Apa Itu Bayi Tabung dan Bagaimana Prosesnya?

Ini bisa jadi oilihan metode Mama memiliki buah hati

22 Maret 2018

Apa Itu Bayi Tabung Bagaimana Prosesnya
hellodoctor.co.za

Mama dan Papa sudah lama ingin segera memiliki buah hati. Sudah berbagai program kehamilan dilakukan sesuai dengan saran dokter. Namun, hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Mama dan Papa nggak perlu berkecil hati, karena masih ada metode akhir yang belum Mama dan Papa lakukan.

Yap, metode bayi tabung atau inseminasi buatan ini bisa menjadi salah satu metode kehamilan yang bisa ditempuh.

Apakah bayi tabung itu?

Apakah bayi tabung itu
pexels/rawpixel

Bayi tabung adalah suatu proses pembuahan sel telur oleh sel sperma di luar tubuh wanita, tepatnya di dalam sebuah tabung pembuahan. Setelah sel telur berhasil dibuahi dan ada dalam fase siap, maka akan dipindahkan ke dalam rahim. Secara medis proses bayi tabung disebut dengan in vitro fertilization (IVF).

Baca Juga: Metode In Vitro Fertilization (IVF) untuk Mempersiapkan Kehamilan

Kapan dibutuhkan proses bayi tabung?

Kapan dibutuhkan proses bayi tabung
Unsplash/Fomaolea

Sebenarnya bayi tabung bukanlah satu-satunya solusi untuk Mama ataupun pasangan yang mengalami masalah infertilitas dan masalah genetik.

Sebenarnya ada beberapa pilihan lain, seperti menggunakan obat kesuburan untuk meningkatkan produksi telur.

Namun, Untuk sebagian wanita berusia di atas 40 tahun, disarankan sebagai metode untuk mengatasi infertilitas atau tidak subur pada wanita.

Selain itu, beberapa kondisi seperti di bawah ini  yang kemungkinan menyebabkan sulit hamil dan disarankan menggunakan prosedur bayi tabung.

  • Kelainan genetik
  • Kondisi kesehatan yang tengah menderita penyakit serius seperti kanker
  • Gangguan pada tuba falopi atau rahim berupa kerusakan atau sumbatan jalur sel telur.
  • Gangguan ovulasi yang membuat produksi sel telur minimal.
  • Endometriosis.
  • Produksi sperma dengan kuantitas yang rendah.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu sel telur atau sperma.
  • Sperma yang tidak mampu melewati cairan leher rahim.
  • Alasan dari masalah ketidaksuburan yang tidak diketahui.
  • Memiliki risiko penyakit keturunan.

Kelainan kondisi seperti di atas yang membuat Mama jadi sulit hamil, melalui metode IVF, sel telur yang sudah dibuahi dapat diskrining kode genetiknya untuk mencari masalah genetik tertentu.

Setelah embrio dinyatakan tidak memiliki risiko penyakit yang dapat diturunkan, dapat ditanam pada rahim.

Jadi, melalui metode bayi tabung, Mama memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan keberhasilan kehamilan dan memiliki bayi yang sehat.

Bagaimana prosesnya?

Bagaimana prosesnya
thehealthsite.com

Lalu bagaimana sih proses bayi tabung atau inseminasi buatan ini?

1. Stimulasi ovarium

1. Stimulasi ovarium
checkpregnancy.com

Tujuan utama dari stimulasi ini adalah untuk meningkatkan jumlah sel telur yang diproduksi oleh ovarium.

Semakin banyaknya sel telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung, maka semakin besar pula kesempatan terjadinya kehamilan.

Selama tahap stimulasi ovarium ini, Mama akan diberikan obat kesuburan untuk meningkatkan produksi sel telur.

Selain itu, dokter juga akan memantau pertumbuhan dan perkembangan folikel dalam beberapa hari dengan melakukan USG dan tes darah untuk memantau perkembangan telur dalam ovarium dan mengetahui kadar hormon.

