Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Faktanya, Penggunaan Kontrasepsi Berpengaruh pada Produktivitas Kerja
Pexels.com/coworkingspace Replus
  • Penelitian menunjukkan penggunaan kontrasepsi tidak hanya mengatur kehamilan, tetapi juga berdampak positif pada produktivitas kerja karyawan perempuan.
  • Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia mencapai 56,42%, menandakan peran besar perempuan dalam dunia kerja modern.
  • Kesehatan perempuan kini menjadi prioritas utama perusahaan, bukan sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, kontrasepsi memiliki fungsi utama untuk mengatur kehamilan. Namun menurut penelitian, penggunaan kontrasepsi berpengaruh pada produktivitas kerja para karyawan. 

Menurut data, saat ini tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia telah mencapai di angka 56,42%. Di angka yang cukup besar tersebut, peran perempuan dalam dunia kerja sangatlah penting. 

Sehingga, memastikan kesehatan perempuan tidak berhenti sampai sekadar fasilitas tambahan bagi karyawan, melainkan telah menjadi prioritas. 

Menurut penelitian, perempuan yang menggunakan kontrasepsi memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Seperti apa faktanya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Produktivitas dan kontrasepsi

Magnific.com/rawpixel.com

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan kontrasepsi menunjukkan produktivitas lebih tinggi dan tingkat ketidakhadiran yang lebih rendah. 

Dalam penelitian ini, hasilnya terlihat lebih jelas pada perempuan dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Hasilnya, para pekerja perempuan memiliki otonomi yang lebih baik dalam pengambilan keputusan dan partisipasi kerja yang lebih tinggi. 

2. Penyebab pendukung

Pexels.com

Hal ini disebabkan karena pengaturan jarak kelahiran yang efektif memungkinkan perempuan untuk tetap aktif secara sosial dan profesional tanpa terganggu oleh kehamilan yang tidak direncanakan, demikian ditengok dari FKM UI. 

Menurut data, perempuan yang aktif bekerja dan memiliki pendapatan sendiri memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menggunakan kontrasepsi modern untuk mengontrol kesuburan dan merencanakan masa depan. 

3. Tingkat pendidikan juga berpengaruh

Unsplash.com/Sai De Silva

Kenapa perempuan bekerja memastikan dirinya terlindungi dengan kontrasepsi? Hal ini dikarenakan, dengan pemakaian alat kontrasepsi yang tepat, termasuk IUD dan Implan, terbukti menurunkan angka kelahiran sehingga perempuan bisa fokus pada karier dan keluarga secara seimbang. 

Masih dari penelitian yang sama, disebutkan kalau tingkat pendidikan yang lebih tinggi mendorong perempuan untuk berpikir kritis, sehingga lebih rasional dan mandiri dalam membuat keputusan terkait reproduksi dan penggunaan alat KB, demikian ditengok dari Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 

4. Sayangnya, perempuan pekerja terbentur oleh waktu

pexels.com

Dari data di atas, ada kekurangan yang masih perlu dicari jalan keluarnya. Faktanya, banyak karyawan perempuan tetap menunda konsultasi mengenai KB, kesehatan menstruasi, atau perencanaan kehamilan karena keterbatasan waktu, akses, atau tidak tahu harus berkonsultasi ke mana. 

Untuk itu, sangatlah penting jika ada wadah yang bisa membuat program konsultasi di kantor dengan menghadirkan dokter dan bidan yang terpercaya. 

5. Program Halo DKT Intimate with You

Dok. DKT Indonesia

Sebuah program dari DKT Indonesia, sebuah organisasi keluarga berencana terbesar di Indonesia baru saja meluncurkan Halo DKT Intimate with You. Ini merupakan program konsultasi gratis yang diadakan langsung di tempat kerja dan menghadirkan dokter dan bidan terpercaya langsung ke perusahaan. 

"Seiring meningkatnya peran perempuan dalam dunia kerja, kesehatan reproduksi perlu menjadi bagian dari strategi kesejahteraan karyawan di setiap perusahaan. Melalui program ini, kami membantu perusahaan menghadirkan konsultasi kesehatan reproduksi terpercaya langsung di tempat kerja, sehingga karyawan lebih mudah memperoleh layanan yang dibutuhkan tanpa mengganggu jam kerja maupun menambah biaya bagi perusahaan," ujar Fety Siti Fatimah, Customer Experience Manager, DKT Indonesia dalam rilisnya. 

Lebih lanjut, program ini menyediakan konsultasi privat mengenai kontrasepsi, kesehatan menstruasi, dan perencanaan kehamilan bersama dokter dan bidan. 

Editorial Team

Related Article