Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Berpotensi Ganggu Kesuburan Pasangan Promil
Popmama.com/Bernika Nathania/AI
  • Asap karhutla mengandung karbon monoksida, hidrokarbon aromatik polisiklik, dan partikel halus yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan reproduksi pada laki-laki maupun perempuan.

  • Studi pada 84 peserta IUI di Seattle mengaitkan paparan asap kebakaran hutan dengan penurunan konsentrasi, jumlah total, dan jumlah sperma bergerak.

  • Penelitian juga mengaitkan polusi dengan penurunan cadangan ovarium serta lebih sedikit blastokista pada IVF; pasangan promil dianjurkan memantau udara dan mengurangi aktivitas luar ruang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengganggu pernapasan, tetapi juga membawa partikel halus dan zat berbahaya yang bisa memengaruhi kesehatan. Untuk pasangan yang sedang menjalani program hamil, paparan polusi udara ini cukup membuat khawatir.

Sejumlah penelitian dari luar negeri ternyata sudah menemukan kaitan antara paparan asap kebakaran, kualitas sperma, dan hasil prosedur bayi tabung, lho. 

Nah, penasaran tentang bahaya asap karhutla bagi pasangan yang sedang promil? Berikut Popmama.com sudah rangkum penjelasannya. Yuk, disimak!

Asap Karhutla Mengandung Zat Berbahaya

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, asap dari proses pembakaran itu mengandung karbon monoksida, hidrokarbon aromatik polisiklik, dan partikel kecil yang masuk ke saluran pernapasan jika terhirup.

Paparan zat-zat inilah yang perlu diwaspadai karena ada dampaknya untuk kesehatan. CDC juga menyebut paparan asap dan produk pembakaran berpotensi meningkatkan risiko masalah reproduksi, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Paparan Asap Kebakaran Bisa Memengaruhi Kualitas Sperma

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Ada penelitian yang diterbitkan di jurnal Fertil Steril. Isinya yaitu penelitian tentang 84 laki-laki yang menjalani program inseminasi intrauterin (IUI) di Seattle, Amerika Serikat. Peneliti menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan berkaitan dengan penurunan konsentrasi sperma, jumlah sperma total, dan jumlah sperma bergerak.

Maka dari itu, laki-laki mulailah waspada terhadap asap kahutla jika terpapar dalam sehari-hari karena bisa memengaruhi kualitas sperma yang seharusnya dijaga saat hendak program hamil.

Berpotensi Memengaruhi Cadangan dan Kualitas Sel Telur

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Polusi udara juga perlu diperhatikan oleh perempuan yang sedang menjalani program hamil. Artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Public Health menemukan adanya kaitan antara paparan polutan udara tertentu dan penurunan cadangan ovarium, yaitu jumlah sel telur yang tersisa di ovarium.

Nah, artikel tersebut juga menginformasikan kalau kualitas udara jadi salah satu faktor lingkungan yang perlu diperhatikan selama menjalani program hamil.

Jumlah Embrio IVF jadi Lebih Sedikit

Popmama.com/Bernika Nathania/AI

Fertil Steril juga memaparkan penjelasan tentang penelitian untuk orang-orang yang menjalani program bayi tabung (IVF) saat terjadi kebakaran hutan di Oregon, Amerika Serikat.

Hasilnya, kelompok yang terpapar asap di laboratorium IVF memiliki median 2 blastokista, sedangkan kelompok yang tidak terpapar memiliki median 4,5 blastokista. 

Blastokista adalah tahap perkembangan embrio yang dipertimbangkan untuk ditransfer ke rahim. Artinya, paparan asap kebakaran berpotensi berkaitan dengan sedikitnya embrio yang berkembang hingga tahap blastokista saat proses bayi tabung. 

Asap karhutla yang sudah terdeteksi masuk ke Jakarta sejak Jumat (16/10/2026), menurut BMKG yang dikutip CNN Indonesia, menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan kualitas udara selama program hamil, ya. 

Jadi, jangan lupa pantau kondisi udara dan kurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi meningkat agar kesehatan tetap terjaga selama mempersiapkan kehamilan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article