Editors' Picks

2. Pematangan oosit (sel telur dalam ovarium)

2. Pematangan oosit (sel telur dalam ovarium)
checkpregnancy.com

Sebelum sel telur diambil dan dipindahkan ke rahim Mama, telur harus menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya terlebih dulu. Untuk memicu pematangan oosit tersebut, Mama akan diberi suntikan human chorionic gonadotropin (hCG) guna pematangan telurnya maksimal.

Suntikan hormon ini dilakukan sebanyak satu kali dan harus dilakukan pada waktu yang tepat, Ma. Karena jika dilakukan terlalu dini, telur bisa menjadi tidak cukup matang.

Namun, jika suntikan dilakukan terlalu lama, telur malah akan menjadi terlalu tua dan tidak bisa berbuah dengan baik.

Untuk melihat kapan waktu yang tepat dalam melakukan suntikan, maka diperlukan melakukan ultrasound kembali. 

3. Pengambilan sel telur (ovum retrieval)

3. Pengambilan sel telur (ovum retrieval)
parenting.firstcry.com

Pengambilan telur baru bisa dilakukan sekitar 34-36 jam setelah Mama menerima suntikan hCG. Agar tidak merasakan sakit saat pengambilan telur, maka Mama akan dianestesi terlebih dulu.

Kemudian, USG transvaginal dilakukan untuk memandu dokter dalam pengambilan telur Mama. Pengambilan telur dilakukan menggunakan jarum yang akan menghisap folikel dalam ovarium Mama.

Nantinya, hanya akan ada satu oosit (telur) tiap satu folikel yang diambil dari ovarium. Oosit ini kemudian akan dibawa ke laboratorium embriologi untuk dilakukan pembuahan.

4. Pembuahan telur

4. Pembuahan telur
checkpregnancy.com

Jika sebelumnya telur atau folikel dipilih yang paling baik, makan selanjutnya akan dilakukan pembuahan atau inseminasi.

Inseminasi adalah saat dimana sperma diperkenalkan ke telur, kemudian hasil gabungan keduanya dimasukkan ke dalam ruangan khusus.

Biasanya dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara sperma dengan telur.

Namun, jika suami yang mengalami masalah ketidaksuburan atau yang mempunyai kualitas sperma rendah, sperma perlu disuntikkan langsung ke masing-masing telur yang matang.

Teknik ini disebut dengan intra-cytoplasmic sperm injection (ICSI).

5. Pemindahan telur yang sudah dibuahi

5. Pemindahan telur sudah dibuahi
womenswellnesscare.com

Beberapa hari sebelum dilakukan pemindahan embrio, Mama akan diberikan obat hormon progesteron untuk membantu mempersiapkan dinding rahim Mama untuk menerima embrio.

Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim Mama.

Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan, dimana embrio sudah  berada pada fase blastosit.

Embrio pada fase blastosit ini sudah mampu menempel dengan baik pada rahim Mama.

Faktor penentu keberhasilan

Faktor penentu keberhasilan
parenting.firstcry.com

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung ini, Ma. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh adalah usia perempuan itu sendiri.

Usia optimal dari perempuan yang biasanya menentukan keberhasilan proses bayi tabung yaitu sekitar 23-39 tahun, dengan persentase tertinggi adalah di bawah usia 35 tahun.

Namun, tingkat keberhasilan kehamilan bayi tabung tak hanya bergantung pada faktor usia, melainkan juga sejumlah faktor termasuk sejarah reproduksi, penyebab infertilitas, dan faktor gaya hidup.

Untuk mengetahui hasilnya, sebaiknya setelah dilakukan pemindahan embrio ke rahim, Mama harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah Mama berhasil hamil atau tidak.

Selama waktu menunggu, sebaiknya Mama melakukan aktivitas sehari-harin seperti biasanya. Jangan buat diri Mama stres dengan memikirkan kehamilan Mama ya. Karena kalau Mama setres justru hal itu bisa menjadi faktor penghambat kehamilannya berhasil.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.