Pernahkah kamu merasa stres dan tiba-tiba mulas, demam, atau mual? Ternyata, stres memiliki pengaruh yang cukup besar pada tubuh, termasuk organ reproduksi. Pekerjaan yang terlalu banyak, masalah yang datang bertubi-tubi, dan cobaan yang hilir berganti bisa menjadi beberapa pemicu stres. Seringnya, stres hanya berpengaruh pada suasana hati saja. Namun jika cukup parah, bisa berpengaruh juga pada fisik.
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan kalau stres memiliki pengaruh langsung pada kesehatan organ reproduksi. Seperti apa cara kerjanya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu.
Bagaimana Cara Kerja hormon Kortisol dalam Memblokir Pembuahan?

1. Menghambat terjadinya reproduksi
Saat stres kronis, hormon kortisol akan meningkat. Saat itu, tubuh langsung memberikan sinyal pada otak bagian hipotalamus untuk memproduksi lebih sedikit GnRH atau Gonadotropin-releasing hormone. Hormon ini merupakan hormon alami di dalam tubuh yang mengatur sistem reproduksi.
Saat hormonnya sedikit, maka tubuh akan menyesuaikan diri untuk memperlambat terjadinya reproduksi.
2. Ovulasi tidak terjadi
Hormon ini bertugas merangsang kelenjar pituitari di otak untuk melepaskan dua hormon penting yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini mengatur ovarium untuk menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.
Jika GnRH berantakan, otomatis FSH dan LH juga berantakan. Hasilnya, ovulasi pun terhambat dan reproduksi tidak bisa terwujud.
3. Menstruasi jadi berantakan
Masih dari hormon yang berantakan, Kadar FSH dan LH yang tidak seimbang membuat ovulasi terganggu. Sehingga, ovulasi gagal terjadi atau anovulasi. Ketika sel telur tidak matang, maka kamu pun belum bisa menstruasi. Maka kalau jadwal haid berantakan saat stres, itu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, ya.
4. Menurunkan gairah seksual
Menurut beberapa penelitian, perempuan yang mencapai orgasme memiliki kesempatan lebih tinggi untuk hamil secara alami. Nah, sayangnya, ketika stres, keinginan untuk aktif secara seksual biasanya menurun.
Hal ini terjadi karena lonjakan kortisol menekan produksi hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Ketika kedua hormon itu menurun, maka sensualitas juga menurun. Akhirnya, sesi intim pun berkurang dan kesempatan terjadinya pembuahan pun semakin rendah.
5. Cara mengurangi dan mengurangi stres
Stres menjadi salah satu masalah serius bagi kamu yang sedang merencanakan kehamilan. Meski tidak mudah, namun usahakan untuk menekan stres dengan beberapa cara ini:
Berolahraga dengan rutin.
Lebih banyak berkomunikasi dan menghabiskan waktu bersama pasangan.
Konsumsi makanan sehat dan seimbang.
Batasi waktu bekerja.
Juga, lakukan hal yang kamu sukai dan jangan lupakan self reward. Selamat mencoba!
Curated For You
- Hasil PISA 2025: Anak Indonesia Tekun tapi Tidak Yakin Bisa Berkembang15 Sep 2026, 15:42 WIB
- Program Hamil tapi Stres? Ini Cara Jaga Hubungan Tetap Harmonis26 Sep 2026, 20:42 WIB
- PMOS Ancam Perempuan yang Bekerja, Pemicunya Stres dan Kurang Tidur26 Sep 2026, 20:23 WIB
- Stres Oksidatif Bisa Memicu Kerusakan DNA Sperma, Ini Solusinya03 Sep 2026, 10:12 WIB