Bisakah perempuan Memiliki Tingkat Testosteron Rendah?

Hormon testosteron sangat penting untuk kesuburan pada perempuan lho, Ma

12 Oktober 2021

Bisakah perempuan Memiliki Tingkat Testosteron Rendah
Pexels.com/Moose

Hormon testosteron atau nama lainnya androgen merupakan hormon yang terdapat baik pada tubuh laki-laki maupun perempuan lho, Ma.

Meskipun begitu, kadar normal testosteron pada perempuan diketahui tidak sebanyak kadar normal testosteron pada laki-laki dewasa. Meski kadar normalnya tidak banyak, hormon ini tetap memegang peranan penting pada tubuh perempuan.

Dalam beberapa kasus, banyak perempuan yang mengalami kadar testosteron yang jauh di bawah batas normal. Hal inilah yang mengakibatkan gangguan kesuburan, menurunnya gairah seksual, merasa lelah sepanjang waktu, dan sebagainya.

Lebih lengkapnya, berikut Popmama.com rangkum informasinya dilansir dari berbagai sumber. Disimak sampai habis yuk, Ma!

1. Peranan hormon testosteron pada tubuh perempuan

1. Peranan hormon testosteron tubuh perempuan
Pexels.com

Selain berperan penting pada tubuh laki-laki, hormon testostoren juga memiliki peranan penting dalam tubuh perempuan. 

Pada tubuh perempuan, hormon testostoren ini berperan untuk menjaga keseimbangan hormon, berpengaruh pada tingkat kesuburan, menjaga tulang lebih sehat dan kuat, menjaga fungsi kognitif otak, mengatur gairah seksual, dan mengatur fungsi tubuh lainnya.

Editors' Picks

2. Apakah perempuan juga bisa memiliki kadar hormon testosteron yang rendah?

2. Apakah perempuan juga bisa memiliki kadar hormon testosteron rendah
Pexels.com/Kristina

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah iya, perempuan juga bisa memiliki kadar hormon testosteron yang rendah.

Dalam beberapa kasus, tidak sedikit perempuan yang mengalami kadar testosteron yang jauh di bawah batas normal dan dinilai sangat rendah. 

Bagi perempuan dewasa normalnya memiliki kadar testosteron antara 8-60 ng/dL. Jumlah inilah yang menjadi acuan apakah kadar testosteron Mama berada pada batas normal atau tidak.

Untuk mengetahuinya, Mama bisa langsung memeriksakan ke rumah sakit untuk melakukan tes testosteron melalui pengambilan sampel darah. 

3. Gejala yang dialami oleh perempuan dengan hormon testosteron yang rendah

3. Gejala dialami oleh perempuan hormon testosteron rendah
Pexels.com/AndreaPiacquadio

Adapun beberapa gejala yang dialami oleh perempuan dengan kadar hormon testosteron rendah, antara lain:

  • Otot tubuh melemah
  • Merasa mudah lelah
  • Sering mengalami masalah tidur
  • Tidak mudah puas dalam urusan ranjang
  • Mudah naik berat badan
  • Infertilitas (gangguan kesuburan)
  • Siklus menstruasi yang berantakan
  • Vagina terlalu kering
  • Massa tulang yang makin keropos

Dengan gejala yang disebutkan di atas, jangan sampai mendiagnosis sendiri gejala yang Mama alami ya!

4. Penyebab kadar hormon testosteron menjadi rendah

4. Penyebab kadar hormon testosteron menjadi rendah
Pexels.com/AndreaPiacquadio

Berikut adalah penyebab dari menurunnya kadar hormon testosteron pada tubuh perempuan di bawah batas normal.

  • Faktor usia, menurut Department of Health and Human Services di Victoria, Australia, produksi hormon testosteron pada perempuan sering kali bergantung pada usia. Ketika perempuan berusia 40 tahun, kadar testosteron akan menurun hingga mencapai setengahnya.
  • Gaya hidup yang tidak sehat. Ini merupakan permasalahan yang sering kali menjadi penyebab munculnya penyakit dalam tubuh.
  • Stres dan terlalu banyak pikiran. Hal ini akan menyebabkan hormon testosteron pada tubuh menurun seiring dengan tekanan yang dihadapi.

Untuk itu, dianjurkan melakukan tes testosteron ke rumah sakit terdekat untuk mengetahui kadar hormon testosteron Mama. Selain itu, konsultasi dengan dokter spesialis juga akan membuat Mama mengetahui apa penyebab dari gejala aneh yang dialami dan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai anjuran dari dokter.

5. Cara meningkatkan kadar hormon testosteron pada perempuan

5. Cara meningkatkan kadar hormon testosteron perempuan
Pexels/Negative Space

Jika Mama mengalami tanda-tanda dan gejala hormon testosteron rendah seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka demi mencegah risiko dari dampak yang ditimbulkan disarankan untuk Mama segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis.

Selain itu, dokter biasanya akan menganjurkan untuk perempuan yang mengalami kadar testosteron rendah untuk melakukan terapi hormon dan memberikan suplemen peningkat hormon yang telah diresepkan oleh dokter terkait.

Itulah penjelasan lengkapnya terkait perempuan yang juga bisa mengalami kadar hormon testosteron rendah. Jika Mama alami gejalanya maka segera konsultasikan ke dokter dan jangan dibiarkan begitu saja ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.