“Artinya, kurang aktivitas dan gerak itu penyebab nomor satu yang mempermudah gejala. Terlebih kalau memang ada genetik PMOS, bisa jadi gejala-gejalanya muncul,” ungkap dr. Gita Pratama.
PMOS Ancam Perempuan yang Bekerja, Pemicunya Stres dan Kurang Tidur

Perempuan karier dengan jam kerja tinggi rentan mengalami gejala PMOS karena minim aktivitas fisik, terutama bila memiliki faktor genetik.
Duduk lama, kenaikan berat badan, kurang tidur, dan stres dapat memicu resistensi insulin melalui peningkatan kortisol serta gula darah.
Pencegahan dapat dilakukan dengan lebih aktif bergerak, memakai tangga atau transportasi umum, berolahraga saat akhir pekan, dan menjaga keseimbangan kerja serta istirahat.
Kebiasaan buruk dalam menjalani gaya hidup sehari-hari memang bisa menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko PMOS. Bagi Mama yang bekerja, aktivitas padat sering membuat pola hidup sehat jadi terabaikan.
Padahal, kebiasaan hidup yang kurang seimbang bisa berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Ketika setiap hari sering terpapar gadget dan sinar blue light, maka disarankan untuk selalu menyeimbangkan pola hidup sehat.
Dalam rangka memperingati PMOS Awareness Month pada September 2026, pada Kamis (24/9/2026), Popmama.com berkesempatan berbincang langsung dengan Dr. dr. Gita Pratama, Sp.O.G, Subsp. F.E.R., M. Rep.Sc dari RS Pondok Indah untuk menjelaskan risiko perempuan karir terhadap PMOS!
Table of Content
1. Pengaruh pola hidup buruk untuk tubuh

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Perempuan karir dengan jam kerja tinggi ternyata berisiko terkena PMOS, akibat pola hidup yang kurang bergerak. Rutinitas pekerjaan di kota besar sering membuat Mama lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk.
Mulai dari perjalanan di dalam mobil hingga duduk berjam-jam di depan laptop kantor menjadi kebiasaan harian, sehingga kurangnya aktivitas fisik bisa mempermudah kemunculan gejala PMOS, terutama bagi yang memiliki turunan genetik.
2. Berbagai penyebab terjadinya PMOS pada perempuan karir

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Selain kurang beraktivitas fisik, pemicu utama timbulnya PMOS ialah akibat kebiasaan kurang istirahat dan stres. Waktu tidur yang terlalu singkat, seperti hanya 4-5 jam sehari dapat membahayakan tubuh.
Kurang tidur secara terus menerus akan meningkatkan kadar hormon kortisol atau hormon stres di dalam darah, peningkatan hormon kortisol secara otomatis akan melonjakkan kadar gula darah di dalam tubuh penderita.
Semakin tinggi stres yang dialami, maka kadar gula darah juga akan semakin meningkat. Kondisi ini mempercepat terjadinya resistensi insulin hingga meningkatkan risiko penyakit diabetes.
3. Cara mencegah gejala PMOS yang bisa dilakukan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI Untuk terhindar dari PMOS, perempuan karir disarankan untuk mulai aktif bergerak di sela-sela jam kerja. Mama bisa membiasakan diri naik turun tangga dibanding menggunakan lift saat berada di kantor.
Menyempatkan treadmill setelah bekerja, hingga memilih menggunakan transportasi umum juga bisa menjadi opsi agar tubuh terbiasa berjalan kaki.
“Usahakan kita bisa lebih aktif menggunakan fasilitas umum, sehingga bisa jalan. Lalu kalau weekend, gunakan untuk santai dan olahraga sehingga bisa mengurangi stres,” ungkap dr. Gita.
Dengan menerapkan pola hidup sehat ternyata akan membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi tetap stabil, jadi tetap seimbangkan waktu Mama bekerja dan bergerak!











-1xl0Rp7sRryHyAv68QK1GIiXMS03xdWP.jpg)









