Endometriosis masih menjadi kondisi yang kerap menimbulkan banyak pertanyaan, termasuk soal penyebabnya.
Hingga kini, dunia medis belum bisa memastikan satu faktor tunggal yang memicu endometriosis. Namun, para ahli sepakat bahwa faktor genetik memiliki peran dalam meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.
Selain itu, endometriosis tidak selalu menunjukkan hubungan yang sejalan antara tingkat keparahan kondisi dan gejala yang dirasakan. Misalnya, ada perempuan dengan endometriosis berat tetapi hampir tanpa keluhan, sementara yang kondisinya tergolong ringan justru mengalami nyeri hebat hingga sulit ditangani.
Perbedaan inilah yang membuat endometriosis menjadi penyakit yang kompleks dan menantang dalam proses diagnosis maupun pengobatan.
Berikut Popmama.com jelaskan apakah endometriosis dapat terjadi akibat faktor genetik? Melansir dari The Royal Women’s Hospital dan sumber lainnya. Yuk simak penjelasannya.
