Bukan Cuma Telat Haid, Ini 7 Tanda Lain dari Awal Kehamilan

Coba perhatikan lagi tanda-tanda yang mungkin Mama alami ini

22 November 2018

Bukan Cuma Telat Haid, Ini 7 Tanda Lain dari Awal Kehamilan
Pexels/Freestocks.org

Punya feeling sedang hamil, tapi kok sepertinya terlalu dini untuk mengecek menggunakan testpack, ya? Mama bisa mengetahuinya lewat tanda-tanda hamil.

Ya, saat awal masa kehamilan, tubuh melakukan banyak proses adaptasi yang kemudian menjadi tanda khas. Tanda ini adalah sesuatu yang wajar, karena tubuh menyiapkan diri menghadapi kehamilan dan persalinan.

Pertanda kehamilan tak cuma bisa dilihat dari jadwal haid saja lho, Ma. Ada tanda lain yang juga bisa Mama kenali sejak awal. Apa saja, ya? Berikut rangkuman informasi yang bisa Popmama.com berikan.

1. Mudah lelah

1. Mudah lelah
Pexels/Energepic.com

Ini adalah salah satu tanda awal kehamilan yang sangat mungkin Mama alami. Tubuh menjadi terasa mudah lelah, lemas dan seperti tak bertenaga.

Tanda ini bahkan bisa mulai muncul saat usia kehamilan Mama baru mencapai dua minggu. Kelelahan terjadi karena tubuh mulai melakukan banyak perubahan untuk menunjang proses tumbuh kembang janin.

Selain itu, akan sangat mungkin juga napas Mama akan terasa lebih pendek. Ini karena progesteron yang mulai diproduksi oleh tubuh memperluas kapasitas paru-paru.

Akibatnya, Mama pun akan merasa perlu lebih banyak mengambil napas. Melakuka aktivitas rutin pun menjadi terasa lebih sulit, Ma.

2. Mual dan muntah

2. Mual muntah
Freepik

Tanda khas lainnya yang juga harus diperhatikan adalah mual dan ingin muntah terus-menerus, terutama di pagi hari atau saat perut Mama sedang kosong.

Misalnya saat sedang berada di jeda waktu makan dan Mama tidak punya stok camilan.

Morning sickness sebagai tanda khas muncul disebabkan oleh peningkatan estrogen dan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG).

Meski tingkat keparahannya berbeda-beda, namun hampir semua ibu hamil mengalami mual dan muntah, Ma. Ada yang hanya kuat di pagi hari, tapi ada juga yang terus-terusan mual sepanjang hari.

3. Frekuensi pipis meningkat

3. Frekuensi pipis meningkat
Freepik/Onlyyouqj

Ukuran janin mungkin belum cukup besar untuk bisa sampai menekan kandung kemih Mama, namun frekuensi buang air kecil tetap bisa meningkat di masa-masa awal hamil.

Efek tersebut terjadi karena adanya perubahan kadar hormon dalam tubuh. Ditambah dengan volume darah yang meningkat, sehingga pada akhirnya membuat ginjal Mama bekerja lebih keras.

Nah, kombinasi hal-hal tersebut yang kemudian membuat peningkatan frekuensi buang air kecil terjadi, Ma.

Namun demikian, bukan berarti lantas Mama harus mengurangi minum air putih, ya. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh tetap penting dilakukan untuk menjaga kestabilan metabolisme tubuh.

Editors' Picks

4. Perubahan warna kulit wajah

4. Perubahan warna kulit wajah
Pexels/Bruce Mars

Mungkin kondisi ini terlihat aneh, tapi coba perhatikan warna kulit wajah Mama. Apakah mengalami perubahan, misalnya menjadi tampak lebih gelap?

Bisa jadi ini adalah karena melasma atau chloasma. Kondisi ini merupakan peningkatan sementara pigmentasi kulit tubuh Mama.

Lagi-lagi hal ini juga terjadi karena efek hormonal, Ma. Kulit wajah akan tampak lebih gelap dibanding biasanya.

Tapi ada juga yang terjadi justru sebaliknya, tanpa sebab kulit wajah justru terlihat lebih glowing dan cerah. Semua berbeda-beda bergantung pada kondisi kulit dan hormon masing-masing tubuh Mama.

5. Indra penciuman lebih sensitif

5. Indra penciuman lebih sensitif
Pexels/Mareefe

Mama terbiasa menggunakan parfum jenis tertentu, kemudian mendadak mual dan tidak tahan dengan aroma parfum tersebut? Bisa jadi ini adalah pertanda kehamilan, Ma.

Peningkatan hormon estrogen dalam tubuh Mama turut memengaruhi kerja indra penciuman. Hidung Mama pun akan terasa lebih sensitif terhadap aroma-aroma yang biasanya Mama sukai.

Dari ketidaksukaan mendadak terhadap aroma ini, semua bisa berujung pada efek mual dan ingin muntah.

Jadi, cobalah cari tahu aroma apa yang bisa membantu Mama. Misalnya mungkin aroma minyak kayu putih atau minyak aromaterapi lainnya.

6. Nyeri punggung

6. Nyeri punggung
Pexels/Bruce Mars

Nyeri punggung tak cuma bisa terjadi saat usia kehamilan sudah besar dan janin sudah bertumbuh pesat lho, Ma. Kondisi ini juga sangat mungkin dialami di masa-masa awal kehamilan.

Ini karena hormon kehamilan relaxin juga sedang bertambah, sehingga membuat ligamen dan sendi Mama menjadi rileks dan melonggar.

Nah, perubahan pada bagian tubuh inilah yang kemudian memicu nyeri punggung. Terutama saat Mama sedang beraktivitas atau mungkin saat baru bangun tidur.

7. Nafsu makan berubah

7. Nafsu makan berubah
Pexels/Buenosia Carol

Biasanya Mama doyan segala jenis makanan, namun sekarang mendadak jadi mual saat melihat makanan favorit? Hmm, ini juga bisa menjadi tanda-tanda kehamilan, Ma.

Efek ini menajdi salah satu tanda kehamilan juga, karena biasanya berujung pada rasa mual dan muntah. Nafsu makan pun akan terasa turun drastis.

Coba atasi dengan minum teh manis hangat terlebih dahulu, Ma. Pilih makanan yang sekiranya bisa meredakan mual, misalnya yang memiliki cita rasa agak tajam serta bersuhu hangat.

Apabila tanda-tanda ini mulai Mama alami, tak ada salahnya mulai mempersiapkan diri menyambut kehamilan. Sampai waktunya tepat untuk melakukan testpack, jaga kondisi tubuh Mama, ya.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Nafsu Makan Turun saat Hamil!