Terlalu banyak makan makanan asin dapat membuat kepala terasa pusing, hipertensi, dan memicu edema. Edema adalah pembengkakan pada wajah, tangan, pergelangan tangan dan kaki. Edema umum dialami ibu hamil dan konsumsi makanan asin berlebih dapat memicu terjadinya edema yang tidak terkendali.

Itu dia beberapa makanan di Hari Raya yang sebaiknya dibatasi konsumsinya saat hamil. Kecuali Mama punya pantangan tertentu dari dokter, semua makanan di atas boleh dimakan asalkan dalam jumlah tidak berlebihan. Tetap jaga kesehatan selama kehamilan agar dapat merayakan indahnya Hari Lebaran yang penuh berkah ini ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.