Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kehamilan Kedua Bikin Ibu Lebih Sigap Mengasuh, Menurut Studi

Kehamilan Kedua Bikin Ibu Lebih Sigap Mengasuh, Menurut Studi
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI
Intinya Sih
  • Studi dari Amsterdam UMC menunjukkan kehamilan mengubah struktur dan fungsi otak perempuan, membantu otak beradaptasi agar lebih efisien dalam merespons kebutuhan bayi.
  • Penelitian lanjutan menemukan bahwa adaptasi otak berlanjut pada kehamilan kedua, dengan perubahan yang membuat ibu lebih praktis dan responsif dalam menghadapi situasi pengasuhan.
  • Perubahan jaringan otak pada kehamilan kedua meningkatkan kemampuan fokus dan respons terhadap rangsangan, mendukung pengasuhan lebih sigap serta kestabilan emosional ibu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Menjadi orangtua untuk pertama kalinya sering kali menghadirkan berbagai tantangan baru. Mulai dari memahami kebutuhan bayi, mengatur jadwal tidur, hingga merespons tangisan si Kecil, semuanya membutuhkan proses belajar yang tidak sebentar. Tak heran jika banyak ibu merasa lebih cemas dan berhati-hati saat mengasuh anak pertama.

Menariknya, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pengalaman kehamilan pertama turut membentuk perubahan pada cara kerja otak ibu, yang kemudian berdampak pada kesiapan saat menjalani kehamilan kedua. 

Dibandingkan saat pertama kali, ibu yang sedang hamil atau mengasuh anak kedua umumnya terlihat lebih sigap dan percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi pengasuhan.

Berikut Popmama.com telah rangkum studi mengenai kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh.

1. Kehamilan mengubah struktur dan fungsi otak perempuan

Kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh
Magnific/valeria_aksakova

Sebuah penelitian dari Amsterdam UMC yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications menemukan bahwa kehamilan tidak hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga menyebabkan perubahan nyata pada struktur dan fungsi otak perempuan. 

Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan pemindaian otak pada perempuan sebelum dan sesudah kehamilan pertama, lalu membandingkannya dengan perempuan yang belum pernah hamil. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan volume materi abu-abu pada pola yang teratur dan simetris di seluruh otak ibu hamil. 

Perubahan ini tidak bersifat negatif, melainkan justru dianggap sebagai proses adaptasi otak untuk mempersiapkan peran baru sebagai seorang ibu. Otak menyesuaikan dirinya agar lebih efisien dalam merespons kebutuhan bayi dan membangun kemampuan pengasuhan yang lebih kuat.

2. Kehamilan kedua bikin otak ibu lebih adaptif

Kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh
Popmama.com/Nindiani Rizka Dwiningtyas/AI

Dalam studi lanjutan yang hasilnya telah dipublikasikan, para peneliti mengamati 110 perempuan, yang terdiri dari ibu pertama kali, ibu dengan anak kedua, serta kelompok perempuan yang belum pernah hamil. 

Pemindaian otak dilakukan sebelum dan setelah kehamilan untuk melihat perubahan yang terjadi secara lebih detail. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa otak memang mengalami adaptasi yang berkelanjutan, tidak hanya pada kehamilan pertama, tetapi juga pada kehamilan berikutnya.

“Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa otak tidak hanya beradaptasi selama kehamilan pertama, tetapi juga pada kehamilan kedua,” ujar Hoekzema, kepala Pregnancy Brain Lab di Amsterdam UMC.

Temuan ini menunjukkan bahwa otak ibu terus berkembang seiring pengalaman kehamilan yang dijalani. Jika pada kehamilan pertama perubahan lebih banyak terjadi pada area yang berhubungan dengan emosi dan interaksi sosial, maka pada kehamilan kedua pola perubahan bergeser ke fungsi yang lebih praktis dan responsif.

3. Perubahan jaringan otak pada kehamilan kedua

Kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh
Magnific/partystock

Jaringan otak yang lebih responsif di kehamilan kedua Perubahan terbesar selama kehamilan pertama terjadi pada struktur dan aktivitas yang disebut Default Mode Network (DMN). Bagian otak ini berperan penting dalam berbagai fungsi, termasuk refleksi diri dan proses sosial.

Pada kehamilan kedua, jaringan ini masih mengalami perubahan, tetapi tidak sekuat pada kehamilan pertama. Sebaliknya, perubahan justru lebih banyak terlihat pada area otak yang berkaitan dengan perhatian dan respons terhadap rangsangan.

“Sepertinya pada kehamilan kedua, otak mengalami perubahan yang lebih signifikan pada jaringan yang terlibat dalam respons terhadap rangsangan sensorik dan dalam mengarahkan perhatian,” ujar peneliti Milou Straathof.

Perubahan ini dinilai memiliki dampak positif dalam proses pengasuhan. Otak ibu menjadi lebih mampu merespons berbagai stimulus dengan cepat serta mengatur fokus secara lebih efektif, terutama ketika harus mengurus lebih dari satu anak sekaligus.

4. Hubungan perubahan otak dengan kesehatan mental ibu

Kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh
Magnific/tirachardz

Sebagian besar penelitian sejauh ini memang berfokus pada perubahan yang terjadi di otak selama kehamilan. Namun, temuan awal menunjukkan bahwa pergeseran ini tidak hanya sekadar mengubah jaringan saraf, tetapi juga berpotensi memberikan efek perlindungan terhadap kesehatan mental.

Studi tahun 2026 menemukan bahwa perempuan dengan perubahan otak yang kurang menonjol justru melaporkan lebih banyak gejala depresi. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat reorganisasi neurologis tertentu mungkin berperan dalam melindungi ibu dari risiko depresi pascapersalinan.

“Pengetahuan ini dapat membantu kita lebih mengenali dan memahami masalah kesehatan mental pada ibu. Kita perlu memahami bagaimana otak beradaptasi terhadap peran sebagai ibu,” ujar Hoekzema.

5. Ada perbedaan ikatan emosional dengan anak

Kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh
Magnific/jcomp

Saat menjadi ibu untuk pertama kalinya, hampir semua pengalaman terasa baru dan penuh kejutan. Mulai dari masa kehamilan, proses persalinan, hingga menyusui, semuanya membentuk pengalaman emosional yang kuat dan mendalam.

Pada fase ini, ibu umumnya:

  1. Lebih terfokus pada satu anak sepenuhnya

  2. Lebih detail dalam memperhatikan setiap perubahan kecil pada bayi

  3. Lebih sensitif secara emosional karena masih dalam tahap adaptasi peran baru

Berbeda dengan pengalaman pertama, kehadiran anak kedua biasanya diiringi dengan kondisi emosional yang lebih tenang. Meskipun perhatian ibu terbagi, hal ini tidak mengurangi kualitas kasih sayang yang diberikan.

Pada fase ini, ikatan emosional cenderung:

  1. Lebih tenang dan tidak mudah cemas

  2. Lebih percaya diri dalam menghadapi proses pengasuhan

  3. Lebih stabil secara emosional karena sudah memiliki pengalaman sebelumnya.

Nah, itu dia rangkum studi mengenai kehamilan kedua bikin ibu lebih sigap mengasuh. Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma!

Share Article
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara

Related Articles

See More